Televon dari siapa?
Ali berbalik dengan wajah panik sambil menjauhkan ponsel dari telinga nya.
ko angkat telepon nya di luar?
Eu-itu kan kamu tidur sayang gak enak nanti keganggu." Ali mendekati istrinya itu sambil mengusap lembut pipinya."
Emang siapa malem-malem gini tlpn?
Biasa rekan kerja aku ada masalah dikit di kapal.
Tumben banget libur sekarang kamu sibuk urus-urus gituan. Emang gak ada yg gantiin apa." Prilly mengernyitkan alisnya."
Aku juga gak tau sayang semua nya ngandelin aku terus.
Prilly mengangguk tanpa ekspresi kemudian berjalan kembali menuju kamar, Ali mengikuti dari belakang.
Maaf Prill ini demi kebaikan kamu dan sahabat kamu." Batin Ali."
Pagi harinya Ali berencana mengajak istrinya itu untuk jalan-jalan ke mall sambil membeli keperluan bulanan karena stok makanan sudah mulai menipis.
Setelah sarapan pagi Alifa dan Sion sudah Ali antarkan ke sekolah terlebih dahulu. Sekitar jam 11 siang ini Prilly telah besiap memasuki mobilnya bersama sang suami.
Mesin mobil sudah Ali nyalakan, selang beberapa detik ponsel nya bergetar tanda pesan masuk. Setelah di baca Ali mematikan kembali mesin mobil nya.
Prilly bingung melihat sikap suaminya yg aneh dan terlihat kebingungan.
Loh ko di matiin mobilnya?
Sayang maaf banget. Atasan aku barusan kirim pesan, aku harus temuin dia dulu, gimana ya.
Prilly bergeming kemudian dengan setengah hati mengangguk." Yaudah aku sendiri aja belanjanya."
Jangan, anter sama pak supir nanti kamu cape.
Sekali lagi Prilly mengangguk setelah suaminya itu pergi dengan mobilnya.
disekolah saat jam istirahat Alifa terlihat lesu dan hanya menyenderkan kepalanya di meja, sambil memainkan hpnya.
Woy kanti yuk?" Suara Tasya teman sebangku Alifa tiba-tiba mengagetkannya dari belakang."
Alifa setengah kaget sambil memperbaiki posisi duduknya." Ish biasa aja kali."
Kenapa coba galau terus, pasti mikirin orang itu ya? Siapa sih lupa ma..Mario iya Mario kan." Goda tasya mencolek pipi Alifa."
Alifa menepis, apaan sih gak keles, yo cabut kantin." Alifa nyelonong berjalan keluar kelas."
Eh tunggu fa, Alifa tunggu." Teriak Tasya dari arah belakang sambil meraih tangan sahabatnya itu."
Alifa berbalik menatap ke arah Tasya." Kenapa sih katanya mau ke kantin."
Aku mau ngomong penting tapi takut kamu kesinggung.
Ngomong aja yu sambil jalan ke kantin.
Tapi kamu janji gak marah ya?" Tasya merangkul bahu Alifa."
Janji, ayo cepet jangan bikin penasaran deh.
Kemarin sore aku liat di studio foto kakak aku, papah kamu kaya lagi foto prewedd gtu, yg aku heran bukan sama mamah kamu tapi aku gatau siapa ceweknya. Bukan nya papah kamu pelaut kan bukan model? Atau emang punya kerjaan sampingan sih
Alifa melongo matanya terpejam sekejap, airmata nya tak bisa ia bendung lagi, sesak yg ia rasakan sekarang. Dengan kesal dia berlari menjauhi Tasya yg masih berdiri disana.
Alifa tunggu, aku minta maaf, tuh kan salah." Ucap Tasya Panik."
-------
Tadinya Prilly niat pergi berbelanja di antar supir namun ia mengurungkan niatnya itu, setelah Ali pergi mood nya benar-benar hilang untuk pergi ke supermarket. Dia lebih memilih menonton tv di ruang keluarga. sedikit bosan, namun mau gimana lagi, kalo bukan jam pulang sekolah anak-anak mungkin Prilly akan pergi ke cafe miliknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
cinta di tengah samudera
FanfictionPrilly alena latuconsina harus menghadapi kenyataan menikah dengan mayor angkatan laut ali syarief di saat impiannya menjadi koki kapal pesiar mewah yg baru di nikmatinya saat itu. kesalahpahaman yg membuat mereka harus terpaksa menjalin ikatan yg...
