.
.
.
.
.
Rumah bintang sibuk, setelah pernikahan Leo dan Rius yang di gelar secara sederhana, kali ini giliran Igel dan Rion.
Seisi rumah bahkan para orang tua sudah menyarankan untuk paling tidak mengadakan pesta sederhana di rumah, mengingat jika Rion adalah sosial butterfly, yang mempunyai teman di hampir seluruh penjuru pare.
Namun baik Rion dan Igel menolak semua ide dan saran, keduanya tidak ingin membuat repot penghuni rumah bintang maupun para orang tua yang sengaja tinggal lebih lama karena kabar tentang rencana pernikahan mereka.
"Igel, Rion, kalian mau nikah nya gimana?" Angga menatap lelah pada kedua putra nya itu, di samping nya tampak Damar sedang mengelus punggung nya.
"Nikah di KUA aja, udah selesai." Jawaban Rion membuat kedua nya terkejut, bahkan seisi rumah juga sama terkejutnya.
"Kalian serius?" Igel dan Rion mengangguk serempak.
"Tapi papa sama ayah masih mampu buat bikin pesta untuk pernikahan kalian." Igel menatap Damar dan Angga bergantian.
"Papa, ayah keputusan kami udah bulat buat nikah di KUA, bukannya sama aja ya? Yang penting sah dan ada surat nya." Igel menatap ke arah Rion yang anteng di sebelah Ares, sejak pagi Rion memang tidak mau jauh dari Ares.
"Alasan nya apa Gel?" Ares akhirnya bertanya saat Igel terus menatap nya.
"Gini bli, aku sama Rion sengaja gak mau bikin pesta karena gak mau bikin kalian semua kelelahan, apa lagi jarak nya cuma seminggu setelah nikahan Leo sama Rius."
"Aku sama Rion juga sudah rundingan kalau uang yang kita punya lebih baik buat syukuran kecil-kecilan di panti asuhan, sebagai ganti pesta nikahan kita." Mendengar itu Angga yang semula sudah ingin marah pada Rion langsung memeluk tubuh sang putra.
"Kenapa gak langsung bilang sih?" Rion hanya mengedikan bahu nya.
"Lagi pula aku juga gak mau capek yah, ngelihat nikahan Alden, mas Alta sama Rius kemarin aja udah bikin aku capek apa lagi aku yang ngalamin, gak mau lah." Angga dan Damar akhirnya setuju dengan permintaan Igel dan Rion untuk menikah di KUA.
"Ya sudah, karena nikah di KUA, kalian bebas pilih hari, kalian mau kapan? Biar papa, ayah, Ares sama Hadar yang jadi wali dan saksi nikah kalian nanti." Rion menatap Igel yang langsung di balas anggukan.
"Besok." Semua mata terbelalak saat mendengar jawab Rion.
"Besok?"
"Ya gusti udah kayak tahu bulat."
"Udah di bilang Rion sama Igel ketularan bang Ares!"
.
.
.
.
.
Pernikahan Igel dan Rion sudah sangat jelas terlihat berbeda dibanding pernikahan penghuni rumah bintang yang lain, tidak ada pesta, hanya ada syukuran kecil yang di bagikan ke tetangga.
Kedua nya tidak ingin merepotkan penghuni rumah bintang yang lain, terutama Ares. Karena melihat bagaimana repot nya Ares membantu persiapan pernikahan Alden juga Rius kemarin.
"Gel." Igel menoleh saat menemukan Rion berdiri di belakang nya.
"Hm, kenapa?" Igel mengelus tangan Rion yang ada di dadanya.
"Semua bakal baik-baik aja kan? Pernikahan kita gak akan gagal kayak orang tua kita kan?" Igel menggeleng.
"Aku akan selalu usahain buat mempertahankan pernikahan kita apapun yang terjadi, pernikahan kita gak akan berakhir sama kayak orang tua kita." Rion menyembunyikan wajah nya di pundak Igel.
"Aku takut Gel, tapi selama itu sama kamu aku akan tetap lawan rasa takut ku." Igel tersenyum mendengar ucapan Rion.
"Aku suami mu sekarang Yon, jangan pernah sembunyiin apapun lagi dari aku lagi setelah ini." Rion hanya mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beta Orionis
FanfictionMereka saling bergantung. Mereka saling menjaga. Mereka juga saling menyimpan rasa. Namun terjebak dalam sebuah ikatan bernama sahabat. Orion yang cengeng, selalu bergantung pada Rigel, dan Rigel akan dengan senang hati melakukan apapun untuk Orion...
