Dia memiliki keinginan untuk kabur dari dunia nyata. Hingga kemudian, mengakhiri hidupnya sendiri menjadi pilihan terakhir yang ia pilih.
Namun, sepertinya surga maupun neraka tidak mau menerima jiwanya dan malah melemparkannya ke dalam tubuh seora...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Reading
....
[WARNING🔞]
"UKH!!"
Gevion memasukkan dua jarinya ke dalam lubang anal Louis dan melonggarkan lubang sempit itu menggunakan sisa cairan mereka berdua di tangannya.
Louis menggigit bibirnya sendiri menahan ringisan. Lubang analnya sakit sekali, seolah akan robek. Pria di bawahnya terus menerus memasukkan dan mengeluarkan dua jarinya di sana.
"Lubangmu begitu sempit." Gevion menyeringai.
Louis menggertakkan giginya. "Diam, akh.. sialan."
"Aku akan bersikap lembut." Ujar Gevion lagi seraya tersenyum dan terus mengobok-obok lubang pemuda di bawahnya.
"Ugh.. Hah! Akh!" Louis menutup kedua matanya, ia merasa kesakitan.
'Sial, aku merasa pusing.' Louis membatin, pikirannya kacau sekali. 'Seharusnya aku tidak perlu membantunya.' Lanjutnya merasa sangat menyesal karena telah membantu Gevion dari orang-orang yang ingin menjebaknya.
"AKH! HMPH!!" Louis mulai mengeluarkan air matanya. Lubangnya benar-benar terasa sakit dan perih.
Gevion memperhatikan Louis yang mulai menangis. Pria itu menarik satu paha pemuda di bawahnya dan menjilatnya.
Louis merasa terkejut dan menatap Gevion yang sedang menjilat paha bagian dalamnya. "Ugh...Apa yang kau lakukan, brengsek?!"
Pemuda itu merasa ketakutan.
"Berhenti, jangan lakukan itu." Louis berusaha menarik pahanya.
Gevion tersenyum, pria itu kembali memasukkan jarinya ke dalam lubang Louis. Kali ini, ia memasukkan tiga jarinya ke sana.
"ARGH!!" Louis melebarkan matanya terkejut, lubangnya sakit sekali.
Merasa menyesal, Louis menggelengkan kepalanya seraya menangis. "Tidak! Aku tidak ingin melakukannya! Lepaskan aku, bajingan!" Pemuda itu berusaha melawan walaupun sia-sia karena tubuhnya sudah tidak memiliki kekuatan.
"Tenanglah, kau akan segera merasa nikmat." Gevion menahan kedua kaki Louis yang ingin menendangnya.
Lalu, tanpa aba-aba pria itu langsung memasukkan penis besarnya ke dalam lubang anal milik Louis.
Merasakan penis Gevion masuk ke dalam lubangnya, Louis kembali membelalakkan matanya beriringan dengan air matanya yang mengalir keluar.
"A-AKH!! T-TIDAK, AHH!!!" Louis merasa akan mati, lubangnya benar-benar terasa seperti akan terbelah. Bagian dalam perutnya juga terasa begitu penuh.
'BAGAIMANA MUNGKIN BENDA BESAR ITU BISA MASUK?!' Louis menjerit di hatinya.
Gevion menggeram dan semakin gencar menghentakkan pinggangnya brutal tanpa mempedulikan pemuda di bawahnya berteriak kesakitan.