13:45
Suara sirine ambulans memecah ketenangan sekolah. Semua orang berkerumun di halaman, menatap panik ke arah seorang murid yang tergeletak tak sadarkan diri di dekat tangga. Darah mengalir dari pelipisnya, membentuk noda merah di ubin putih.
Niko yang berdiri di antara kerumunan merasakan dinginnya keringat di tengkuknya. Pikirannya berputar cepat. Ini... yang dimaksud buku misterius itu?
Dalam keadaan syok berat, ia meninggalkan keramaian itu, berjalan lesu ke perpustakaan. Pikirannya kacau, semua diisi oleh tulisan di buku itu, dan juga kejadiannya.
Sesampainya di sana, dia melihat gadis itu, Kouko, yang tak peduli dengan kehebohan disana.
"Kouko..." panggil Niko, suaranya sedikit bergetar.
Gadis itu menoleh dengan ekspresi datar. "Niko, kenapa kamu lama sekali?"
"Ka-kau nggak lihat ambulans di depan?"
"Lihat." jawabnya datar.
Niko menelan ludah. "Terus... kamu tau apa yang terjadi?"
Kouko menggeleng pelan. "Tidak, dan... aku juga tidak peduli."
Niko melotot tak percaya. "Serius? Jadi itu sifat aslimu? Bodoamat sama segalanya!?"
Kouko menatapnya, lalu menjawab dengan nada dingin. "Selama itu bukan aku, dan bukan orang yang aku kenal, aku tidak punya hak untuk terlibat!"
Darah Niko berdesir. Bukan hanya karena kata-kata Kouko, tapi juga karena betapa masuk akalnya jawaban itu.
Terlalu larut dalam masalah orang lain hanya akan menambah beban. Namun... hatinya masih saja gelisah, mengingat tulisan di buku itu, baru saja meramalkan hal mengerikan.
Tak ingin berdebat dengannya, Niko pun beranjak dan membuka pintu perpustakaan.
Kouko yang melihatnya berbeda hari ini, heran. "Niko," panggilnya.
"Hm?" Niko tak berpaling, berusaha membuka pintu perpustakaan yang sedikit macet.
"Kamu baik-baik aja? Kamu kelihatan aneh."
Niko menggeleng dan tersenyum kecil, meski jelas-jelas itu bukan senyum yang tulus. "Gak apa-apa kok, cuma kepikiran doang."
Setelah pintu terbuka, ia pun menatap gadis itu, mempertahankan senyumannya. "Yaudah, masuk yuk?"
Saat keduanya masuk ke perpustakaan, pikiran itu datang lagi. Dan kali ini... membuat Niko berpikir keras.
Buku itu menuliskan sebuah kejadian, dan tak lama terjadi insiden mengerikan. Atau jangan-jangan... buku ini adalah buku ramalan?
Pikir itu mengganggunya, terlebih lagi ia masih syok dan tak tahan menyembunyikan kejadian supranatural ini seorang diri.
"Kouko, ada yang harus kau tau." ucapnya serius.
Kouko yang hampir sampai ke mejanya, langsung berbalik. "Iya?"
Niko mengambil buku itu dari ranselnya, menunjukkannya pada Kouko. "Lihat! Semua tulisan ini, isinya ramalan! Dan semuanya terjadi!"
Kouko menunduk, melihat halaman yang Niko tunjukkan padanya.
"Ramalan?"
"Ya! Coba lihat!"
Bukannya kaget, Kouko malah memberikannya tatap datar.
"Niko, aku tidak tahu apa yang sudah meracunimu, tapi buku ini kosong."
KAMU SEDANG MEMBACA
Forbidden Book [Rewrite]
Teen FictionSetelah dapet izin dari author aslinya, Wulan bakal revisi ni cerita jadi lebih menarik lagi, hehe. Jangan lupa pantengin aja terus, ya! Pokoknya bakal Wulan Revisi habis-habisan❤️❤️❤️ Niko Dheiman, remaja introvert yang menemukan kenyamanan di perp...
![Forbidden Book [Rewrite]](https://img.wattpad.com/cover/351357539-64-k311162.jpg)