2. Kebetulan? [Revisi]

74 17 2
                                        


Pukul 13:40

Di perpustakaan yang sepi nan senyap, bahkan suara gorden saja terdengar dengan merdu saat angin berhembus.

Niko dan Kouko, kini hanya keduanya di sana, saling pandang satu sama lain. Bisa dilihat dari raut wajahnya, Niko seolah-olah terancam dengan keberadaan gadis itu.

Dia cantik, berambut pirang keemasan, dan bermata biru. Dia jelas berbeda darinya, dan kebanyakan orang di sini. Namun... kenapa dia malah jadi petugas perpustakaan? Toh dia bisa lebih populer kalau ke ekskul lain.

Niko pun berjalan ke mejanya, duduk di sana sambil bersandar. Tapi... Kouko terus menatapnya, membuat Niko gelisah.

"Apa liat-liat!" dia berusaha membuat gadis itu tak nyaman.

"Aku tidak melihatmu, kok." jawab Kouko santai.

Niko sontak malu, langsung mengalihkan pandangannya ke jendela di sampingnya, yang kemarin pecah terkena bola.

Dengan langkah kecil, Kouko menuju meja tugasnya, yang tepat di samping Niko. Kini meja itu tidak akan kosong lagi. 

Saat Kouko duduk di sana, Niko masih heran dan sulit mencerna maksud kejadian ini. Cewek kayak dia... seharusnya gak di sini, kan? 

Tapi itu adalah keputusannya, dan Niko harus menerima keberadaannya di sini, walau ia sendiri merasa terganggu. Kesunyian, ketenangan, dan rasa nyaman di sini, mungkin akan sedikit berbeda, dengan kehadiran Kouko.

Hening.

Namun beberapa saat kemudian...

"Niko Dheiman," panggil Kouko.

Niko menoleh cepat. "Ha?"

Gadis itu menunjuk buku yang ada di atas mejanya. "Apakah aku boleh melihat buku itu?"

Nih orang formal banget, dah! Kayak KBBI! Niko secara malas-malasan mengambil buku laporan itu yang ada di atas mejanya. "Nah,"

Kouko mengambilnya, membuka buku itu.

"Tau kan cara ngisinya?"

Kouko mengangguk. "Tahu,"

"Baguslah!" Niko akhirnya bisa bersantai, tanpa perlu mengajari gadis itu lagi.

Beberapa saat kemudian, Niko memeriksa rak, merapikan buku-buku yang belum sepat ia bereskan kemarin. Namun tiba-tiba...

Dug!

Dia mendengar sesuatu lorong sebelah. Dia berpikir sejenak dan bulu kuduknya mulai menegak. Ya ampun! Angker banget tempat ini!

Niko memberanikan diri, mengintip dari sela-sela rak dan mendapati, Kouko, yang sedang memanjat sebuah rak.

"Hei! Turun ih!" Niko buru-buru ke sana, sebelum rak-rak itu jatuh.

Kouko pun menurunkan kakinya, ada sedikit rasa bersalah di matanya. "Maaf,"

Dengan tegas, ia pun memarahinya walau tak tega. "Ngapain sih?!"

"Itu," Kouko menujuk ke buku yang ada di atas rak. "Buku itu salah tempat, dan aku mau memindahkannya ke rak yang tepat."

Niko memandangi buku itu, memang benar kalau buku itu ada di rak yang bukan kategorinya.

"Makasih, ya? Gak keliatan, hehe..."

Kouko mengangguk kecil, dan pergi tanpa kata-kata. Sifat dinginnya itu jelas membuat Niko tertampar.

Ck! Nih orang kayak es kutub, asli!

Forbidden Book [Rewrite]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang