Keesokan harinya seperti biasa Prilly harus sudah bersiap untuk kembali bekerja. Hari ini mungkin akan sedikit melelahkan, namun inilah resiko sebagai koki disini.
Gadis itu segera mengunci pintu kamar nya, tak terlihat Gritt sahabatnya disana. Mungkin dia sudah ke kitchen duluan. Prilly mengetuk pintu kamar nya pun tak ada yg menyaut. Dengan terpaksa gadis itu pun menuju tempat kerjanya seorang diri.
Bruk!! tiba-tiba saja langkah Prilly terhenti dan terkulai lemah ketika dia merasakan nyeri dibagian perutnya."
Duh ish...sa--sakit banget ini perut kenapa." Prilly meringis dengan posisi duduk di lantai sambil menekan memegang erat perutnya."
Dari kejauhan nampak Capten Rayhan yg sedang bertugas melihat seorang gadis seperti meringis kesakitan, dia pun segera mengahampiri gadis itu karena suasana di tempat itu jarang di lewati orang.
Nona anda tidak apa-apa?" Rayhan berjongkong mencoba membantu gadis itu."
Iyah Capten saya tidak apa-apa. cuma ish aw--aw sa--sakit banget." Jawabnya meringis dengan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya."
Tak lama kesadaran Prilly hilang karena tubuhnya sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya.
Capten Rayhan semakin panik dan meminta pengawalnya untuk segera membawa gadis itu di periksa ke ruang instalasi gawat darurat agar bisa di tangani langsung oleh dokter disana.
-----
Setelah beberapa saat dilakukan pemeriksaan terhadap Prilly akhirnya gadis itu sadar walaupun belum sepenuhnya pulih.
Ini dimana." Lirih Prilly terdengar sangat lemas dan pelan."
Alhamdulilah kamu sudah sadar Prill." Ucap Restu yg duduk di samping ranjang inap keponakan nya itu."
Iyah Prill kamu baik-baik aja kan? Gue kawatir tau maaf ya tadi aku di panggil dulu chef Alfa jadi buru buru." Ucap Gritt cemas dan merasa bersalah karena tak pamit dulu pada sahabatnya itu."
Om Restu aku baik ko om, maaf yah udah ngerepotin kalian semua." Jawabnya Prilly yg masih berbaring lemah."
Udah gapapa kamu istirahat aja, terus minum obat yg teratur tadi dokter bilang kamu kecapean kurang makan jadi lambung nya kambuh tuh." Ucap om Restu mengingatkan agar keponakan nya bisa membagi waktu apalagi fisiknya yg lemah."
Om jangan bilangin mamah atau papah prilly sakit ya, takutnya mereka kawatir. terus gimana sama kerjaan aku?" Sahut Prilly seraya mencoba bangkit dari tidurnya."
Aduh Prill udah kali jangan pikirin itu dulu aku udah bilang ko sama staff nya kalo kamu tadi sakit." Jawab Gritt mencoba membantu Prilly bangun."
Iyah prill bener apa kata Gritt kamu jangan pikirin itu dulu, yg terpenting sembuh yah. iya om gak akan bilang sama mereka, yasudah kalo begitu kamu istirahat dulu kalo ada perlu hubungi om segera yah." Ucap om Restu bangkit dari duduknya."
Gritt kamu jagain Prilly dulu yah om masih ada urusan bentar." Pamit Restu lalu keluar dari ruangan itu."
Gritt hanya mengangguk paham.
Sementara itu, saat Gritt akan membantu Prilly menuju kamarnya. Dari arah berlawanan Capten Rayhan menghampiri keduanya.
Nona apakah anda sudah baikan?" Tanya Rayhan yg melihat Prilly di rangkul oleh sahabatnya."
Eh Capten iya sudah ko makasih banyak yah atas bantuan nya." Jawab Prilly lembut sambil tersenyum."
Kamu panggil saja saya om Rayhan, kamu itu koki yg pernah bikin pancake itu kan." Tanya Rayhan.
Prilly mengangguk." Iyah om."
Eh tunggu, tadi kamu kelihatan nya akrab sekali dengan pak Restu. apa dia orangtua kamu?" Tanya Rayhan lagi."
Oh bukan--itu om saya dia adiknya papah om." jawab Prilly ramah."
Tunggu--tunggu. Kalo boleh tau nama papah kamu siapa? Rizal bukan?" Tebak Rayhan memastikan."
Iyah om. loh ko om tahu nama papah saya sih?" Ucap Prilly bingung."
