Pukul 14:50, di Perpustakaan
Seperti biasa, Niko dan Kouko duduk di balik meja tugas, melayani pengunjung yang datang silih berganti.
Di sela-sela tugas, keduanya sempat bercanda, mencari celah untuk menghibur diri dari rasa bosan yang perlahan menyusup.
Lalu datanglah Olivia dan Jovian.
Mereka berjalan menuju meja keduanya, namun sebelum sampai, Olivia berbisik pada Jovian, "Jov... yang tadi, jangan bilang dulu, ya?"
Jovian mengangguk pelan, hampir tak terlihat. "Oke... ntar aja kita omongin ini ke Niko."
"Hooh," Olivia menghela napas panjang, lalu berlari kecil ke meja Kouko. "Koukopedia!"
"Sstt..." sahut Kouko dengan ekspresi datarnya.
Pfft!
Niko terkekeh kecil melihat respons Kouko yang khas itu.
Singkatnya, setelah pengunjung mulai sepi, perpustakaan kini berada di bawah kendali mereka berempat. Tempat tua dan sejuk ini seakan berubah menjadi ruang pribadi bagi mereka.
"Oh iya... btw, ada ramalan, gak? Aku gak sempet ngeliat buku dari tadi," ucap Niko risau.
"Gak ada, belum muncul mungkin," sahut Jovian santai.
Olivia mengernyitkan dahi. "Tapi... belakangan ini ramalannya sering mandek, kan? Kayak muncul beberapa hari kemudian."
"Iya sih," Niko mengangguk, ikut berpikir.
Hening.
Fenomena ini memang aneh. Biasanya, ramalan muncul setiap hari tanpa absen, tapi sekarang? Sering terlambat, bahkan kadang muncul beberapa hari kemudian.
Dari lorong perpustakaan, seseorang muncul dengan kemoceng di tangannya.
Kouko.
Meski perpustakaan sudah sepi, gadis itu masih sibuk membereskan ini dan itu, benar-benar profesional dalam tugasnya.
Sedangkan Niko? Entahlah...
"Koukopedia... udah gih, sini gabung," pinta Olivia, mencoba menarik perhatian Kouko.
Sekilas, Kouko melirik mereka—hanya sekilas—lalu kembali bekerja.
"Heh... dicuekin," Olivia merajuk pelan.
Namun, matanya tetap tertuju pada Kouko. Lebih tepatnya, ia masih bertanya-tanya tentang sosok laki-laki yang tadi bersamanya di kantin.
Siapa dia? Kenalan? Teman lama?
Kalau bertanya langsung, apakah Kouko akan menjawabnya?
Hm... kayaknya enggak.
*
*
*
Keesokan Harinya
Sekolah sedang heboh.
Apa ini? Apakah mereka kedatangan calon koruptor? Sepertinya bukan.
Yang lebih mengejutkan, bidadari kelas 2-F, Kouko, kedapatan sedang duduk bersama seorang laki-laki di kantin!
Itu Niko? Bukan!
Laki-laki misterius yang kemarin!
Bisik-bisik langsung bermunculan dari segala penjuru. Suara-suara penasaran memenuhi ruangan, semua mempertanyakan hubungan mereka.
Di sudut kantin, Olivia dan Jovian kebetulan juga sedang duduk, tidak jauh dari mereka.
"Jov... kalau Niko tahu, gimana?" bisik Olivia dengan nada cemas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forbidden Book [Rewrite]
Teen FictionSetelah dapet izin dari author aslinya, Wulan bakal revisi ni cerita jadi lebih menarik lagi, hehe. Jangan lupa pantengin aja terus, ya! Pokoknya bakal Wulan Revisi habis-habisan❤️❤️❤️ Niko Dheiman, remaja introvert yang menemukan kenyamanan di perp...
![Forbidden Book [Rewrite]](https://img.wattpad.com/cover/351357539-64-k311162.jpg)