salah paham

8.5K 443 1
                                        

Matahari pun mulai membuka celah cahaya nya. Dua orang gadis tampak sedang bersiap menjalankan aktifitas nya sebagai koki di salah satu kapal pesiar mewah, Mereka pun dengan segera menuju kitchen tempatnya dia bekerja.

Hari ini Prilly nampak sibuk dengan pekerjaan nya, banyak masakan yg harus dia persiapkan untuk para penumpang kapal disini. Sama hal nya seperti Gritt dia pun sibuk dengan pekerjaan nya masing masing. Hingga tak ada waktu luang bagi mereka untuk bersantai.

Prill istirahat dulu yu gue udah bawa makanan nih." Sahut Gritt yg sudah membawa dua kotak berisi makanan."

Tanggung- lo aja duluan nanti gue nyusul." Jawab Prilly tanpa menoleh karena sedang mengiris beberapa bumbu masakannya."

Yaudah deh, nanti nyusul yah awas kalo bohong, lo kan belum makan nanti kalo kecapean bisa tumbang lagi. gue tunggu di ruang istirahat oke." Ancam Gritt seraya meninggalkan sahabatnya itu."

Iyah bawel banget sih, udah sana." Jawab Prilly."

Cukup lama Gritt menunggu Prilly, namun batang hidung nya masih belum terlihat. Bahkan makanan Gritt sudah habis pun sahabatnya tidak kunjung datang, dengan terpaksa Gritt menyusul dia ke kitchen.

Ya ampun ini anak lama banget sih! lo tuh susah di bilangin yah, udah ayo makan dulu itu muka udah pucet gitu." Gerutu Gritt saat menghampiri Prilly yg masih terlihat sibuk."

Ini masih tanggung belom kelar, udah simpen aja makanan nya. Nanti kalo ini udah beres pasti gue makan ko." Jawab Prilly sambil mondar-mandir mencari bahan-bahan yg di perlukannya."

Gritte mengendus kesal kemudian menyimpan makananya di atas meja, sahabatnya itu tipikal keras kepala padahal Gritt tak ingin Prilly sakit karena terlalu lelah bekerja.

----

Tak terasa waktu pun sudah menunjukan pukul 8 malam. Dua sahabat itu segera merapihkan pekerjaan nya yg sudah selesai.

Prill lo nanti duluan yah ke kamar, soalnya gue ada urusan dulu nih sama atasan." Sahut Gritt saat melepaskan seragamnya."

Yaudah sana, tapi jangan lama lama yah." Jawab Prilly yg juga membereskan barang bawaan nya."

Okey siap.

Prilly segera berjalan menuju kamarnya yg lumayan jauh dari kitchen. Di perjalanan gadis itu merasa kepalanya berdenyut nyeri, ntah kenapa mungkin hari ini Prilly lupa dengan jam makan siang nya ditambah dia memiliki riwayat penyakit lambung.

Disatu sisi Ali yang berjalan santai menuju kamarnya tak sengaja berpapasan dengan Prilly, dia memincingkan matanya melihat gadis itu dengan muka pucat seperti menahan sakit.

Loh Prill, lo kenapa? muka lo pucet gitu. Yaudah sini gue anter lo ke kamar biar bisa istirahat." Tanya Ali spontan karena melihat tubuh Prilly yg mulai terkulai lemah dia segera merangkul untuk membantunya berjalan."

Tak jauh dari tempat kejadian terlihat seorang gadis memperhatikan gerak gerik Ali dan Prilly, gadis itu pun membuntuti mereka berdua secara diam-diam.

-----

Tak butuh waktu lama mereka sampai di depan kamar Prilly.

Prill mana kuncinya biar gue yg bukain pintunya." Tanya Ali yg masih merangkul tubuh gadis mungil itu."

Prilly mencari kunci kamarnya dalam saku bajunya namun tidak ketemu.

Gadis itu tepok jidak dikala menyadari kalau kunci kamarnya di bawa oleh Gritt.

Aduh li gue lupa lagi kalo kunci nya dibawa Ite gimana yah, ad--aduh." Prilly mulai meringis lagi merasakan nyeri di kepalanya."

Yah lo gimana sih, yaudah lah kita ke kamar gue aja lo bisa istirahat dulu disana." Ucap Ali seraya membawa Prilly berjalan."

cinta di tengah samuderaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang