Awalnya Joan tak ingin Prilly yg mengendarai mobil, karena wataknya yg memang keras, dengan bujukan apapun sahabatnya itu tak bisa mengubah keinginan nya.
Rasa khawatir terus menghantui Joan, pasalnya Prilly sedang mengandung ditambah kecepatan dia mengendarai mobil cukup kencang. Joan yakin ada masalah rumit yg sedang ia alami sekarang.
Bie jangan ngebut, inget lo hamil.
Prilly bahkan tak menggubris ucapan sahabatnya yg tepat duduk di sebelah jok mobilnya. Pandangan nya resah dan rasa penasaran terus berputar di otaknya.
Joan lega karena sampai di tempat tujuan dengan selamat. Mereka sampai di sebuah apartemen. Joan yakin Prilly akan bertemu seseorang.
Dengan kilat Prilly keluar dari mobil.
Lo tunggu disini gue ke dalem bentar, gapapa kan?
Mau ketemu siapa sih? Yakin gak bakal di anter?" Joan ikut keluar dari mobil."
Gak usah lo tunggu aja disini, atau di lobby? Gue buru-buru nih.
Yaudah lo sana, mobil biar gue yg urus."
Prilly mengangguk kemudian berjalan cepat masuk ke dalam apartemen.
-------
Niat membuat jebakan ternyata dia yg terjebak. Itu yg dirasakan Ali sekarang, dia bingung harus berbuat apa di tambah orangtua Sherin yg ngotot ingin mempercepat pernikahan mereka. Padahal tujuan awal Ali bukan seperti itu.
Lo gak boleh gugup." Bisik Ali saat duduk di sebelah Sherin."
Terlihat wanita itu hanya memainkan jemari tangan nya, tak ada obrolan hangat dengan kedua orang di hadapan nya, padahal Sherin tak pernah segugup ini bila berkumpul dengan orangtua nya.
Jadi gimana Li? Kalian sanggup kan menikah bulan ini?
Sherin menatap Ali sambil menggelengkan kepalanya. Raut wajah cemas terlihat jelas di matanya.
Demi sahabat istri aku." Bisik Ali sangat pelan ke telinga Sherin."
Kalo perlu kamu harus usahain bisa Li." Ucap Dion ayah Sherin."
Iya Li kamu harus secepatnya nikah dengan Sherin ya." Timpal Renata yg tak lain ibu Sherin."
ALI !!!
semua yg duduk disana terdengar kaget melihat kedatangan Prilly dengan napas terengah-engah. Wajahnya menunjukan kecewa yg sulit orang artikan.
Siapa kamu?" Tanya Renata heran."
Sherin berdiri dari sofa." Dia istrinya Ali mah."
Baik Renata maupun Dion menatap kaget sekaligus tak percaya dengan ucapan putrinya itu.
Maksud kamu apa sayang?" Dion semakin tak mengerti dengan ucapan anaknya itu."
Sherin mohon mamah sama papah ngerti kalo aku sama Ali gak akan mungkin menikah, karena Ali udah berkeluarga mah, pah.
Dia bukan istri aku.
Sherin menatap Ali tak percaya. Matanya sudah hampir keluar.
Sedangkan Prilly bagaikan tersambar petir disiang bolong, dia begitu tak percaya dengan ucapan Ali. Prilly yg sudah sakit hati berlari meninggalkan tempat itu dengan air mata yg sudah berjatuhan ke pipi nya.
Ali, kamu apa-apaan sih! Cepet susul Prilly. " bentak Sherin yg sudah sangat kesal."
Ali akhirnya keluar menyusul Prilly.
Prilly tunggu aku Prill, aku bisa jelasin." Ali mencoba mensejajarkan langkahnya dengan Prilly yg begitu tergesa-gesa."
Prilly terdengar menangis cukup kencang, Ali berhasil menahan tangannya. Namun Prilly sedikit memberontak.
Lepasin, lo bukan suami gue!
Ini salah paham, nanti aku ceritain aku mohon kamu bisa sabar Prill.
Prilly melepaskan genggaman tangan Ali kemudian menghapus air matanya. Dan menatap Ali tajam dengan mata sembab.
