8. Terluka

233 205 20
                                        

HAPPY READING

Jangan lupa vote and komen ya!

Lama Keenan menunggu kedatangan Vei dan Galen di ruang tamu, dari arah luar terdengar suara mereka berdua. Tanpa memastikan lewat jendela, Keenan langsung membuka pintu rumah.

"Lama banget kalian nyampe, padahal gak jauh jaraknya" ucap Keenan.

"Kaki Galen kan sakit bang, jadi gak bisa buru buru dong" balas Vei.

"Oh iya, masuk deh kalian" Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah dan Keenan langsung menutup pintu.

Galen dan Keenan duduk di ruang tamu, sedangkan Vei pergi mengambil kotak P3K.

"Sorry ya bang, gue jadi ngerepotin kalian gini" ujar Galen.

"Yang penting luka lo diobatin dulu, gue kedalam dulu ntar Vei kesini tunggu bentar" ucap Keenan pergi.

"Sebelum diobatin, bersihin dulu luka lo" Vei datang membawa kotak P3K serta baskom berisi air hangat dan handuk.

"Sama lo atau gue bersihinnya?" tanya Vei.

"Gue aja" balas Galen mengambil handuk basah itu lalu membersihkan lututnya sendiri.

Sambil menunggu, Vei membuka kotak P3K lalu mengambil betadine, kasa dan hansaplast.

"Mungkin ini bakal sedikit perih" Vei menuangkan betadine pada lutut Galen lalu ditutup dengan kasa dilanjutkan dengan hansaplast.

"Shh.. thanks ya" ucap Galen tersenyum.

Vei menganggukkan kepalanya "Lo mau minum apa?"

"Apa aja yang ada" balas Galen.

"Oke, tunggu sebentar"

Tersisa hanya Galen di ruang tamu itu, jika ditanya kemana orang tua Vei mereka sudah tidur lebih awal. Mungkin karena kelelahan.

"Loh Vei kemana?" tanya Keenan datang menghampiri.

"Bikin minum katanya" balas Galen.

"Ohh, udah mendingan lutut lo?"

"Udah, tadi diobatin Vei"

"Emang cocok dia jadi dokter"

"Cita cita Vei jadi dokter bang?"

"Iya, dia bilang pengen jadi dokter tapi kalau ga kesampaian jadi psikolog juga mau. Intinya yang berhubungan sama kesehatan"

"Pantes tadi dia teliti banget"

"Lo sendiri gal?"

"Gue kepengen jadi pilot sih bang"

"Keren, semoga cita cita kalian tercapai"

Sambil membawa nampan berisi minuman dan camilan, Vei menghampiri mereka berdua lalu ikut duduk di depan mereka dengan nampan yang disimpan dimeja.

"Ngobrolin apa nih?" tanya Vei.

"Anak kecil dilarang kepo" balas Keenan.

"Dihh, ngobrolin apa sih gal?" tanya Vei beralih menatap Galen berharap dia akan memberi taunya.

Keenan yang berada disamping Galen mengkode lewat gelengan kepala.

"Kerjain seru nih kayaknya, lagian abangnya juga dukung" batin Galen tersenyum jahil.

"Bener kata abang lo tadi, anak kecil dilarang kepo" ujar Galen.

"Wahh mainnya kerja sama, curang dua lawan satu"

"Hahaha.. udah larut malem nih gue pamit pulang ya" ucap Galen melihat jam dinding.

"Nginep aja" tawar Keenan.

Friendship and Love [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang