thanks for today

7.6K 430 10
                                        

Hari itu Ali berniat mengajak Prilly ke suatu tempat setelah dia kelar melakukan pekerjaannya.

Prill ikut gue yu bentar." Ajak Ali seraya menarik tangan Prilly saat keluar dari kitchen."

Eh--eh main tarik aja tangan orang mau apa sih." Omel Prilly menepis tangan Ali."

Udah ayo ikut aja nurut deh sama gue." Bujuk Ali lembut."

Yaudah deh." Jawab Prilly pasrah."

oh iya bentar, woy te gue ke luar dulu yah lo duluan aja kalo mau ke kamar." Teriak Prilly pada sahabatnya itu yg masih berganti seragam."

Gritt mengangguk dan hanya memberi isyarat tangan pada prilly.

Mereka akhirnya sampai di sebuah restoran mewah di kapal itu, tempat makan orang-orang kaya atau bahkan kalangan konglomerat.

Yah-- lo ngapain bawa gue kesini kan malu, gue hanya koki masa makan disini." Ujar Prilly yg sepertinya kurang tertarik dengan tempat ajakan Ali."

Ya ampun gue sampe lupa, yaudah sekarang kita ganti baju dulu yah." Ajak Ali menarik tangan Prilly."

Mereka pun sampai di salon khusus yang tersedia di kapal itu, Ali menyuruh para pegawai disana merubah penampilan prilly agar terlihat lebih modis dan elegan.

Setelah menunggu beberapa saat Prilly terlihat lebih modis dengan dress di atas lutut berwarna pink muda di padu warna putih di atas nya yg membuatnya semakin anggun dan feminim.

Mata hitam legam itu tak bisa berkedip dikala Prilly berdiri di hadapannya. Ali tak menyangka dia seperti bidadari kalau berdandan seperti itu.

Ali! hey--li jangan melamun woy! ayo udah selesai nih." Sahut Prilly mengibaskan tangan nya tepat di wajah Ali."

E--eh iya ayo Prill kita jalan sekarang." Jawab Ali gugup."

Mereka pun sampai di restoran yang sudah Ali pesan dan tempatnya disediakan khusus untuk mereka berdua.

Prill mau pesan apa nanti gue panggilin pelayan nya." Tanya Ali yg terlihat membaca daftar menu nya."

Grilled salmon sauce lemon." Ucap Prilly dan Ali
berbarengan."

Lah ko lo ngikutin gue Prill." Kata Ali heran."

Emang itu makanan favorite gue! lo aja kali ngikutin." Cibir Prilly."

Itu juga kesukaan gue tau! yaudah lah gue pesenin aja.

Ali segera memesan makanan nya, dan tak lama pesanan mereka pun datang.

Kenapa mesti cantik sih kalo dia dandan kaya gitu." Batin Ali."

Ali ada apa yah ngajak gue dinner se romantis ini, tapi Mayor itu tampan juga kalo pake jas kaya gitu. Ya meskipun nyebelin ternyata dia baik juga bisa ajak gue ke tempat ini." batin Prilly senang."

Li lo ngapain ngajak gue dinner disini?" Tanya Prilly penasaran sambil melahap makananya."

Buat ucapan terima kasih aja, tapi lo jangan kepedean kita bukan kencan ko." Jawab Ali dingin."

Idih--siapa juga yang nganggep ini kencan." Cibir Prilly ketus."

Diperjalanan pulang Prilly merasa kedinginan badan nya sedikit bergemetar mungkin akibat angin laut yg begitu kencang dan dingin bila di malam hari.

Dingin." Ucap Prilly menggosok gosok tangan nya sambil memeluk sendiri badan nya."

Ali melepaskan jas yg melekat pada tubuhnya kemudian memakaikannya pada badan Prilly.

Gimana? Masih dingin?" Tanya Ali memastikan agar Prilly tidak kenapa-napa."

Prilly menggeleng." Thanks yah li buat malem ini." ucap Prilly."

Ali pun menghentikan langkahnya dan menatap lekat wajah Prilly, Prilly yg sudah tau arah pandanhan Ali kemana merasa di buat malu olehnya detak jantung mendadak abnormal.

Ali semakin mendekatkan pandangan nya pada Prilly sehingga hanya beberapa centi jarak di antara mereka. Ali mencium singkat pipi chubi Prilly, blushing pipi gadis itu kala Ali menyudahi aksinya.

Sama-sama Prill makasih juga yah udah mau temenin aku." Kata Ali mengacak pelan rambut Prilly."

Hanya salting yg bisa dirasakan Prilly sekarang. Mau marah ataupun senang dia sama sekali tak bisa berkutik saat itu juga. Dirinya bagaikan seperti patung yg hanya bisa diam tanpa sepatah kata pun yg terlontar dari mulutnya.

Ali sejak kapan dia panggil aku kamu perasaan kita gak seperti itu kalo ngobrol."batin Prilly heran."

Prilly segera menuju kamarnya setelah kepergian Ali, apalagi Gritt mungkin sudah menunggunya daritadi. Saat Prilly membuka pintu kamarnya terlihat Gritt sudah mematunf di hadapan nya sontak prilly kaget saat itu juga.

Ite ngapain sih ngagetin gue aja! lo ko belum tidur?" Tanya Prilly."

Ciee--habis ngapain lo sama Ali barusa? ciee gaya lo kaya selebritis aja nih."goda Gritt sambil mencolek pipi chuby Prilly yg mulai memanas."

Ja--jadi lo liat gue sama Ali?" Tanya Prilly gugup takut kalau bener sahabatnya itu melihat Ali mencium pipi nya singkat."

Lo ko gugup gitu? nyantai aja kali gue tau semuanya, lo pasti udah kencan kan di restoran mewah makan berdua ya kan?" Tebak Gritt dengan nada menggoda."

Syukurlah Ite taunya gue hanya dinner aja gue kira dia tau yg masalah gue di cium Ali, kalo sampe tau oh my god." Batin Prilly tenang."

Eh--iyah bener, lo tau aja sih te." Jawab Prilly nyengir."

Yaudah ah gue tidur dulu lo cepetan mandi ganti baju ntar kerja kita telat lagi." Ujar Gritt seraya membaringkan badan nya ke tempat tidur."

Prilly mangut-mangut dan segera berganti pakaian nya sekaligus mencuci bekas make up yg masih menempel di wajahnya itu.

---

Sementara di kamar Ali, dia sedang mengganti pakaian nya dengan baju tidur lalu Mayor tampan itu pun membaringkan tubuhnya ke tempat tidurnya yg empuk. Kini lamunannya langsung tertuju pada kejadian tadi.

Gue tadi bego banget sih kenapa coba harus cium pipi cewek itu, kan malu nanti kalo ketemu lagi bisa-bisa dia marah lagi? Kacau nih gue bikin kesalahan paling patal." Batin Ali kesal."








Happy reading!!

Kasih vote sama comment nya ya readers :)
Jangan lupa follow juga :-D


cinta di tengah samuderaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang