Prilly dan om Restu pun memasuki kapal pesiar tersebut. Lalu mereka memasuki ruangan khusus dimana kitchen berada. Prilly takjub melihat kitchen yang luas dan begitu banyak nya chef dan koki disana mereka terlihat mahir dalam memasak dan menghidangkan makanan.
Okey Prill nanti disini tempat kamu bekerja, nanti om bakalan kenalin beberapa rekan rekan kerja yg ada disini supaya mereka bisa bantuin dan ngajarin kamu yah."ucap Restu menjelaskan."
Prilly mangut-mangut." Okey baik om."
Hey Gritt kenalin ini keponakan saya Prilly dia sekarang mulai bekerja disini juga, nanti kamu bantuin dia yah kasian dia kan masih baru disini." Sahut Restu pada seorang wanita yg di panggilnya Gritt."
Baik pak." Jawab Gritt menghampiri prilly dan atasannya itu."
Hay Prill kenalin gue Gritte panggil aja Ite kalo butuh apa apa ke gue aja yah, kan sekarang kita jadi patner kerja." Sapa Ite sambil menjulurkan tangan nya pada Prilly."
Oh iyah salam kenal juga Ite." Prilly membalas jabatan tangannya."
Yaudah kamu cepet sana ganti pakaian dulu, tuh tempatnya ada disana." Ucap Ite sambil menunjuk salah satu ruangan ganti."
Prilly mengangguk dan segera mengganti pakaian nya dengan seragam kerjanya, setelah itu Prilly pun mulai bekerja hingga waktu tak terasa sudah menjelang malam. Prilly dan Ite pun segera menuju kamar untuk beristirahat."
***
Prill ini kamar loe yah, sebelahan sama gue. Jadi kalo gak ada temen kesini aja yah." Ucap Ite."
Iyah Ite, makasih banyak yah lo baik banget sama gue, beruntung banget bisa ketemu orang kaya lo." Jawab Prilly tersenyum."
Udah lah prill jangan sungkan sama gue mah. Tapi jangan heran yah kamar nya gak terlalu gede loh, gak kaya kamar di sebrang kita nih kamarnya para Letnan, Mayor sama Kapten gitu." Ujar Ite tertawa."
Aduh Ite ya wajar lah mereka itu kan pejabat-pejabat penting di kamar ini, lah kita hanya sebatas koki aja kan belum jadi chef maksudnya." Ucap prilly terkekeh."
Iyah juga sih." Jawab Ite nyengir." Yaudah sono cepet tidur yah bye." Ite berlalu menuju kamarnya."
Prilly pun mulai memasuki kamar pribadi nya, di dalam ruangan nya tidak terlalu besar tapi cukup nyaman bagi prilly. Tempat tidur yg kecil tidak membuat keputusan gadis mungil itu ingin kembali pulang, justru Prilly merasa bangga karena impian nya selama ini bisa terwujud.
---
Thanks readers jangan lupa minta vote sama comment nya kalo mau cepet di next oke :)
KAMU SEDANG MEMBACA
cinta di tengah samudera
Fiksi PenggemarPrilly alena latuconsina harus menghadapi kenyataan menikah dengan mayor angkatan laut ali syarief di saat impiannya menjadi koki kapal pesiar mewah yg baru di nikmatinya saat itu. kesalahpahaman yg membuat mereka harus terpaksa menjalin ikatan yg...
