married dadakan 1

9.3K 417 2
                                        

Setelah kejadian malam itu Prilly maupun Ali begitu bingung. Mereka sama sekali tak ingin bila harus menikah secepat ini. Bahkan Prilly menolak mentah-mentah karena dia baru saja menikmati pekerjaan nya disini.

Hari itu Ali akan menemui Prilly di tempat kerjanya, Ali ingin prihal pernikahan nya batal.

Tanpa susah payah akhirnya Ali melihat gadis itu sedang santai di luar dapur sambil meneguk minuman botolnya.

Oy lo ikut gue sekarang." Tanpa basa-basi Ali menarik lengan Prilly."

Heh dasar ya main tarik aja orang lagi minum! Gimana kalo keselek terus gue mati?" Omel Prilly yg masih berjalan mengikuti lelaki itu."

Ali masih bergeming kemudian berhenti di kursi yg tak jauh dari tempat bekerja Prilly.

Mereka pun akhirnya duduk sambil melihat pemandangan laut yg begitu cerah.

Gue perlu ngomong penting sama lo." Sahut Ali."

Yaudah ngomong aja." Balas Prilly dingin."

Prill gimana dong omongan papah gue yg semalem, dia serius tau. bahkan papah sudah televon orang tua lo juga." Ucap Ali to the point."

WHAT? JADI ITU BENER!" Teriak Prilly syok."

Woy! jangan teriak juga kali gue gak tuli." Omel Ali menutup kupingnya."

Duhhhh, terus gimana dong. Gue gak mau nikah muda lagian kan masih pengen kerja." Rengeknya dengan posisi mulai cemas."

Lah, ko lo nangis gitu kaya anak kecil, idih malu maluin." Goda Ali menatap Prilly aneh."

Ih lo mah....emang lo gak panik apa kita bakal di nikahin?" Prilly menekuk bibirnya kesal."

Gak lah nyantai aja kali, apalagi nikah nya sama lo kebayang dong nanti kita bisa gitu tuh hehe." Goda Ali so genit yg membuat pipi Prilly memanas."

Ih ali!! gamauuu lo mah jahat tau gak, katanya gue bukan tipe lo." Omel Prilly memukul-mukul dada bidang Ali."

Ali hanya terkekeh mendengar ocehan Prilly yg terlihat panik itu.

Yaelah Prill gue becanda kali, gue juga gak mau kalo harus nikah dulu. Tapi mau gimana lagi, ini udah keputusan orang tua kita. Daripada aib kita yg semalem tersebar gimana hayo."ucap Ali menoel hidung Prilly."

Ih Ali, lo tau kan itu salah paham nya papah kamu doang. Kita kan gak ngapa-ngapain." Protes Prilly menyikirkan tangan Ali dari hidungnya."

Iyah gue juga tau tapi itu menurut kita, bukan menurut mereka. Tapi gue punya ide bagus Prill." Ucap ali tersenyum miring."

Ide apaan tuh? Pasti rencana buat gagalin pernikahan kita kan."jawab Prilly antusias."

Bukan lah, kalo gagalin pernikahan nya sih gak mungkin. Tapi sini deh gue bisikin ada ide cemerlang." Ali berbisik ke telinga Prilly."

Apah? Perjanjian? Perjanjian gimana maksudnya gue gak ngerti.

Jadi gini...Ali pun menjelaskan semua perjanjian yg di setujuinya bersama Prilly setelah mereka menikah nanti.

Jadi gimana deal yah? nanti gue buat kertas perjanjian nya di atas materai." Ali menyodorkan tangan nya sebagai tanda persetujuan."

Okey deal gue setuju." Prilly pun membalas jabatan tangan Ali dengan pasti."

Setelah perbincangan mereka selesai keduanya pun kembali ke pekerjaan masing masih."

-----

Waktu pun tak terasa mulai mejelang malam, terlihat seorang gadis masih sibuk dengan pekerjaan nya.

Prilly berjalan keluar dapur untuk menerima televon masuk dari papahnya.

Hallo pah, iya kenapa?

Kabar kamu gimana disana sehatkan? Prill kenapa sih kamu bisa malu maluin papah sama om Rayhan,kalo kamu memang ada hubungan khusus sama anaknya kamu terus terang. jangan menjalin hubungan gelap seperti itu, untung saja Rayhan baik jadi kita putuskan minggu depan kalian menikah. kapal yg kalian tumpangi akan mendarat di Pelabuhan Thailand. Mamah sama papah juga bakalan segera kesana. Kalian akan menikah di jakarta saja di rumah Ali yg penting masalah ini gak tersebar ke orang banyak.

Tapi pah, Prilly masih muda masih ingin fokus dulu bekerja." Elak Prilly yg masih tak terima."

Itu salah kamu kenapa bisa ceroboh disana, kalo masalah kerja sudah menikah juga masih bisa di lanjut Ali kan Mayor disana, jadi dia bisa awasin kamu. Soal persiapan pernikahan nya biar kami yg ngurus kalian tenang saja.

Yaudah deh terserah kalian aja, udah ya pah Prilly masih harus kerja lagi.

Yaudah kamu hati-hati disana jaga diri."

Klik. Panggilan terputus.

Duh kenapa sih masalah ini ribet banget kenapa harus sampe nikah segala, sial banget gue kerja disini argh." Batin Prilly kesal."

-----

Ali tampak gelisah dengan masalah yg di hadapinya sekarang, pikiran nya terus melayang masalah pernikahan nya dengan gadis yg bahkan dia tidam cintai sama sekali.

Ali kamu kenapa? bukan nya bergabung dengan yg lain. ingat ya li lusa kita akan mendarat untuk perayaan pernikahan kamu. Orangtua Prilly akan menjemput kita disana." Ucap Rayhan."

Iyah pah Ali udah tau ko, Pah bisa gak sih kita tunda dulu nikah nya." Protes Ali dengan nada memohon."

Gak bisa li kamu udah nodain anak orang, gimana kalo Prilly hamil kamu mau di sebut lelaki gak tanggung jawab?

Apa? Hamil? ko papah mikirnya sejauh itu sih! bahkan Ali belum sedikit pun nyentuh dia gimana mau hamil coba." Elak Ali tak terima sangkaan papahnya itu."

Ya itu sih papah gatau, kamu kan berduaan tuh di kamar. Yaudah deh kamu nurut aja perkataan papah.

Papah apaan sih aneh aja masa Prilly hamil ngaco nih! semua gara-gara si cabe-cabean Angel jadi ribet deh" gumam Ali mengacak rambutnya prustasi.

------

Akhirnya tiba juga." Prilly merebahkan tubuhnya di tempat tidur."

Iyah nih cape banget." Sahut Gritte yg juga ikut berbaring di samping sahabatnya itu."

Gue gak nyangka bakal seperti ini." Lirih Prilly menatap Gritte sendu."

Udah, mungkin Tuhan punya rencana indah buat lo." Gritte mengusap lembut bahu Prilly."

Prilly mengangguk pasrah.

Kini Rizal beserta keluarga sementara menetap dulu di apartemen, tak lupa Gritte pun tinggal sementara disana karena keluarganya tinggal jauh di Bali.

Sedangkan Ali dan keluarga nya pulang ke rumahnya karena mereka sudah di tunggu oleh adiknya Verrel untuk persiapan pesta nanti.





Jangan lupa vote sama comment nya ya readers thanks you :)

cinta di tengah samuderaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang