Ali i-ini apa?." Tanya prilly membekap mulutnya dengan air mata yg mulai menumpuk di pelupuk matanya."
Kenapa sih?." Sahut ali mendekati istrinya, dirinya begitu kaget saat melihat prilly memegang beberapa foto dirinya bersama wanita yg dia kenal.
Kamu tega li kamu jahat." Lirih prilly dengan air mata yg mulai mengalir."
Ali merebut paksa foto-foto yg dipegang prilly lalu merobeknya." Kamu salah paham sayang, ini jebakan."
Aku setia nungguin kamu berbulan-bulan, aku rela ninggalin pekerjaan aku demi mengurus anak-anak seorang diri, sekarang apa yg kamu lakuin disana? Kamu main hati kamu jahat." Prilly memukul-mukul dada bidang ali dengan penuh emosi."
Ali menahan lengan prilly, lalu mendekapnya dalam pelukan." Prill udah yah aku bisa jelasin."
Prilly meronta melepaskan pelukan ali, dengan segera bangkit dari tempat tidur menjauhi suaminya itu.
Prill dengerin aku yah." Sahut ali mendekati prilly perlahan."
Prilly berjalan mundur menjauhi Ali." Kamu pergi aku benci." Teriak prilly marah."
Aww..awww." prilly meringis memegang perutnya yg terlihat sakit."
PRILLY?." Ali merangkul istrinya itu dengan rasa panik."
Prill kamu berdarah?." Sahut ali lagi saat merangkul istrinya, terlihat darah segar mengalir melalui kakinya."
Aarrrhh..sa--sakit." Prilly terus mendesah dan meringis kesakitan."
Ali dengan kilat membopong prilly agar berbaring di tempat tidur, namun tanpa di duga prilly saat itu tiba-tiba pingsan membuat ali syok dan rasa bersalah mulai menyelimuti otaknya.
Mbak Susi...mbak Susi." Teriak Ali memanggil pembantu di rumahnya itu."
Knop pintu terbuka dilihatnya Alifa masuk karena mendengar teriakan dari papihnya itu.
Mamih? Mamih kenapa pih." Teriak Alifa kaget."
Ifa mba Susi mana?." Tanya ali yg sudah sangat panik."
Lagi nganterin Sion ke minimarket di depan komplek pih. Terus ini mamih kenapa?
Ifa tungguin mamih yah, papih mau televon opa sama dokter dulu." Ujar ali lembut sambil mengusap dahi anaknya pelan."
Alifa mengangguk lalu menaiki tempat tidur untuk menemani prilly yg berbaring lemah.
Tak lama dokter datang untuk memeriksa kondisi prilly. Sedangkan Alifa menunggu di ruang keluarga bersama opa Rayhan dan juga Sion.
Opa mamih sakit yah?." Tanya Sion dengan raut wajah cemas."
Rayhan mengangkat tubuh Sion kedalam gendongan nya." Doain mamih yah dia gapapa ko."
Mamih lagi hamil lagi jadi kita bakal punya adik tau." Sahut Alifa yg asik menonton tayangan kartun kesukaannya."
Berarti Sion bakal jadi abang dong." Tanya Sion lagi."
Iyalah makannya Sion jangan rewel yah kasian mamihnya tuh." Rayhan mengusap lembut rambut cucu kesayangan nya itu."
Sion mengangguk paham. Lalu turun dari gendongan opa nya dan berbaring di karpet bulu-bulu bersama Alifa yg asik bersantai nonton film kartun di tv.
Dokter dan Ali terlihat menuruni tangga, seraya itu Rayhan mendekati dokter dan Ali perihal menanyakan keadaan menantunya sekarang.
Gimana dok menantu saya? Calon bayi nya baik-baik aja kan?." Tanya Rayhan resah."
KAMU SEDANG MEMBACA
cinta di tengah samudera
FanfictionPrilly alena latuconsina harus menghadapi kenyataan menikah dengan mayor angkatan laut ali syarief di saat impiannya menjadi koki kapal pesiar mewah yg baru di nikmatinya saat itu. kesalahpahaman yg membuat mereka harus terpaksa menjalin ikatan yg...