Ya tuhan ternyata Rizal udah punya anak gadis. Gini loh dia itu dulu temen smp nya om, kita sahabatan tapi semenjak SMA om pindah ke jakarta jadi kita gak pernah berhubungan lagi." Perjelas Rayhan seraya mengajak keduanya duduk di rest area."
Prilly dan om Rayhan pun berbincang bincang tentang masalah papah nya yang ternyata teman dekatnya. Tak lupa Gritt pun setia menemani Prilly yg masih asik berbincang dengan Capten kapal itu. Meskipun menjabat Capten disini, namun Rayhan orang yg sangat baik bahkan ramah.
Yasudah Prilly om balik dulu yah masih banyak tugas yg harus di pantau. Maafin juga kalo sikap anak om agak sedikit pemarah tapi dia baik ko. kamu kalo butuh apa-apa jangan sungkan yah. nanti salam buat papah kamu." Ucap Rayhan ramah dan pamit meninggalkan tempat itu."
Iyah om gapapa Prilly ngerti ko, yasudah makasih banyak nih om udah ngerepotin juga, Prilly juga sekalian mau istirahat" Ucap Prilly lalu beranjak bersama Gritt menuju kamarnya.
Setelah sampai di kamar Prilly berbaring agar kondisinya kembali fit. Tak lupa Gritt berencana menginap di kamar Prilly agar tak terjadi hal yg serupa seperti tadi.
Terlihat Gritt dan Prilly sedang asik berbaring di tempat tidur di kamar Prilly."
Prill gak nyangka banget yah bokapnya si Ali itu ternyata temen nya bokap lo cocok tuh." Ujar Gritt yang fokus bermain games di ipad nya."
Iyah sama gue juga te, tapi asli yah om Rayhan tuh lebih sopan tau gak, jauh banget sama anaknya yg pecicilan itu." Ucap Prilly membalikan badan nya ke arah Gritt."
Lo jangan gitu! takutnya cinta beneran loh." Goda Gritt cengengesan."
Rese lo. Udah ah gue ngantuk bye." Sahut Prilly seraya menutupi tubuhnya dengan selimut."
Yeee sewot--yaudah sana tidur." Ucap Gritt yg masih asik pada gamesnya."
----
Disisi lain terlihat Capten Rayhan menghampiri anaknya Ali yg sedang bertugas dengan Rendy."
Gimana pekerjaan kamu hari ini Mayor Ali." Sahut Rayhan memastikan keadaan disana."
Semua aman Capten tidak ada kendala atau hambatan." Jawab Rendy tegas."
Papah ko disini? bukan nya sekarang Ali yang ngurus masalah disini. Sebaiknya papah istirahat lah Ali yg akan ngatur semua." Ujar Ali agar papahnya itu tidak bekerja terlalu keras apalagi umurnya yg semakin menua."
Kamu ini meremehkan papah? kamu tenang saja papah masih akan mengontrol dulu sebentar! Oh iya kamu masih ingat gak koki yg waktu itu nganterin kita pancake?" Tanya Rayhan menatap anaknya serius."
Emang kenapa pah sama koki itu?" Ucap ali tak paham."
Dia itu anak sahabat nya papah. jadi kamu jangan suka buat masalah sama dia apalagi memojokan nya! papah malu.
Apah? Emang papah nya dia angkatan laut juga? Ko Ali gak pernah tau sih." Sahut Ali penasaran."
bukan li papah nya sih pengusaha, tapi kami berteman dekat saat smp dulu. Saat papah tinggal di bandung dulu." Perjelas Rayhan."
kirain papah nya dia sama kaya kita bekerja di angkatan laut." jawab Ali santai."
Yasudah kalian kembali bekerja sana. ingat kamu li jangan buat masalah sama dia lagi, dia gadis baik apalagi dia anak sahabat papah." Ancam Rayhan kemudian bergegas meninggalkan mereka."
Yah si papah kenapa coba mesti cewek itu lagi, Ali kan gak suka! dia cewek cerewet dan aneh yg pernah gue kenal."batin ali kesal."
----
Happy reading!!!
Minta vote dan comment nya ya readers!
Usahakan jangan jadi pembaca gelap terima kasih:)
KAMU SEDANG MEMBACA
cinta di tengah samudera
FanfictionPrilly alena latuconsina harus menghadapi kenyataan menikah dengan mayor angkatan laut ali syarief di saat impiannya menjadi koki kapal pesiar mewah yg baru di nikmatinya saat itu. kesalahpahaman yg membuat mereka harus terpaksa menjalin ikatan yg...
