Kayana Adhigana.
Rajata Arya Danadipa, berani sumpah demi apapun kalau pria itu sungguh sangat membenci pemilik nama itu. Perempuan yang tidak pernah ia kenal sebelumnya, tau-tau masuk ke dalam kehidupannya dan secara ajaib menjadi istrinya sekaligu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Biarpun selama lebih dari dua bulan ini Raja selalu memperlakukan dirinya dengan lembut, namun dipandangi oleh Raja dengan tatapan penuh kasih seperti ini, adalah pertama kalinya bagi Kayana.
Meski manik matanya terpaku pada sepasang mata teduh milik Raja, Kayana tetap merasakan desiran-desiran halus yang tercipta akibat sentuhan ibu jari tangan Raja di punggung tangannya.
Raja yang dulunya ia kenal sebagai sosok dingin dan acuh, telah benar-benar berubah menjadi orang yang berbeda. Atau mungkin saja, Raja yang dikenal oleh Kayana waktu itu, bukanlah Raja yang sebenarnya. Namun Raja yang duduk di hadapannya saat ini adalah Rajata Arya Danadipa yang sebenarnya.
Seolah sedang dalam pengaruh Hipnotis, Raja tidak bisa memalingkan pandangannya dari wajah cantik sang istri. Terlebih pada rona kemerahan yang bersembur di kedua pipi wanitanya. Kalau sedang malu-malu begini, Kayana Adhigana manis dan menggemaskan sekali.
Tapi Raja yakin kalau dia tidak sedang terhipnotis. Raja sepenuhnya sadar kalau apa yang ia alami saat ini adalah akibat dari jatuhnya seorang Rajata Arya Danadipa ke dalam pesona Kayana Adhigana. Lemah sekali.
Entah sudah berapa lama mereka hanya duduk berhadapan sambil saling melemparkan senyum malu-malu. Raja tidak tahu harus mengatakan apa pada Kayana. Karena bagi pria muda itu, ciuman yang ia dapatkan barusan sudah berarti segalanya.
Pernikahan, hidup bahagia, lalu berkeliling dunia berdua, membesarkan anak-anak bersama, kemudian menua ditemani oleh Kayana. Semua impian Raja, sepertinya bukan hanya sekedar angan-angannya saja.
Sementara manik matanya tidak melepaskan pandangan dari sepasang bola mata milik Kayana yang berkilauan, kedua ibu jari tangan Raja terus mengelus-elus punggung tangan Kayana yang berada di genggamannya. Istrinya sudah setengah telanjang begini. Tapi mengapa dia tidak bisa melakukan apa pun.
Sudah bodohkah aku?
"Kamu potong rambut, Mas." celetuk Kayana sembari menyisir rambut Raja yang lebat dan berwarna hitam pekat, bermaksud menghentikan kebisuan di antara mereka.
"Tampan..." sambungnya dengan suara lirih setengah malu.
Mendengar pujian yang hanya dapat didengar olehnya, Raja terkekeh senang. Sebagai balasan, Raja meraih tangan kiri Kayana yang ada di genggamannya, lalu membawa jari-jari lentik itu ke depan wajahnya sebelum menghadiahi telapak tangan Kayana sebuah kecupan lembut.
Tindakan mengejutkan yang berhasil memacu degup jantung Kayana, sehingga aliran darahnya berbalik dengan cepat dan mengakibatkan perutnya mulas. Baru segini saja, dia sudah kelabakan.
"Waktu rambut panjang kemarin, apa aku tidak tampan, Kay?" tanya Raja tampak serius.