27

14.5K 512 21
                                        

Buat temen-temen yang dari kemarin minta aku publish bab tambahan Setelah Menikah di Karyakarsa, tapi nggak mau baca dari awal, ini dia bab-bab tambahan yang kalian tunggu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Buat temen-temen yang dari kemarin minta aku publish bab tambahan Setelah Menikah di Karyakarsa, tapi nggak mau baca dari awal, ini dia bab-bab tambahan yang kalian tunggu.

Tapi karena bagian ekstra dimulai dari Bab 22, aku publish mulai dari Bab 21 supaya alurnya tetap runut. Jadi kalian bisa langsung baca 16 Bab di sana.

Cari yang judulnya Setelah Menikah || Bab 21–Epilog. Tapi kalau kalian mau baca yang versi lengkap, cari yang judulnya Setelah Menikah || Bab 1–36.

Pyungg ❤️‍🔥
•¥•

Pyungg ❤️‍🔥•¥•

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kring... Kring... Kring...

Mendengar telepon rumahnya berdering, Kayana yang tengah berada di dapur untuk menyiapkan makan malam, segera meninggalkan kesibukannya dan bergegas menuju ruang duduk.

Dalam langkahnya menuju pesawat telepon yang terus berdering itu, Kayana menyempatkan waktu untuk menengok keadaan putra-putranya yang sedang berkumpul di depan Televisi.

Tanpa terasa, tahun ini sudah memasuki tahun ke 7 pernikahannya bersama Raja. Kayana juga tidak pernah berekspektasi jika ia dan suaminya akan dikaruniai tiga orang putra.

Putra pertamanya bernama Rangin Hanasta Danadipa. Bocah berparas tampan berusia enam tahun yang sangat mengidolakan papanya itu, tengah duduk bersandar pada sofa sembari membaca komik Doraemon yang dibawakan oleh suaminya tempo hari.

"Mas Rambang, nonton TV-nya jangan terlalu dekat, Nak." cetus Kayana bersama langkahnya yang terus terayun.

Putra keduanya bernama Rambang Aditya Danadipa. Anak laki-laki berusia empat tahun yang juga mewarisi ketampanan suaminya itu, sedang menonton serial kartun di Televisi bersama adiknya.

Mendengar perintah sang ibu, Rambang sempat menoleh ke arah Kayana sesaat, kemudian bergerak mundur sambil menarik sang adik yang duduk di sampingnya.

"Aaaaaa!! Mamaaaaa!"

Dan yang barusan menjerit itu adalah si Bungsu. Si Biang Onar yang menurut orang-orang paling tampan itu, bernama Regis Kama Danadipa. Kenapa Kayana sampai menyebut Regis biang onar? Karena meski Regis masih berusia dua tahun, putranya itu sudah memperlihatkan kepribadian yang jauh berbeda dari kedua kakaknya yang cenderung pendiam dan penurut.

Setelah MenikahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang