Jam terasa begitu lambat, setiap detiknya menegangkan. Namun ketika—
Kring...!
Seketika, mata yang semula mengantuk mendadak segar, menyambut istirahat kedua.
Niko segera melangkah keluar kelas, menemui Jovian dan Olivia yang sudah menunggunya di koridor.
"Gimana? Lanjut?" tanyanya.
Olivia mengangguk. "Eh, Nik. Aku denger-denger, yang bawa sepeda ke sekolah rata-rata anak kelas tiga."
"Anak kelas tiga?"
"Iya,"
Jovian menatapnya skeptis. "Terus? Info setengah penting gini buat apa?"
Olivia langsung melayangkan tatapan tajam.
Jovian buru-buru meralat. "Eh.. iya.. enggak kok, penting banget malah! Iya kan, Nik?"
Niko menyeringai, lalu mengangguk.
***
Tanpa membuang waktu, mereka turun ke lantai dasar dan memeriksa kedua parkiran sekolah.
Tiga puluh menit istirahat mereka habiskan untuk investigasi.
Hasilnya?
Ketiganya malah plonga-plongo di sana, kebingungan.
"Jadi.. gimana? Ada yang masang bom di mobil guru?" celetuk Jovian asal.
"Jov, ih!" Olivia menyenggol lengannya.
Niko berpikir keras, matanya menyisir area parkiran.
Parkiran guru penuh seperti biasa—mobil dan motor berjajar rapi. Sebaliknya, parkiran murid justru sepi. Hanya ada beberapa sepeda dan... tumpukan barang bekas di sudutnya.
Tatapan Niko tertuju ke sana. Ia tahu, Olivia dan Jovian pasti tak menangkap maksudnya.
"Jov, Oliv."
Keduanya menoleh, tampak heran.
"Feelingku bilang.. ramalannya di parkiran murid."
Benar saja, Jovian langsung melongo. "Wait, what?"
"Parkiran murid," ulang Niko.
"How?"
Niko menjelaskan. "Parkirannya kosong, terus ada tumpukan barang bekas di pojokan."
Keduanya mengikuti arah pandang Niko.
"Iya, sih... aneh juga barang bekas numpuk di sana. Biasanya ditaruh di belakang, kan?" ujar Olivia.
Jovian masih sulit menerima, tapi tetap berusaha mempercayai Niko. Bagaimanapun, instingnya telah terbukti benar dalam pencegahan ramalan sebelumnya.
***
Pukul 14:40, waktu jam sekolah usai.
Di parkiran murid, tiga sahabat itu masih sibuk mencari petunjuk, memeriksa setiap hal yang terasa janggal. Tapi, seperti biasa, Jovian lebih tertarik melakukan hal lain.
Ia dengan santainya menaiki salah satu sepeda di sana, mengayuhnya dengan santai seolah sedang tur keliling parkiran.
"Jov! Ntar orangnya marah! Dungu banget sih!" omel Olivia.
"Nyenyenye..." Jovian cuek, tetap mengayuh sepedanya.
"Ah elah!" Olivia menyerah dan bergabung dengan Niko yang sedang membongkar tumpukan barang bekas di pojokan. "Gimana, Nik? Ada something?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Forbidden Book [Rewrite]
Teen FictionSetelah dapet izin dari author aslinya, Wulan bakal revisi ni cerita jadi lebih menarik lagi, hehe. Jangan lupa pantengin aja terus, ya! Pokoknya bakal Wulan Revisi habis-habisan❤️❤️❤️ Niko Dheiman, remaja introvert yang menemukan kenyamanan di perp...
![Forbidden Book [Rewrite]](https://img.wattpad.com/cover/351357539-64-k311162.jpg)