30] Permintaan Maaf

106 13 3
                                        

Hello guyss, makasii dah mampir yaa❤
Mohon sedekahnya dengan klik tombol bintangnya, dijamin hidayah☺️🙏

See you again 😇

.

.

.

Orang yang selama ini menjadi pengagum SMA Warnakerta, kini selalu terlibat masalah membuat para guru heran. Tepat jam istirahat pertama, guru menuntun Mika dan Viana menghadapnya di ruangan khusus karena kantor guru masih ada tamu.

Tok.. tok... tok...

"Permisi Pak"

Ah iya, satu saksi lagi. Kini Bihar datang menggantikan posisi Nanda. Berhubungan Bihar hanya menjadi tukang antar mereka kemarin, kemungkinan Bihar memiliki suatu kebenaran.

"Silahkan duduk," suruh Pak Iman kepada Bihar.

Bihar lekas duduk disamping Mika. Baru kali ini Bihar berada di dekat guru membuat nyalinya menciut.

"So, Bapak dengar sekilas tentang kamu yang sudah berani minum alkohol sama Nanda. Begitu kan Viana?" Sorot mata Pak Iman sudah mengarah ke wajah Viana yang agak tertunduk.

"Iya Pak."

"Lantas kenapa kamu menerima tawaran itu?"

"Pak, izin menyangkal dikit yaa. Mohon maaf sebelumnya Pak. Sebenarnya kak Nanda berusaha menjebak saya lewat alkohol tapi Viana udah berani gantiin posisi saya. Dia juga dijebak Pak," pendapat Mika.

Pak Iman hanya manggut kecil sebelum berpikir lebih dalam untuk meredakan permasalahan.

"Benar Pak, Viana sama Mika tuh sebenarnya sama-sama terpojokkan oleh rencana licik Nanda," tambah Bihar.

"Saya memang salah Pak! Saya akui kalau dari dulu saya pernah minum sebelum kasus ini."

Benar, sejak tadi Pak Iman menunggu pengakuan Viana yang sesungguhnya. Viana tahu tipe guru seperti Pak Iman kurang menyukai orang yang berbohong.

Sementara itu, Mika dan Bihar kaget mendengarnya. Mereka spontan menoleh Viana dengan tampang kaku.

💥💥💥

Bapak berharap penuh sama kamu Viana. Tolong jaga nama baik sekolah yaa. Soalnya kamu udah makin terkenal, lebih sering jadi sorotan. Bukan di Warnakerta saja tapi SMA yang lainnya juga.

Otak mereka cukup terngiang-ngiang atas kejadian barusan. Betapa hebatnya Pak Iman menjadi seorang pembimbing sampai Viana mudah mengakui sebuah kebenaran yang tersembunyikan selama ini.

Mika dan Bihar duduk berdampingan di belakang taman sekolah, hanya tempat ini yang bisa melepaskan penat para siswa.

Bihar kembali menatap rambut Mika sampai mengundang kecurigaan.

"Auah, jangan tanyain shampo lagi. Gue belum sempet keramas," sinis Mika.

"Bukan itu, tapi ada daun mendarat di rambut lo." Tanpa izin, Bihar segera menyentuh sehelai rambut Mika untuk menghilangkan daun kering yang menempel.

Pretended || Avoidant ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang