-Assalammualaikum Reader's 💗
Happy Reading~
Terhitung sudah enam bulan Syakieb bekerja di perusahaan Abinya sebagai karyawan biasa.
Dan tepat hari ini sudah tiba waktunya peresmian seorang laki-laki bernama Muhammad Khalid Ali Syakieb itu menggantikan posisi Abinya.
Menjadi pemimpin perusahaan, CEO.
Dan ... selama enam bulan itu juga, ia tidak bertemu dengan Hasna.
Terakhir kali di dapur rumah Syakieb, masih ingat kan ? Oh atau bahkan di Alfamart ? Lebih tepatnya Syakieb yang melihat Hasna
Sekarang ini laki-laki itu sudah rapih dengan setelan formalnya.
Alis tebal dengan tatapan mata yang menenggelamkan, hidung mancung dan jangan lupakan dengan bibirnya yang tipis. Sungguh ! ia adalah objek nyata jika seseorang bertanya apa itu 'tampan'.
Sedang berjalan menuju dapur untuk sarapan sambil memakai jam tangan di pergelangan tangannya, bertepatan dengan itu ia melihat Syila yang berlari ke arahnya dengan gamis dan hijab yang sudah melekat di tubuh anak kecil itu.
"Abangg, Syilaa kan ikutt" Ucap Syila ketika sudah sampai di hadapan laki laki itu.
"Oh yaa ?" Tanya Syakieb sambil membawa Syila ke dalam gendongannya.
Sebagai jawaban Syila menganggukkan kepalanya semangat "Abang ganteng banget" Ucap Syila
Ucapan itu membuat Syakieb terkekeh, dari mana adiknya ini tau hal semacam itu ? Apakah Farzan ? Pasalnya laki-laki itu selalu saja menanyakan ketampanan nya kepada Syila.
"Syila pakai hijab ?"
"Iyaa dong, kan Cila mau Sholehah, kaya Kak Hasna"
Mendengar jawaban dari adiknya, ia tersenyum.
"Syila anak baik ya In Syaa Allah" Ucap Syakieb sambil mencubit hidung Syila pelan.
Sesampainya di dapur, ternyata sudah ada Ummi dan Abinya yang sedang makan.
"Ini abang, makan dulu" Ucap Ummi Syakieb sambil berdiri dan menyendok kan makanan untuk Syakieb.
Syakieb duduk dengan Syila yang berada di pangkuannya.
Melihat itu sontak membuat Abi menggelengkan kepalanya.
"Syila sini, abang mau makan dulu"
"Cila mau ke kamar aja Abi, abang turunin" Pinta Syila
Syakieb menurunkan Syila dari pangkuannya, namun sebelum itu ia mencubit gemas pipi Syila.
"Ih abang mah cubit-cubit mulu" Ucap Syila lalu berlari meninggalkan dapur.
Semua tertawa dibuatnya.
~•~•~•
Inti ruangan dari gedung itu kini sudah di dekorasi sedemikian rupa.
Acara sudsh dimulai beberapa menit lalu, terlihat tamu-tamu pun sudah mendominasi ruangan ini, terutama para karyawan perusahaan.
Syakieb sudah akan berjalan ke podium untuk berpidato.
Sangat tenang, bagaimana tidak ?
Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul uqdatam mi lisaani yafqohu qouli.
Doa nabi Musa, itulah senjatanya.
Laki-laki pemilik wajah tampan itu, sekarang sudah benar-benar berdiri di atas podium. Hingga pidato di mulai dan berlanjut.
"Sekian dari atas apa yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang sudah diberikan hari ini . Sebagai seorang manusia tidak akan pernah bisa luput dari kesalahan, maka dari itu saya meminta maaf jika ada tutur kata yang kurang tepat di hati. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan kesempatan yang sudah diberikan. Akhir kata, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh."
Kurang lebih seperti itu penutup dari Syakieb untuk pidato kali ini.
Semua riuh bertepuk tangan, kagum dengan kata demi kata yang laki-laki itu lontarkan.
Hingga ia berjalan untuk menemui para temannya yang hadir.
"Maa Syaa Allah Tabarakallah" Ujar Farzan, ia pun merasa kagum.
"Selamat bro" Lalu mereka bertos ala laki-laki.
"Syukron Syukron udah bisa hadir"
"Kaya sama siapa aja"
Syakieb tersenyum lalu menganggukkan kepalanya "Jadinya pada mau kemana nih?"
"Ane mau masuk kuliah sama Farzan juga Rizal" Jawab Khalif
"Ane mau ngurusin cafe punya paman Toni" Jawab Raka.
Sontak semuanya mengangguk, dan pandangan Syakieb tertuju kepada kedua orangnya yang baru saja selesai menyambut Pak Wirnama, pemilik perusahaan yang juga bekerjasama dengan Hayden Company.
Sungguh, ntah sudah berapa banyak orang yang ia sambut tadi.
Ada yang perlu ia bicarakan dengan Abi dan Uminya.
"Ane kesana dulu sebentar" Di iyakan oleh keempat temannya.
Sebenarnya Syakieb menyadari tatapan para perempuan yang menatap dirinya kagum secata terang-terangan.
Namun apa boleh buat ?
Astagfirullah.
Tepat sudah berada di dekat Ummi dan Abinya.
"Abi, Ummi"
"Kenapa bang ?"
"Abang ingin memberitahu sesuatu, dan abang memang membutuhkan Ummi dan Abi dalam hal ini"
"Niat baik abang" Ucap Syakieb lagi
•
•
•
Hallo Reader's💗
Ayoo kasi semangat buat Author ! Hihi ^-^
Tungguin kelanjutannya yaw !!
Jangan sungkan buat ngasi saran...
Jangan lupa tinggalkan jejak...🐾
Monggo komentar dan bintang nyaa🌼🌼🌼
Excited muu adalah semangatt kuu~~~
Jangan Lupa Shalawat !

KAMU SEDANG MEMBACA
Bidadari Untuk Syakieb
Teen FictionSyakieb itu dingin, namun dia adalah laki-laki yang paham agama, bahkan sebuah komunitas semacam Geng Motor yang awalnya negatif, Syakieb ubah menjadi lebih baik, dan sangat positif, hingga masyarakat sekitar pun menjuluki dengan sebutan "Kumpulan P...