🕊Ch {20}

2.7K 197 29
                                        

Happy Reading

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Reading

....

Louis tiba di lantai 20 Apartemen bersama Liam yang ikut naik dengannya.

Di depan, Louis dan Liam melihat Galen yang juga baru saja pulang dan berdiri di depan pintu Apartemen, sedang memasukkan PIN untuk membuka pintu.

Louis berjalan dengan langkah lebar, mendekat. "Paman." Sapanya saat sudah berdiri di dekat pria itu.

Galen menoleh. Namun, pandangannya langsung tertuju pada bekas kemerahan yang terlihat begitu mencolok di leher Keponakannya.

Terkejut, Galen langsung menarik bahu pemuda itu untuk melihat lebih jelas bekas tangan di leher Louis.

Menekan emosi di dadanya, Galen menatap serius pemuda di depannya. "Siapa yang mencekikmu?" Tanyanya dengan rahang mengeras.

Louis menelan ludah gugup melihat ekspresi serius Galen yang terlihat sedikit menakutkan di matanya.

"Tuan muda dicekik oleh orang tidak dikenal." Liam menjawab pertanyaan dari Galen.

Mendengar perkataan Liam, Galen langsung menatapnya dengan dingin.

Liam langsung menundukkan kepalanya dalam, merasa bersalah karena sudah tidak becus dalam menjaga Keponakan sang Tuan.

Menekan amarahnya, Galen kembali berbicara dengan suara tenang pada Louis. "Masuk dulu dan ganti pakaianmu."

Louis yang sudah diperintah seperti itu oleh sang Paman memilih patuh dan masuk ke dalam Apartemen lebih dulu.

Setelah melihat Louis masuk ke dalam, Galen melirik Liam yang masih menundukkan kepalanya. "Kau juga masuk, aku ingin mendengar penjalasannya darimu."

"Baik." Liam menjawab sopan, lalu ikut masuk setelah Galen yang sudah masuk lebih dulu.

....

Di ruang kerja Galen, Liam berlutut di lantai dengan kepala menunduk dalam di belakang Galen yang sedang berdiri sembari melihat pemandangan luar dari jendela besar di depannya.

Ekspresi Galen begitu dingin, tampak seolah tidak peduli dengan Liam yang sedang berlutut di belakangnya.

Beberapa jam yang lalu, Galen sudah memanggil seorang Dokter yang adalah teman dekatnya untuk memeriksa leher Louis. Untungnya, hal tersebut bukan luka serius tetapi hanya memar yang akan hilang selama beberapa hari.  Namun, walaupun begitu Galen tetap merasa khawatir dan marah. Marah karena telah lalai dalam menjaga Keponakannya hingga kejadian tidak mengenakan tersebut terjadi.

Saat ini, Louis sedang beristirahat di kamarnya.

Beberapa saat lalu, Galen memanggil Liam untuk datang ke ruang kerjanya, ingin mendengar lebih lengkap mengenai kejadian yang menimpa Keponakannya.

Dein GiftCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang