21. Jadian

183 148 38
                                        

HAPPY READING

Jangan lupa vote and komen ya!

Hari hari berlalu, tidak terasa kini hubungan Vei dengan Galen menjadi semakin dekat. Mereka berdua memutuskan untuk menjadi sahabat.

Galen selalu menjemput Vei untuk berangkat sekolah bersama dan pulang bersama setiap hari.

Sabtu, hari ini Vei seperti biasa melakukan pekerjaan rumah. Setelah semuanya selesai ia memutuskan untuk pergi mandi sebelum suara notifikasi pesan mengalihkan perhatiannya.

"Siapa pagi pagi gini ngechat gue?" Vei melihat isi pesan tersebut dan ternyata itu dari Galen.

Galen:
Vei, lo sibuk gak hari ini?

You:
Enggak, kenapa Len?

Galen:
Ketemu nanti di cafe jam 10.

You:
Mau ngapain?

Galen:
Datang aja, ntar juga lo tau.

You:
Oke.

Tidak ingin berlarut dalam rasa penasaran, Vei langsung pergi mandi dan bersiap siap untuk bertemu dengan Galen.

Selesai bersiap, Vei langsung bergegas pergi menuju cafe. Berhubung sekarang Weekend, kedua orang tuanya melakukan jogging sedangkan Keenan masih tidur di kamarnya.

Baru saja memasuki cafe Vei bisa melihat keberadaan Galen, ternyata dia datang lebih awal.

"Hai, awal banget?" sapa Vei duduk berhadapan dengan Galen.

"Sorry kalau gue ganggu Weekend lo" ucap Galen.

"Santai, lagian gue gak ada kegiatan. Kenapa lo minta ketemuan?" tanya Vei penasaran.

"Ngobrol biasa aja sih" balas Galen.

"Yakin?" Vei meragukan respon Galen.

"Iya, kayaknya semenjak kejadian dibohongin itu lo jadi gak percayaan orangnya" Galen meminum minuman yang tadi ia pesan.

"Beda lagi dong" seru Vei.

"Lo udah siap buat buka hati?" tanya Galen tiba tiba.

"Maksud lo?" Vei tidak mengerti kenapa Galen tiba tiba menanyakan pertanyaan itu.

"Gue paham sih, lo kan putus bisa dibilang baru Minggu kemarin jadi masih kerasa sedihnya" pikir Galen.

"Gue gak ngerasa sedih atau apa pun yang lo pikir itu, gue udah ngerasa lebih baik" balas Vei tersenyum.

"Pantes beda" ujar Galen.

"Apanya yang beda?" Vei menaikkan satu alisnya.

"Lo cantik" dua kalimat yang mampu membuat Vei tersenyum salting.

"Emang, baru sadar lo?!" alih alih menyembunyikan rasa saltingnya, Vei lebih baik berpura pura biasa saja.

"Cantik sih tapi sayang... Bukan cewek gue" ucap Galen menatap Vei cukup lama.

"Emang kalau cewek lo kenapa?" bodoh, ngapain lo jawab gitu sih Vei.

"Cantiknya pake banget" Galen memberikan dua jempol.

"Dasar buaya lo" cibir Vei.

"Jujur Vei, gue masih suka sama lo. Semenjak lo nolak gue dan lebih milih Bagas, perasaan gue ke lo masih ada sampai sekarang" tanpa mengalihkan matanya, Galen menatap Vei sambil tersenyum.

Friendship and Love [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang