Dia memiliki keinginan untuk kabur dari dunia nyata. Hingga kemudian, mengakhiri hidupnya sendiri menjadi pilihan terakhir yang ia pilih.
Namun, sepertinya surga maupun neraka tidak mau menerima jiwanya dan malah melemparkannya ke dalam tubuh seora...
Pulang sekolah hari ini, Louis di jemput oleh Liam atas perintah dari Galen yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Sampai jumpa besok, Lou." Axvel menunduk untuk menatap Louis yang sudah berada di dalam mobil bersama dengan Liam yang duduk di kursi pengemudi.
"Ya, sampai jumpa besok." Louis tersenyum lebar pada keempat sahabatnya yang menatap kepergiannya.
Setelah Louis pergi, Axvel dan yang lain juga ikut pulang ke rumah mereka masing-masing.
....
Di dalam mobil, Louis menatap jalanan yang mereka lewati. Melirik pria yang sedang mengemudi di sampingnya, ia memanggil pelan. "Liam."
"Ya, tuan muda." Lima menjawab sopan dan menoleh sekilas pada pemuda di sampingnya.
Duduk tegak, Louis melihat sepenuhnya pada Liam. "Aku minta maaf karena sudah meninggalkanmu dan membuatmu menungguku hingga larut malam saat kau pergi menemaniku keluar malam itu. Aku benar-benar merasa bersalah." Ungkapnya dengan wajah penuh penyesalan.
Mendengar permintaan maaf mendadak dari keponakan Bosnya, Liam terkejut dan tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Ia kemudian membalas dengan sopan. "Anda tidak perlu minta maaf, saya tidak membawanya ke dalam hati, tuan muda. Tidak apa-apa, saya bahkan sudah melupakannya."
"Baiklah, lain kali aku tidak akan meninggalkanmu seperti itu lagi tanpa mengabari." Louis tersenyum lebar.
"Ya, tuan muda."
Liam kemudian kembali fokus mengemudi.
Memperhatikan otot-otot Liam yang terlihat jelas di balik setelan formalnya, Louis tiba-tiba saja juga ingin memiliki tubuh penuh otot seperti itu. Oleh karena itu, ia berkata. "Liam, setelah pulang ke apartemen dan mengganti pakaianku, apa kau bisa mengantarku pergi ke tempat Gym?"
Menoleh pada Louis, Liam mengangguk setuju. "Tentu saja, saya akan mengantar anda ke tempat Gym setelah anda selesai mengganti pakaian dan makan terlebih dahulu. Tuan Galen sudah memerintahkan saya untuk memastikan anda makan ketika pulang dari sekolah."
"Okay." Louis kembali tersenyum lebar hingga gigi-gigi rapi dan putih miliknya terlihat.
....
Setelah makan siang dan mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian dan sepatu olahraga, Louis dibawa oleh Liam ke tempat Gym yang terletak di lantai paling atas Apartemen. Anak buah Galen tersebut juga sudah mengganti setelan formalnya dengan baju olahraga.