6.0 Baikan

2.7K 255 2
                                        









Keadaan Haerin sudah lebih baik namun ia belum diberi izin oleh ayahnya ke sekolah. Haerin pun bingung karena ayahnya pun tidak pergi bekerja dan menemaninya selama 2 hari ia sakit.

"Appa"

"Ya?"

"Eomma mana?"

Haerin bisa melihat ayahnya tersenyum canggung, lalu mengelus kepalanya, "Eomma ada pemotretan pagi ini tapi nanti akan kembali kok kalau sudah selesai"

Haerin mengangguk, "Kalau Appa? Kenapa tidak ke kantor?"

Sang ayah menatapnya lagi, "Anak Appa sedang sakit, Appa mana mungkin bisa ke kantor" ujar ayahnya sambil mencuil ujung hidung sang anak.

"Sudah, ayo selesaikan sarapannya"

Haerin mengangguk, ia mulai menyantap kembali makanan yang ada di meja makan, sesekali melirik ayahnya yang tampak memperhatikannya makan.

"Appa tidak makan?"

"Appa belum lapar, lagipula melihat mu makan lahap membuat Appa kenyang. Ayo makan yang banyak setelah itu istirahat lagi ya?"

Haerin mengangguk, "Nonton tv boleh tidak Appa?"

Sang ayah tersenyum, "Boleh"

Haerin ikut tersenyum senang, ia kembali melahap sarapannya agar ayahnya tidak khawatir lagi pada keadaannya.

Haerin sebenarnya sudah mulai terbuka pada ayahnya karena selama 2 hari ia sakit sang ayah tidak pernah absen hadir di sampingnya, saat ia bangun, minum obat bahkan saat tidur, ia tidur bersama ayahnya. Kadang juga bersama ibunya tapi sepertinya ibunya masih marah karena perdebatan yang ia dengar kemarin sehingga ibunya terus menghindar kalau melihat ayahnya.



***



Waktu mulai menunjukkan pukul 9 pagi, Jeno masih mengawasi Haerin yang menonton kartun di ruang keluarga sementara ia sibuk dengan tab nya melihat pekerjaan yang mulai menumpuk karena ia tinggal 2 hari.

Tak lama, Jeno menatap Karina yang masuk ke rumah dengan penampilan yang masih sangat glamor. Sepertinya ia tidak sempat membersihkan diri setelah pemotretan.

"Haerin-ah" panggil Karina

Haerin tersenyum, "Iya eomma, eh, eomma cantik"

Karina terkekeh, ia mengambil duduk di samping sang anak mengabaikan suaminya yang ia tau masih terus memandanginya.

Penampilan Karina

"Eomma bawakan cheese cake, mau tidak?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Eomma bawakan cheese cake, mau tidak?"

Haerin menatap ibunya antusias "Mauuuu"

Karina tertawa lalu mulai membuka kotak yang ia bawa, ia memberikan cheese cake pada sang anak. Karina tersenyum melihat Haerin yang lahap memakan kue nya. Tak lama Jeno mulai bersuara.

Private LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang