7. Awkward[Revisi]

43 7 5
                                        


15 Juni, Ruang Ganti.

Kalimat itu muncul di buku ketiganya.

Ruang ganti? Ada apa di sana?

"OK... now what?" Olivia melipat tangannya, menatap Niko dengan mata penuh harap.

"Ruang ganti, ya?" Niko mengerutkan dahi. Ruangan itu ada di lantai dua, di gedung olahraga. "Jadi... ada apa di sana?"

"Mungkin ada yang mesum," Jovian menyeringai, menambahkan dengan nada penuh hiburan.

"JOVI!"

PLAK!

Olivia mendaratkan tamparan cepat ke kepala Jovian.

"Aw! Aku cuma nebak!" protesnya sambil mengusap kepalanya yang kini sedikit perih.

Siang yang tadinya tenang di perpustakaan kini terasa lebih berisik karena diskusi aneh ini. Ruang ganti. Ramalan. Sesuatu akan terjadi di sana.

Perpustakaan sedang sepi, hanya mereka dan Kouko yang duduk di meja penjaga. Kesempatan untuk menyelinap keluar sebentar cukup terbuka lebar.

Niko berjalan mendekati Kouko yang masih sibuk dengan buku-bukunya.

"Kouko."

Gadis itu mengangkat kepala, menatapnya dengan tatapan kosong yang biasa.

"Aku keluar bentar, ya? Cuma sepuluh menit, kok."

Kouko menatapnya sejenak sebelum akhirnya mengangguk. "Ehm... baik."

Itu sudah cukup.

Tanpa menunggu lebih lama, Niko memberi isyarat pada Olivia dan Jovian. Mereka bertukar pandang. Lalu, tanpa sepatah kata lagi—mereka bergerak.

Menuju ruang ganti.

***

Langkah kaki mereka bergema di sepanjang koridor lantai dua. Cahaya matahari siang mengintip dari jendela besar, menciptakan bayangan panjang di lantai.

Ruang ganti terbagi dua—laki-laki dan perempuan.

Tanpa ragu, Jovian dan Niko masuk ke ruang ganti laki-laki, sementara Olivia menuju yang perempuan.

Di dalam, deretan loker berdiri rapi. Bau khas ruangan lama menyatu dengan udara lembap.

Jovian mengamati sekeliling dengan antusias. "Ada yang aneh gak?"

Niko menggeleng. "Gak ada, sih."

Mereka keluar hampir bersamaan dengan Olivia yang tampak kecewa.

"Gimana?" tanya Niko.

Olivia menggeleng. "Kosong blong! Gak ada apa-apa."

Jovian terkikik. "Yakin? Udah diintip lokernya?"

Niko memicingkan matanya. "Nah itu! Kita belum ada meriksa isi loker!"

Niko kembali masuk dan memeriksa loker satu per satu. Tapi hasilnya tetap nihil. Hanya debu dan ruang kosong.

Ketika ia kembali ke luar, Niko menatap Olivia. "Eh, Oliv coba cek loker di kamar ganti cewek. Mana tau.."

Olivia mendesah, lalu mengangguk dan masuk lagi.

Hening.

Kemudian—

"NIKO! JOVI!"

Teriakan Olivia menusuk keheningan.

Jovian refleks menoleh. "Gak beres, nih!" katanya buru-buru, langsung berlari masuk.

Forbidden Book [Rewrite]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang