10

9.9K 676 43
                                        

"Iya, Mbak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Iya, Mbak. Aku nggak bohong." cetus Tiana seraya melempar tatapan serius pada wanita muda yang membalas ceritanya dengan kekehan geli, seakan-akan dia baru saja mengarang cerita konyol dan tidak masuk akal.

"Raka sendiri yang cerita ke aku kalau Mas Raja pernah mau menikahi anak bosnya sewaktu masih kerja di Jepang." Tiana tampak kian meyakinkan. Kemudian memalingkan pandangan ke arah lain. "Siapa ya namanya, Fumiko atau Fumiso gitu lah pokoknya, aku lupa." lalu mengibaskan tangan.

Kayana mengangguk lagi, masih tidak ingin menanggapi cerita calon adik iparnya ini. Sejak jauh-jauh hari, Kayana sudah menyiapkan hatinya untuk mendengar cerita semacam ini. Namun ternyata, Kayana belum bisa menerima kenyataan bahwa pria dingin seperti Raja ternyata juga pernah jatuh cinta.

Kayana jadi penasaran akan wanita yang pernah dicintai oleh suaminya. Sosoknya pasti cantik. Kepribadiannya pasti juga baik sampai wanita itu berhasil membuat Raja jatuh cinta hingga ingin menikahinya.

"Sampai sekarang aja, aku masih belum percaya kalau Mas Raja yang sangat sombong itu, pada akhirnya menikah sama Mbak Yana." sambung Tiana dengan tatapan prihatin.

Kayana yang semula hanya tersenyum sembari memandangi teh dalam cangkirnya, mengangkat wajah dan bertanya. "Kenapa? Apa kamu juga berpikir kalau aku nggak pantas buat Mas Raja?"

"Bukan begitu." Tiana menggeleng kuat-kuat disertai kibasan tangan. "Aku justru nggak percaya kenapa perempuan sebaik Mbak Yana mau menikah dengan Mas Raja yang angkuh dan sombong."

"Begitu?" Kayana terkekeh pelan.

"Iya!" seru Tiana sambil mengangguk mantap. Kemudian mencondongkan badan ke arah Kayana sebelum berbisik pelan. "Mbak, jujur deh sama aku. Setelah empat bulan menikah, apa Mbak Yana masih betah jadi istri Mas Raja?"

"Betah." Kayana mengangguk sambil tersenyum simpul.

Detik itu juga, Tiana menghempaskan punggung ke sandaran kursi sebelum bergidik ngeri dan memeluk dirinya sendiri usai mendengar jawaban Kayana yang singkat namun sanggup membuat sekujur tubuhnya merinding.

Bagaimana mungkin wanita normal, waras, cantik dan baik hati seperti Kayana masih betah tinggal bersama pria aneh seperti Rajata Arya Danadipa? Apa jangan-jangan, tebakan Raka benar mengenai Raja dan Kayana yang sudah saling mencintai?

Ah, gak mungkin!

✿✿✿

Sepanjang perjalanan menuju kediaman orangtuanya, Raja mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Beberapa kali pria itu menekan klakson dan menurunkan kaca jendela di sampingnya hanya untuk berteriak dan memaki beberapa orang yang tidak beruntung karena tidak sengaja bertemu dengan Rajata Arya Danadipa yang sedang dalam suasana hati buruk.

"Kalau buru-buru, berangkat pagi aja bos!" teriak supir angkutan umum yang tidak terima kendaraannya disalip oleh Raja.

"Shut up you bloody moron!"

Setelah MenikahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang