Gue...kangen bokap iya bokap jadi pas tadi ngeliat lo gatau tiba tiba pengen meluk aja rasanya itu kaya liat bokap gue..."jawab prilly sambil nyengir."
Aduh bego bego kenapa gue jadi cengo gini yah tapi kalo di ceritain yang sebenernya gue malu alias belum siap. Kamu tenang prill semoga aja ali gak curiga.."batin prilly."
Masa baru kemaren ketemu udah kangen lagi, kan lo tau bokap lo alias om rizal nganter kita sampe bandara gimana sih...atau jangan jangan ah ketauan nih..."jawab ali dengan tatapan jail."
Jangan jangan apa ?sorry ya jangan geer dulu gue itu tadi reflek emang gue kangen bokap ko..
Kangen bokap atau kangen sentuhan gue..."ucap ali tepat ditelinga prilly yg membuat sekujur tubuh prilly merinding seketika."
gak ih sorry yah kapan lo sentuh gue.."jawab prilly dengan menjulurkan lidahnya."
ALI........
Tuh li lo di panggil rendy
Apaan ren? Bentar yah gue kesana.
Yaudah lo pulang aja gue mau kerja lagi.
*************************
Pov ali
ALI......
ah ngapain coba si randy ganggu gue aja gatau apa lagi ngobrol penting sama prilly. Tapi sepertinya dia sedang ingin bicara serius kulihat raut mukanya sedikit cemas.
Apaan ren? Apa ada masalah?.."ucapku sambil menghampirinya.
Iyah li perkiraan akan ada badai di wilayah barat, kita harus segera melewatinya tanpa ada kerusakan di bagian kapal semoga tidak terlalu besar lonjakan anginnya..." rendy pun membawaku ke tempat para nakoda."
Apa tidak sebaiknya kita putar arah lalu kita lewati saja bagian barat daya meskipun sedikit jauh yang penting aman....."aku mulai bersuara ku lihat semua rekan kerjaku mulai berkumpul untuk mengatasi masalah ini.
Kita lewati dulu saja mayor sepertinya badai tidak terlalu besar..." ressa rekan kerjaku berucap seperti tidak setuju dengan usulku.
Bukan kah kalian tidak melihat titik gelombang ini cukup besar dari yg sebelumnya kita pernah lewati..."aku menunjukan layar monitor yang menunjukan perkiraan besarnya gelombang air laut."
Aku setuju pendapatmu mayor ali ayo kita kerahkan semua awak agar berbalik arah kita akan melewati barat daya..."mr.john syukurlah dia segera datang dan menyetujui ide ku ini."
Dengan cepat kusegera membereskan pekerjaanku saat ini, diluar pun awan mendung yang mulai menghitam sepertinya benar hujan deras akan datang itu berarti badai menghampiri lautan yg kami lewati ini.
ali kamu bantu rendy disana dia membutuhkanmu nanti kalo keadaan sudah mulai stabil kembalilah dulu ke kamar cari prilly takutnya dia sendirian disana.."papa dengan sedikit panik menyuruhku mengatasi masalah dikapal ini aku pun hanya membalas anggukan karena gak punya waktu lama kapal harus putar balik."
***********************
Prilly pov
Angin disini mulai terasa sedikit kencang menyapu rambutku terus menerus awan pun mulai gelap gue takut ali pasti masih kerja, mungkin seharusnya gue kembali aja ke dalam kapal rasanya hari ini harus berdiam lagi di kamar huuuu hal membosankan setelah lama tak masuk kerja.
Ini orang orang kayanya panik banget ada apa sih...mungkin hujan yg mulai turun deras untung saja aku sudah tak berada di luar kapal.
Aww...aku meringis kesakitan karena ada yg menabrak tubuhku hingga ambruk.
Oh maaf nona aku tidak sengaja hanya panik saja katanya ada berita akan ada badai aku takut kapal yg kita tumpangi terjadi apa apa..."ucapnya seorang wanita mungkin seumuranku dengan wajah dilanda panik."
KAMU SEDANG MEMBACA
cinta di tengah samudera
FanfictionPrilly alena latuconsina harus menghadapi kenyataan menikah dengan mayor angkatan laut ali syarief di saat impiannya menjadi koki kapal pesiar mewah yg baru di nikmatinya saat itu. kesalahpahaman yg membuat mereka harus terpaksa menjalin ikatan yg...
