13

53.5K 3.4K 27
                                        

Malam harinya...

Axyra sedang di dandan oleh make up artist yang di sewa Maurice agar gadis itu terlihat sempurna, beberapa menit kemudian Axyra keluar dari ruang rias dan dia memakai gaun berwarna violet. Rambut panjangnya di sanggul,dia memakai high heels.

Maurice tampak begitu terpukau melihat kecantikan Axyra, gadis itu benar-benar sangat cantik dari biasanya. Axyra menjadi gugup di tatap Maurice.

"Kak Maurice." Ucap Axyra.

"Ayo kita berangkat." Ucap Maurice.

Axyra mengikuti Maurice dari belakang tapi tiba-tiba pria itu memegang tangan gadis tersebut, Axyra pun terkejut dengan perlakuan Maurice.

"Kamu berjalan cukup lambat." Ucap Maurice.

Tidak lama kemudian mereka berdua masuk ke dalam mobil, Maurice menyalakan mobilnya dan meninggalkan tempat itu. Selama dalam perjalanan Axyra dan Maurice tidak saling berbicara.

"Nanti di sana,jangan jauh-jauh dari saya." Ucap Maurice.

"Kenapa?" Ucap Axyra.

"Pokoknya tidak boleh, karena acaranya di gelar di ballroom. Rekan bisnis ku itu adalah teman baik ku, jadi jaga kesopanan mu." Ucap Maurice.

"Iya-iya aku tahu." Ucap Axyra.

Mereka berdua tiba di sebuah hotel yang mewah, Axyra dan Maurice keluar dari mobil. Terlihat begitu banyak tamu undangan yang datang ke sana, mobil-mobil mewah berjejer rapi.

"Gandeng tangan saya agar orang-orang percaya kalau kita berdua sepasang kekasih." Ucap Maurice.

Axyra menggandeng tangan Maurice, mereka berdua pun masuk ke dalam ballroom yang berada di dekat kolam hotel. Orang-orang memperhatikan mereka berdua, karena mereka terkejut melihat Maurice membawa seorang gadis cantik.

"Hai bung,aku tidak menyangka kalau kamu membawa seorang kekasih." Ucap Javas.

"Perkenalkan ini Axyra,dia kekasih ku. Ooo iya selamat ulang tahun ke 28." Ucap Maurice.

"Terima kasih atas ucapannya,ooo iya kapan kalian akan menikah?" Ucap Javas.

  Axyra  tiba-tiba terbatuk mendengar ucapan Javas,dia tidak menyangka Javas menanyakan soal itu. Sedangkan Maurice hanya tersenyum kecil.

"Kami berdua masih ingin berpacaran." Ucap Maurice.

"Iya,itu benar." Ucap Axyra mengangguk kepalanya.

"Oh hai Maurice dan siapa gadis yang bersama mu? apakah dia kekasih mu?" Ucap Celestine istrinya Javas.

"Iya,dia kekasih ku. Namanya Axyra." Ucap Maurice.

"Celestine." Ucap Celestine.

"Senang bertemu denganmu,kak Celestine." Ucap Axyra tersenyum manis.

"Silahkan nikmati acaranya." Ucap Javas.

Axyra tidak sengaja melihat kue-kue yang menarik perhatiannya, gadis itu langsung menuju ke meja kue. Dia mengambil piring dan setelah itu dia mengambil kue yang enak menurutnya.

Javas, Celestine,dan Maurice memperhatikan Axyra yang mencicipi kue dan meletakkan kue ke piringnya.

"Kekasih mu sangat lucu, Maurice." Ucap Celestine.

"Itu benar, Maurice. Aku tidak menyangka kamu bisa move on dari Olivia, apalagi kekasih mu yang sekarang cukup serasi denganmu" Ucap Javas.

"Itu benar, Maurice. Cepatlah menikahinya." Ucap Celestine.

Maurice hanya diam saja sambil menatap kearah Axyra yang mencicipi kue di sana, gadis itu benar-benar sangat imut saat makan kue. Pipinya mengembung saat mengunyah makanannya.

Tapi tiba-tiba ada seorang laki-laki yang datang menghampiri Axyra yang sedang makan kue.

"Hai Axyra." Ucap laki-laki itu.

"Jaga jarak 2 meter dari ku, aku tidak mau kekasih ku cemburu." Ucap Axyra menatap datar melihat mantan kekasihnya.

"Kau sudah memiliki kekasih baru?aku tidak menyangka kamu cepat melupakan ku." Ucap Hendry.

Maurice langsung menghampiri Axyra dan Hendry,dia tidak suka melihat gadis itu dekat dengan laki-laki lain.

"Kak Maurice." Ucap Axyra.

"Jangan ganggu pacar saya." Ucap Maurice datar.

Hendry takut melihat Maurice karena dia tidak mau macam-macam dengan pria itu, karena Maurice orangnya sangat di segani banyak orang. Dia pun meninggalkan tempat itu, Axyra menatap kepergian mantan kekasihnya dengan tatapan datar.

"Siapa?" Ucap Maurice.

"Dia mantan ku,kami berdua putus karena dia berselingkuh di belakang ku." Ucap Axyra.

"Jangan terlalu banyak makan, nanti kamu bisa gendut." Ucap Maurice.

"Kejam." Ucap Axyra sambil mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Maurice.

"Jangan terlalu imut,saya tidak suka." Ucap Maurice datar.

"Kau pria kejam,kak Maurice." Ucap Axyra kesal dengan Maurice.

Namun di mata Maurice, Axyra tampak begitu imut saat marah bahkan kedua pipinya mengembung saat makan.

Cup

Maurice mencium pipi Axyra karena dia tidak tahan dengan keimutan gadis itu, sedangkan Axyra terdiam dan masih memproses kejadian yang barusan terjadi.

"Cepatlah makan kuenya,saya akan mengantar mu pulang ke mansion." Ucap Maurice.

"Sebenarnya apa yang terjadi?" Ucap Axyra.

"Jangan pikirkan itu." Ucap Maurice sedikit lembut dan mengelus rambut Axyra.

Axyra selesai menghabiskan kuenya dan bibirnya belepotan oleh sisa-sisa kue, Maurice mengambil tisu dan menyeka bibir gadis itu. Jantung Axyra berdetak kencang dengan perlakuan Maurice yang tiba-tiba lembut padanya.

'sebenarnya jantung ku kenapa? apakah aku punya riwayat sakit jantung?' batin Axyra.

Axyra tidak menyadari bahwa dirinya sudah jatuh cinta kepada Maurice.

TBC....

Jangan lupa vote dan coment ya teman-teman karena itu gratis.

MENJADI KAKAK MALE LEAD Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang