dia atau aku

4.7K 241 13
                                        

Papih pulang!

Suara itu terdengar jelas ke seluruh penjuru ruang makan yg tak jauh dari pintu utama rumah.

Prilly yg mendengar itu tersenyum lega saat masakan yg di buat nya sudah tersusun rapi di atas meja makan. Buru-buru dia melepaskan celemeknya dan menghampiri suaminya itu.

Yuhuuu papih pulang." Teriakan Sion menuruni anak tangga membuat Ali tersenyum sumringah dan buru-buru berjongkok untuk mengendong putra kesayangan nya itu.

Prilly yg melihat itu hanya tersenyum simpul.

Maaf sayang aku terlambat jalanan macet." Ali menurunkan Sion dari gendongan nya."

aku hubungin kamu ko gak di angkat?" Tanya Prilly penasaran."

Ali mencoba mencerna pertanyaan Prilly." Astaga! Hp aku ketinggalan di rumah sayang.

Ali terlihat panik sambil memukul jidatnya sendiri dengan pelan.

Prilly memincingkan matanya menatap Ali tajam." Yaudah lain kali jangan kelupaan lagi."

Masih tak percaya karena suaminya itu bukan tipe lelaki yg pelupa untuk urusan barang pribadi yg sangat penting.

Ali mengangguk paham kemudian berjalan menuju meja makan karena mencium harum masakan yg sangat ia sukai.

Kamu masak grilled salmon?

Prilly mengangguk kemudian duduk di samping suaminya yg sudah siap dengan piring dan nasi yg di bawanya. Sedangkan Sion sudah terlihat lahap dengan makanan nya.

Tunggu Alifa mana sih?" Prilly celingukan mencari putrinya itu."

Di kamar mih gatau lagi ngapain." Jawab Sion."

Loh ko gak makan bareng kita sih?" Timpal Ali yg masih asik mengunyah makanan nya."

Prilly menggeleng, tak seperti biasanya Alifa seperti ini. Tadi saja merengek menanyakan soal papihnya. Gak mungkin Alifa gak denger Ali pulang. Atau jangan-jangan dia ketiduran.

Dengan rasa penasaran Prilly bangkit dari kursi makan nya hanya sekedar melihat putrinya itu.

Ali dengan kilat menahan kepergian Prilly lalu menyuruhnya duduk kembali.

Biar aku aja yg ke atas kamu gak boleh cape, makan yg banyak." Ali mengusap pelan rambut Prilly dan berjalan menjauh menuju lantai dua."

Karena kebetulan mama Ully dan papa Rizal ada undangan pernikahan jadi Prilly terpaksa menyiapkan makan di rumah orangtua nya itu hanya sendiri. Pantas saja Ali perhatian dia yakin Ali tak ingin melihat Prilly terlalu kecapean, apalagi melihat kondisinya yg sedang berbadan dua.

Dengan perlahan Ali membuka knop pintu kamar putrinya itu. Buru-buru Alifa menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

Sayang, hey kamu kenapa ko gak makan?" Ali duduk di tepi ranjang sambil mengusap lembut kepala Alifa."

Tak ada sahutan dari Alifa. Ali semakin bingung tak seperti biasanya gadis kesayangan nya ini ber prilaku aneh.

kalo ada masalah cerita sama papih.

Tak terduga Alifa terisak cukup kencang yg membuat Ali tambah bingung.

Sayang kamu kenapa, cerita sama papih." Ali mengguncang pelan tubuh Alifa karena masih dalam posisi di tutupi selimut."

Ifa kenapa?" Tiba-tiba Prilly muncul di ambang pintu karena kawatir Ali dan anaknya itu tak kunjung datang ke ruang makan."

Ali hanya menggeleng bingung, dia tak tau harus berbuat apa.

cinta di tengah samuderaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang