Hari berjalan begitu cepat, tak terasa festival sekolah sudah di ambang pintu.
Di Perpustakaan
Niko, Kouko, Olivia, dan Jovian, menjalankan tugas pertama mereka sebagai tim yang solid di perpustakaan.
Hari itu kondisinya cukup ramai, banyak murid dari berbagai ekskul berkumpul di sana, tenggelam dalam buku-buku refrensi di meja mereka.
"Nik! Totalnya ada lima belas orang!" seru Olivia, setelah menghitung jumlah pengunjung.
Niko mengangguk, mencatatnya di buku. "Ok,"
Seusai mencatat, keduanya menangkap kejanggalan. Mereka melirik ke sana kemari, mendapati Kouko duduk di mejanya. Ok... apakah itu aneh? Tidak!
Justru pemandangan selanjutnya, yang buat mereka tak habis pikir.
Jovian.
Bocah laki-laki itu duduk di tengah para gadis, menebar pesonanya yang khas, dan tentunya... gombalan mautnya.
"Kalian bertiga ini mirip, deh."
Gadis-gadis itu menggeleng, namun bersemangat. "Oh, iya? Mirip siapa?" tanya seseorang.
"Mirip ibu dari anak-anakku, hihi..." jawab Jovian, kemudian terkikik karena malu.
Gadis-gadis itu tertawa geli mendengarnya, membuat meja mereka jadi yang paling berisik. Sebelum semua orang terganggu, Olivia langsung bertindak.
"Ya-Ya! Lucu, balik kerja cepat!" Olivia menarik telinganya.
"I-Iya ampun, Liv! Wah gue pisum lu!"
"Gak takut!" tantang Olivia.
Setelahnya, kondisi perpustakaan berangsur-angsur sunyi. Orang-orang pergi setelah mendapatkan apa yang mereka mau, menyisakan beberapa orang yang masih tenggelam di buku-bukunya.
Namun, saat berpikir bisa menghirup napas lega, seseorang muncul di perpustakaan, dengan langkah yang penuh karisma.
"Halo, ini petugas perpustakaan?" tanyanya ramah.
"Kalau, iya? Kenapa?" balas Jovian, tengil.
"Jov, bodoh!" Olivia menariknya dari hadapan orang itu. "Eh Nanda, ada perlu apa kesini?"
Nanda, ketua OSIS SMA Harapan II saat ini.
"Ada Nikonya?" tanyanya lagi, dengan senyuman kecil.
"A-ada sih..." Olivia memutar tubuhnya, memperlihatkan Niko di mejanya.
Nanda pun berjalan ke sana, mendekati Niko yang asik sendiri dengan Kouko.
"Selamat siang, Niko." sapanya ramah.
Niko langsung menoleh, mendapati seorang laki-laki berdiri di seberang mejanya.
"Siapa, ya? Ada perlu apa?"
Olivia buru-buru ke sana, membisikkan sesuatu ke telinga Niko. "Ketua OSIS, tuh."
Mata Niko terbelalak, ia sontak berdiri, memperbaiki sikapnya. "Ma-Maaf, ketua. Ada keperluan apa anda kesini?" tanyanya spontan.
"Soal festival nanti,"
Perkataan Nanda, menarik perhatian Jovian, Olivia, bahkan Kouko yang sebenarnya tak peduli.
"Besok ada rapat di aula, kamu dateng, ya? Kamu ketuanya 'kan?"
Niko mengangguk ragu, memastikan. "Besok... jam berapa?"
"Jam sepuluh, besok bakal free day,"
"Asik! Bisa langsung jajan di kantin!" celetuk Jovian gembira.
Hening.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forbidden Book [Rewrite]
Teen FictionSetelah dapet izin dari author aslinya, Wulan bakal revisi ni cerita jadi lebih menarik lagi, hehe. Jangan lupa pantengin aja terus, ya! Pokoknya bakal Wulan Revisi habis-habisan❤️❤️❤️ Niko Dheiman, remaja introvert yang menemukan kenyamanan di perp...
![Forbidden Book [Rewrite]](https://img.wattpad.com/cover/351357539-64-k311162.jpg)