Gak ada lagi kepercayaan di dalam keluarga kecil kita Li, bahkan sekarang kamu selalu bohong sama aku. Siapa yg gak sakit hati mendengar suami sendiri akan menikah dengan wanita lain, bahkan suami sendiri gak mengakui istrinya sendiri. Kamu hebat Li, hebat! Makasih buat semuanya, jangan cari gue lagi, dan jangan harap lo bisa ketemu gue dan anak-anak gue.
Prilly menghembuskan napas panjang dan berbalik berjalan cepat meninggalkan Ali yg masih bergeming disana.
Padahal ini demi kita dan sahabat kamu Prill, kamu gak pernah ngerti." Lirih Ali."
-------
Sejak kejadian hari itu Prilly semakin terpuruk, Ali tak pernah pulang semenjak detik itu juga. Dan sekarang Prilly bergegas membereskan semua barang miliknya dan juga anak-anak untuk ia bawa pulang ke Bandung.
ibunya Ully sudah tahu prihal hubungan anaknya dan Ali yg sedang kacau jadi dia memutuskan menjemput putrinya ke Jakarta hari ini juga.
Alifa menjadi anak yg pendiam, Prilly paham dia tertekan karena ulah orangtua nya. Prilly merasa jahat karena gagal menjadi orangtua baginya. Tapi dia lebih memilih diam tak banyak bertanya pada putrinya itu.
Sedangkan Sion hanya merengek menanyakan soal papihnya, padahal baru dua hari sejak kejadian ia dan Ali bertengkar. Memang Sion sangatlah dekat dengan Ali bahkan bila di rumah anak dan ayah itu tak terpisahkan.
Ditambah kandungan Prilly yg semakin membesar, dan sudah memasuki usia 5 bulan.
Perjalanan cukup melelahkan bagi Prilly maupun anak-anak, tapi akan lebih nyaman bila sementara tinggal disini sampai masalahnya dengan Ali selesai.
Mungkin tekad Prilly sudahlah sangat bulat untuk berpisah dengan suaminya itu, Prilly sudah merasa tak nyaman bila harus dikhianati seperti ini.
--------
Hari-hari bahkan berbulan-bulan sudah Prilly lewati bersama anak-anaknya dengan cukup tenang meskipun tanpa Ali. Prilly rasa ini memang sudah takdir. Kehamilan nya sudah memasuki bulan 9 itu artinya dia akan segera melahirkan.
Mungkin Ali tak akan datang karena ia sudah kembali berlayar. Kadang Prilly sedih melihat nasib anak yg ia kandung harus bernasib buruk, tak seperti kakak-kakaknya dulu.
Saat kejadian itu pun Prilly tak pernah berkomunikasi dengan Ali, namun mertua nya Rayhan sering memberi kabar kalo anaknya itu baik-baik saja. Memang susah di hubungi karena Ali sedang bertugas.
Sebulan setelah kejadian pertengkaran itu Prilly sudah mengajukan cerai pada suaminya, namun pengadilan pun menolak dengan alasan Prilly sedang mengandung. Sejujurnya Prilly merasa tak nyaman dengan status hubungan nya sekarang.
Karena cuaca yg sedang panas, Prilly masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri di siang bolong seperti ini, di tambah perut buncitnya yg membuat dia sering kesulitan melakukan aktifitas.
Setelah selesai membersihkan diri, suara ponselnya bergetar menandakan pesan masuk. Dia membuka pesan itu dan masih menggunakan piyama mandinya.
Terkejut. satu kata yg tak bisa Prilly ucapkan detik itu juga. Joan sahabatnya baru saja mengirimkan sebuah video pernikahan yg membuat Prilly mati berdiri disitu juga, air matanya tak bisa ia bendung lagi.
Hanya satu kata. Prilly menyesal.
Happy reading!
Yg pengen update cepet nih aku kabulin hehe semoga suka yah jangan lupa vommentnya :D
Dan untuk selanjutnya kayanya ending deh, pokoknya tunggu aja deh kejutan nya. Bye♥
KAMU SEDANG MEMBACA
cinta di tengah samudera
Hayran KurguPrilly alena latuconsina harus menghadapi kenyataan menikah dengan mayor angkatan laut ali syarief di saat impiannya menjadi koki kapal pesiar mewah yg baru di nikmatinya saat itu. kesalahpahaman yg membuat mereka harus terpaksa menjalin ikatan yg...
