Lo emang doyan apa belum makan satu minggu sih?" ucap Rendy yg asik melihat Ali mengunyah abis makanan nya hanya dalam beberapa menit."
Rese lo! gue emang suka banget menu masakan ini Mayor Rendy." Ucap Ali."
Oh iya beda banget ya sama masakan-- siapa tuh temen koki kamu itu duh saya lupa." Ali nampak berpikir."
Oh maksud kamu Prilly?.
" Tanya Gritt memastikan."
Iyah dia, Prilly namanya? Bener tuh dia agak cerewet jadi ngaruh sama hasil masakan nya." Protes Ali santai."
Kamu jangan salah dulu, itu masakan yg buat Prilly ko bukan saya. Saya hanya mengantarkan saja." Ucap Gritt."
Seketika itu Ali tersendak mendengar penuturan koki di hadapan nya ini.
Aduh li lo gapapa kan nih minum dulu,pelan pelan napa jadi kesendak gitu kan." Ucap Rendy panim seraya memberikan segelas air untuk Ali."
Ali dengan kilat meneguk segelas airnya sampai habis.
Gritt yang melihat kejadian yg dilihatnya barusan, mengulum senyumnya menahan tawa dan segera meninggalkan mereka berdua. Bisa-bisa tawanya pecah saat itu juga. Apalagi Gritt bisa membayangkan wajah Mayor Ali yg sudah memerah menahan malu itu.
Ali menunduk malu dan mengalihkan pandangan nya kearah lain tak sekalipun menghiraukan Gritt yg sudah berlalu itu.
Makannya jangan ngehina orang, katanya masakan Prilly gak enak itu buktinya habis." Goda Rendy cekikikan."
Sialan lo." Sahut Ali ketus lalu beranjak dari kursinya dan meninggalkan Rendy yg masih duduk santai."
Woy li tungguin gue! Lo mah gitu aja marah sih tenang aja ini rahasia kita ko, jangan di masukin hati tentang masalah barusan." Teriak Rendy yg berlari mengejar ali."
---
Tak lama setelah kejadian tadi Gritte mengajak sahabatnya Prilly untuk makan siang bersama di tempat istirahat.
Gimana te, mereka pada suka gak masakan gue?" Tanya Prilly yg sudah bersiap untuk istirahat makan siang."
Tenang Prill mereka lebih dari suka malahan." Jawab Ite pasti samb mengacungkan dua jempolnya."
Emang tadi banyak yg mau? " kata Prilly menghampiri Ite yg sedang melepaskan seragam nya."
Udah deh nanti gue ceritain ada kejadian seru pokoknya.
Prilly hanya mengerutkan keningnya dan semakin penasaran apa yg akan di ceritakan sahabatnya itu.
---
Saat semua pekerjaan beres malam ini di perjalanan menuju kamar, Gritt menceritakan apa yg di alaminya tadi, Prilly pun tertawa puas dan membayangkan betapa malu nya Mayor amatiran itu.
Udah Prill lo jangan segitunya juga ntar suka loh."goda Gritt yg melihat Prilly masih tertawa puas."
Idih apaan sih nggk lah pokoknya sampe kapan pun gak bakal suka sama mayor amatiran itu--secara yah gue terlalu cantik buat dia gue pinter masak kurang apa lagi coba." cerocos Prilly percaya diri."
Tanpa disadari ternyata Ali dan Rendy tak sengaja mendengar ocehan Prilly.
Gritt yg melihat itu langsung menunduk malu dan mencubit pelan lengan Prilly.
Ite apaan sih sakit tau." Cibir Prilly kesal."
SIAPA JUGA YANG MAU SAMA KOKI ANEH DAN CEREWET KAYA LO PEDE BANGET JADI CEWEK." gertak Ali dari arah belakang Prilly."
Duh gawat mati nih gue." Batin Prilly panik."
Duh Ite ko lo gak bilang ada orang nya sih sama gue." bisik Prilly pelan pada sahabatnya itu."
Gue juga baru tau sekarang! nih lo sih ngomong kaya mercon aja." Bisik Gritt."
Prilly membalikkan badan nya sambil nyengir pura-pura santai.
Kesambet lo nyengir gitu? dasar yah cewek mercon kenapa sih gue selalu aja ketemu sama lo?" bentak Ali semakin kesal."
Kan kita satu kapal pasti bakal ketemu terus lah." jawab Prilly santai."
Gue gak becanda loh awas! "ancam Ali ketus."
Udah li lo sabar, jangan berantem terus ah udah ayo kita ke kamar." Ucap Rendy menarik tangan Ali agar masalah sepelenya ini tidak diperpanjang.
Mata elangnya menatap tajam mata hazel milik Prilly.
Takut banget natapnya kaya mau ngebunuh aja." Gumam Prilly pelan."
Mayor Ali yg terhormat kalo suka sama grilled salmon nya. tinggal bilang yah." teriak Prilly sambil mengedipkan satu matanya dan melambaikan tangan nya ke arah Ali."
Ali yg mendengar ucapan Prilly langsung berbalik badan tak menghiraukan ocehan nya yg bisa membuat harga dirinya turun.
Ih Prill lo berani banget sih ngomong kaya barusan kan kasian dia mukanya sampe merah kaya kepiting." ucap Ite."
Alah biarin aja abisnya lucu dia kalo marah marah begitu." Ujar Prilly dengan sedikit tertawa."
Apa--apa? lucu? Acieee--katanya gak suka tapi lucu munafik lo."goda Gritt pada sahabatnya itu."
Prilly membulatkan matanya pada Gritt." Apaan sih jangan lebay deh." Gerutunya kesal."
Aciee lucu ya lucu?." Goda Gritte lagi."
Udah ah jangan bahas itu males." Jawab Prilly kesal dan berjalan cepat menuju kamarnya."
----
Happy reading!!
Minta vote sama comment nya yah :)
KAMU SEDANG MEMBACA
cinta di tengah samudera
FanfictionPrilly alena latuconsina harus menghadapi kenyataan menikah dengan mayor angkatan laut ali syarief di saat impiannya menjadi koki kapal pesiar mewah yg baru di nikmatinya saat itu. kesalahpahaman yg membuat mereka harus terpaksa menjalin ikatan yg...
