Pukul 15:10
Niko dan Kouko merasa lega. Setelah saling membuka luka, mereka juga saling menyembuhkan.
Di kantin yang tadinya cukup ramai, kini suasana kian lengang. Hanya mereka berdua dan beberapa muird lain yang masih bertahan.
Suara langkah tergesa terdengar jelas mendekati kantin, membuat keduanya serempak menoleh ke arah pintu masuk.
Olivia.
Dia berdiri di sana, napasnya sedikit memburu, wajahnya menunjukkan kegelisahan yang tak biasa.
"Niko! Koukopedia!" ucapnya gelisah.
Niko langsung berdiri, raut wajahnya menunjukkan kekhawatiran. "Iya? Ada apa?"
Olivia melangkah cepat, melirik kanan-kiri sebelum menunduk sedikit dan berbisik, "Jovian masuk ruang BK!"
Tengkuk Niko seolah tersiram air dingin. Temannya dalam masalah. "Kok bisa?"
"Nggak tau! Mending kita samperin, gimana?"
"Ayo!" kata Niko cepat, lalu keduanya bergegas meninggalkan kantin.
Ketiganya menyusuri koridor dengan langkah tergesa. Irama kaki mereka menggema, membawa riuh keheningan di lorong yang tadinya sepi.
Begitu tiba, mereka langsung mengintip ke dalam ruangan melalui celah pintu yang terbuka. Di sana, Jovian tengah duduk, dihadapkan pada guru BK yang tampak sedang menginterogasinya. Motifnya? Belum tahu!
Dengan sedikit ragu, Niko mengangkat tangannya dan mengetuk pintu pelan. "Pe-Permisi,"
"Siapa?" suara guru BK terdengar tegas dari dalam.
Niko mendorong pintu lebih lebar, memperlihatkan dirinya sepenuhnya. "Saya pak, Niko Dheiman, kelas 2-A."
"Ada urusan apa kamu kemari?!"
"Ini pak, itu... temen saya," jawab Niko gugup, suaranya sedikit bergetar.
Tatapan guru BK mengeras. Ia mengerutkan kening dan menatap tajam. "Kamu ikut-ikutan ngintip juga, ya?!"
Niko membeku. Ngintip? Jadi... Jovian dituduh mengintip?
"Ng-Nggak pak! Saya gak ngintip kok," buru-buru ia menjelaskan. Ia benar-benar tidak tahu-menahu soal itu.
"Duh! Si cabul itu!" gumam Olivia kesal. "Bisa-bisanya ngintip orang!"
Guru BK akhirnya mengisyaratkan mereka masuk. "Yaudah masuk, lihat temen kalian,"
Tanpa banyak bicara, mereka bertiga masuk. Jovian yang melihat kedatangan mereka langsung tampak sedikit lebih lega.
"Niko! Akhirnya!" serunya, terlihat lebih tenang.
"Kau ngapain ngintip orang, kocak!" ujar Niko dengan nada jengkel. Kali ini dia tidak bisa diam saja.
"Aku gak ngintip, kok! Sumpah!" bela Jovian dengan panik.
Guru BK kembali duduk, lalu mulai melanjutkan sesi tanya-jawabnya. Tuduhannya jelas—pengintipan di kolam renang.
"Terus! Buat apa kamu ke kolam renang?" desaknya, tak ingin menerima alasan tanpa bukti.
Jovian langsung menjawab cepat. "Pak! Sumpah! Saya gak ada ngintip, saya juga gak tau kalau ada anak ekskul ganti baju di sana!"
Mendengar itu, Niko langsung tersadar. Bukannya Jovi sama Oliv ke kolam renang buat memeriksa ramalan, ya?
Ia menarik Olivia ke samping, berbicara dengan nada serius. "Kamu gak ikut dia ke kolam renang?"
"Ikut! Cuma dianya ngilang!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Forbidden Book [Rewrite]
Teen FictionSetelah dapet izin dari author aslinya, Wulan bakal revisi ni cerita jadi lebih menarik lagi, hehe. Jangan lupa pantengin aja terus, ya! Pokoknya bakal Wulan Revisi habis-habisan❤️❤️❤️ Niko Dheiman, remaja introvert yang menemukan kenyamanan di perp...
![Forbidden Book [Rewrite]](https://img.wattpad.com/cover/351357539-64-k311162.jpg)