17.0 Akhirnya Pergi

2.5K 241 5
                                        


Haerin merenung sendiri, sejak kemarin ia tidak melihat ayah dan ibunya, hanya nenek dan kakeknya yang sibuk berganti mengawasinya, hari ini ia sudah boleh pulang. Haerin begitu sedih, ia mulai berpikir, mungkin ayah dan ibunya benar-benar sudah tidak peduli padanya.

"Haerin-ah"

"Iya nenek"

Neneknya mengelus kepalanya, "Besok kita kembali ke Busan, Haerin tinggal dengan nenek dan kakek ya?"

Haerin tampak bingung, "Tapi eomma dan appa bagaimana?"

"Eomma dan Appa mu sudah setuju, besok kita berkemas di rumah Eomma dan Appa mu, kita langsung kembali kesana"

Haerin tampak kecewa, sebisa mungkin ia menyembunyikan rasa kecewanya namun ia tidak bisa. Hatinya sakit menerima kenyataan bahwa ayah dan ibunya benar-benar tidak menyayanginya, mereka mungkin hanya kasihan padanya selama ini dan hanya menggugurkan kewajibannya sebagai orang tua biologisnya.

"Iya nek" ujar Haerin lesu dan hal itu bisa ditangkap oleh sang nenek.

Ibu dari Jeno tau bahwa cucunya kecewa, sejak lama Haerin memang sangat ingin tinggal dengan kedua orang tuanya namun ia selalu dikecewakan oleh keduanya. Sang nenek kasihan pada cucunya.

"Haerin tidak mau ya?" Tanya sang nenek hati-hati

Haerin menatap neneknya dengan mata berlinang, "Eomma dan Appa tidak suka ya pada Haerin, nek? Kenapa eomma dan Appa...hikks hikks hikks" anak itu tidak bisa melanjutkan ucapannya anak itu terisak, sang nenek langsung memeluk cucu kesayangannya.

"Tidak sayang, Eomma dan Appa mu sayang padamu. Tapi Haerin pulang ke Busan dengan nenek saja ya?"

Dengan terpaksa Haerin mengangguk pasrah, mungkin ia akan mencoba melupakan sosok ayah dan ibunya, ia akan mulai menerima kalau ia hanya memiliki nenek dan kakek.

Di belahan dunia lain, Jeno sedang memijit keningnya karena ia begitu pening. Kemarin ayah nya dan ayah Karina mendesak mereka untuk memperjelas status Haerin bagi mereka. Dan jelas Karina dan Jeno menjawab dengan jelas kalau Haerin adalah anak mereka namun kedua kepala keluarga itu mendesak mereka mengakui Haerin dihadapan publik agar tidak terjadi lagi kejadian seperti kemarin yang berakhir membuat anak itu kecewa.

Ayahnya benar kalau mereka juga harus memikirkan mental dan psikologis sang anak. Sementara kemarin rumor tentang anak mereka mulai merebak karena seorang perawat membeberkan apa yang terjadi 2 hari yang lalu di rumah sakit, dan CEO management Karina menolak mengklarifikasi rumor yang baru merebak kemarin.

Sampai saat ini Jeno dan Karina masih pusing dengan keadaan yang mereka hadapi. Saham perusahaan Jeno turun drastis karena berita itu, lalu beberapa netizen mendesak Karina agar berbicara. Mereka merasa dibohongi oleh keduanya, hingga mereka tidak berpikir panjang dan setuju untuk membiarkan Haerin kembali ke Busan bersama kedua orang tuanya.

"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Karina ikut merasa pusing, keduanya belum melihat sang anak selama 1 hari ini karena memghindari paparazi.

"Aku juga tidak tau" ujar Jeno lesu.

Jeno tidak bisa berpikir jernih, semuanya terlalu cepat, masalah bertubi-tubi datang dan mereka belum siap untuk itu. Tekanan dari masyarakat membuat saham perusahaannya melonjat turun walaupun beberapa investor sudah tau mengenai keberadaan sang anak.

***

Hari berlalu, Haerin bersama nenek dan kakeknya kembali ke rumah ayah dan ibunya, Haerin membantu sang nenek mengemasi barang-barangnya. Ia tidak melihat eksistensi kedua orang tuanya.

Private LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang