🕊Ch {10}

4.1K 305 18
                                        

Happy Reading

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Reading

....

Sampai di sebuah unit Apartemen yang terlihat begitu besar dan mewah, Louis sedikit melebarkan matanya. Sepertinya Galen bukan orang kaya biasa, pikirnya.

"Apa ini Apartemen tempat Paman tinggal?" Louis bertanya seraya melihat interior di dalam Apartemen yang begitu elegan dan mewah.

Galen mengangguk seraya membawa Louis ke sebuah kamar di lantai dua. "Benar, ini adalah tempatku tinggal."

"Dan mulai sekarang juga menjadi tempatmu tinggal." Membuka pintu kamar di depannya, Galen kembali berbicara seraya tersenyum pada Louis. "Dan ini adalah kamarmu."

Louis melihat sebuah kamar yang kini adalah miliknya. Pemuda itu masuk ke dalam sana dan kembali merasa kagum melihat kamar mewah tersebut yang sangat sesuai dengan seleranya.

Melihat tatapan kagum dari Keponakannya, Galen tersenyum lebar dan ikut masuk ke dalam kamar.

Duduk di kasur, Galen menyilangkan kakinya dan menopang dagunya di atas paha. "Aku senang jika kau menyukai interior kamar ini." Katanya dengan senyuman lega.

Louis berjalan mendekati jendela dan melihat pemandangan kota di luar sana dari jendela kaca tembus pandang di depannya. Apartemen Pamannya tersebut berada di lantai 20. Dan pemandangan gedung-gedung pencakar langit di luar sana terlihat begitu menakjubkan jika dilihat dari tempatnya berada saat ini.

"Aku suka kamar ini, terima kasih." Menoleh pada Galen, Louis berterima kasih dengan senyuman manis.

Galen ikut tersenyum lalu bangkit dari duduknya dan berdiri di depan Louis yang hampir memiliki tinggi badan yang sama dengannya.

Mengelus rambut pemuda di depannya, Galen tersenyum. "Baiklah, aku senang jika kau menyukainya."

"Barang-barangmu sebentar lagi akan mulai di rapikan. Jika bosan, kau bisa berkeliling dan melihat-lihat isi apartemen ini." Galen memasukkan tangannya ke dalam saku celana kain hitam yang sedang di kenakannya. "Aku akan pergi dan pulang saat malam hari. Makan siang sudah siap di bawah, turun dan makanlah dulu. Sedangkan makan malam, nanti akan datang seorang wanita yang akan memasak untukmu." Lanjutnya dengan senyuman lembut.

Mendengar itu, Louis mengangguk patuh.

Setelahnya, Galen berbalik ingin pergi.

"Ngomong-ngomong, apa pekerjaanmu?"

Mendapat pertanyaan tersebut dari Louis, Galen berhenti berjalan dan kembali menoleh ke belakang. Diam sejenak, ia kemudian menjawab dengan senyuman hingga kedua matanya menyipit. "Hanya menjalankan sebuah bisnis."

Louis terdiam dan tidak lagi membalas.

Tidak mendapatkan sahutan dari Louis, Galen hanya tersenyum. Pria itu kemudian kembali berbalik dan benar-benar pergi dari sana.

Dein GiftCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang