9. Ragu

217 195 19
                                        

HAPPY READING

Jangan lupa vote and komen ya!

Sekarang tiba waktu pelajaran PPKn, berhubung jam pelajaran PPKn IPA dan IPS saling bergantian. Bu Henny selaku guru PPKn meminta kedua jurusan tersebut untuk disatukan saja yaitu dikelas IPS.

Alasan disatukannya karena kepala sekolah mengadakan rapat dadakan antar guru, tetapi Bu Henny izin tidak ikut karena tidak ingin membiarkan jamkos untuk kelas 10 IPA & IPS.

Kelas IPA kini berada di depan kelas IPS dan Bu Henny menyuruh mereka untuk duduk, setiap bangku berisikan tiga orang walaupun sempit tapi mereka tetap duduk, ingin protes pun percuma rasanya.

Karena setiap kelas disekolah ini rata rata duduk dengan teman lawan jenis, maka di kelas IPS saat ini ada yang dua orang cewek satu cowok begitupun sebaliknya tapi ada juga murid yang duduk dengan teman sesama jenis.

"Sempit ga Vei?" tanya Bagas.

"Cukup kok cukup" balas Vei.

Vei duduk bersama Bagas dan Dava dengan posisi Vei berada ditengah mereka, Olivia bersama Jihan dan Arga, sedangkan Zeva bersama Dinda dan Luna.

"Semuanya sudah mendapatkan tempat duduk?" tanya Bu Henny.

"Sudah Bu" balas semua murid.

"Sekarang kalian buka buku paketnya halaman 110-120. Kalian baca setelah itu rangkum lalu tulis dibuku catatan jika sudah dikumpulkan kalau ada yang tidak mengerjakan ibu anggap tidak hadir" ucap Bu Henny.

Semua murid yang mendengar itu pun langsung membuka buku paket dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh Bu Henny.

"Gas, lo liat pulpen gue gak?" tanya Dava.

"Enggak, coba lo cari yang bener" balas Bagas.

"Udah tapi gak ada, kayaknya ilang dah" Dava panik.

"Gue bawa pulpen dua kok, nih lo bisa pake" Vei memberikan salah satu pulpennya.

"Oke, habis pelajaran ini gue balikin lagi" Dava mengambil pulpen itu setelahnya mereka bertiga mulai membaca dan merangkum.

Suasana kelas seketika hening hanya terdengar suara buku yang berpindah pindah halaman.

Galen yang duduk dibangku keempat jajaran sebelah Vei yang berada dibangku kedua hanya memantau dari jauh. Roy dan Arga teman sebangku Galen yang melihat Galen tidak mengerjakan tugasnya akhirnya menepuk pundaknya.

"Liatin apa lo sampe gak ngerjain?" tanya Roy.

"Hah.. bukan apa apa" Galen yang terkejut pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"Sampe sini kan ya nulisnya?" tanya Arga menunjuk buku paket halaman 120.

"Iya, lo udah selesai?! cepet amat" ujar Roy pasalnya ia baru menulis sampai halaman 114.

"Belum lah gila! Gue cuma nanya doang takut salah"

Galen sibuk menulis tak menghiraukan kedua teman sebangkunya itu, terlihat fokus padahal kenyataannya tidak.

"Apa iya gue mulai suka sama Vei?" Galen membatin sesekali melirik kearah Vei yang sibuk menulis.

Tiga puluh menit berlalu, semua murid yang mengerjakan tugas sudah mengumpulkan buku catatannya. Masih ada waktu 10 menit lagi, karena tidak di izinkan untuk keluar sembari menunggu buku yang dinilai para murid menghabiskan waktu untuk mengobrol atau melakukan kegiatannya masing masing.

"Nih pulpennya Vei, makasih udah minjemin gue" ucap Dava.

"Sama sama Dav" balas Vei mengambil pulpennya kembali dan memasukkan kedalam tempat pensil.

"Btw lo pulang sekolah sama siapa?" tanya Bagas.

"Seperti biasa sama abang gue" balas Vei.

"Bareng sama gue mau gak?" tawar Bagas.

"Emang kenapa?" bukannya menjawab Vei balik bertanya.

"Jadikan gini, adek gue besok ulang tahun nah gue bingung harus beli apa berhubung lo cewek pasti tau selera sesama cewek, gimana mau gak bantuin gue?"

"Oh gitu ya, boleh deh ntar gue chat abang gue ngasih tau biar dia pulang duluan"

"Eh tapi kalau lo mau pulang dulu buat ganti baju gapapa"

"Gak usah biar langsung aja" dari pada capek bulak balik mending sekalian aja capeknya pikir Vei.

"Yaudah kalau gitu abis pulang sekolah kita langsung ke mall"

"Gue gak ditawarin ikut nih?" celetuk Dava sedari tadi menyimak obrolan mereka berdua.

"Lo cowok, lagian ikut mau ngapain coba" ujar Bagas.

"Pelit amat lo" ucap Dava.

"Emang" Bagas tidak mau kalah.

"Malah ribut kalian nih kayak bocah" Vei menggelengkan kepala melihat tingkah mereka berdua.

***

Vei bersama para sahabatnya berada diparkiran sekolah, satu persatu murid meninggalkan area sekolahan.

Seperti yang sudah disepakati Keenan sudah pulang duluan, kini Vei menunggu kedatangan Bagas. Keenan selaku abangnya tidak pernah melarang Vei selagi itu tidak negatif pasti ia akan mengizinkan.

"Masih nunggu abang lo?" tanya Selena.

"Enggak, dia udah gue suruh pulang duluan" balas Vei.

"Lah terus lo nungguin siapa?" Olivia bingung.

Ah benar, Vei belum sempat cerita soal ajakan Bagas. Bisa bisanya Vei lupa, semoga saja kali ini mereka tidak menduga duga seperti kejadian waktu Vei dengan Galen.

"Gue nunggu Bagas, jadi gini tadi sebelum kelas bubar dia minta bantuan gue katanya adeknya besok ulang tahun terus dia bingung harus beli hadiah apa akhirnya minta tolong gue. Bilangnya sih karena gue cewek jadi seleranya pasti sama" ucap Vei menjelaskan.

"Oh gitu, emang adeknya umur berapa?" tanya Zeva.

"Gak tau sih gue juga, ntar deh gue tanyain" balas Vei.

"Terus lo mau langsung ke mall gak ganti baju dulu gitu?" tanya Luna.

"Iya sengaja, biar capeknya sekalian"

"Mending sekalian jalan jalan Vei" ujar Jihan.

"Gak deh, lagian niatnya cuma bantuin Bagas doang kok"

"Yaudah, lo mau kita temenin gak disini?" tanya Dinda.

"Gak usah, kalian pulang aja... tuh si Bagas" Vei menolak lalu menunjuk ke arah Bagas yang menghampiri mereka.

"Yaudah kalau gitu, hati hati ya kalian" ucap Luna ketika Bagas tepat dihadapan mereka.

"Jagain bestie gue, awas sampe dia kenapa kenapa gue tonjok lo!" ancam Zeva dengan tangan dikepal didepan muka Bagas.

"Pasti gue jagain kok" Bagas tersenyum.

"Apa sih kalian, dipikir gue anak kecil kali harus di jagain segala" ujar Vei tidak terima.

"Lo emang anak kecil, makanya harus di jagain" sahut Selena.

"Udah ah sono kalian pulang" usir Vei kepada para sahabatnya.

Akhirnya mereka pun pulang lalu tersisa Vei dengan Bagas. Tidak mau membuang waktu lagi, Bagas langsung memakai helm dan menyalakan motornya.

"Yok naik.. eh bentar, nih pake jaket gue buat nutupin paha lo" Bagas memberikan jaketnya.

"Makasih" balas Vei memakai jaket itu di pinggang dan diikatkan pada perutnya.

Setelah Vei duduk Bagas langsung menjalankan motornya dengan kecepatan sedang, mall yang jaraknya tidak terlalu jauh membuat perjalanan mereka hanya memakan waktu 15 menit.

Ketika sampai ditempat parkir mereka berdua langsung turun bergegas menuju ke mall, ini tidak akan lama pikir Vei.

____

Friendship and Love [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang