🕊Ch {17}

2.7K 208 19
                                        

Happy Reading

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Reading
.
.
.
___________________________________________

Keesokan paginya, Louis kambali pergi ke Sekolah seperti biasanya, diantar oleh Liam atas perintah Galen.

Pemuda itu turun dari mobil setelah berpamitan pada Liam.

Setelah melihat kepergian anak buah Pamannya itu, Louis berniat langsung memasuki gerbang Sekolah.

"Lou!"

Namun, suara Rora menghentikan langkahnya. Louis menoleh ke belakang.

Rora juga baru saja sampai dengan mobilnya yang dikendarai oleh seorang supir. Gadis itu segera turun dari mobil setelah melihat Louis menoleh padanya.

Sebelum menutup pintu mobil, Rora berbicara dengan seseorang di dalam mobil yang sepertinya datang bersama dengannya ke sana.

"Dia temanku, berhenti bicara omong kosong. Cepat pergi sana!" Rora sedikit mengeraskan suaranya pada seseorang di dalam mobil hingga membuat Louis ikut mendengar apa yang dikatakan oleh gadis itu.

"Kubilang dia temanku! Dia normal, tidak sepertimu!"

BRAK!

Tidak lagi ingin melanjutkan pembicaraan dengan seseorang di dalam mobil, Rora dengan cepat menutup pintu mobil dengan cara dibanting.

Menghela napas kesal, gadis itu merapikan penampilannya sebelum berbalik dan berjalan mendekati Louis.

Melihat Rora yang terlihat tidak seperti biasanya yang selalu tenang dan kalem, Louis sedikit penasaran dengan siapa gadis itu berbicara di dalam mobil hingga bisa membuatnya kehilangan ketenangannya seperti itu.

Saat Rora berdiri di depannya, Louis tersenyum dan melirik mobil yang baru saja mengantar temannya itu masih belum meninggalkan gerbang.

Rora balas tersenyum, namun gadis itu sedikit tidak senang saat menyadari mobil yang baru saja mengantarnya belum juga pergi. Gadis itu dengan cepat mengalihkan tatapan Louis padanya.

"Lou, ayo masuk. Kita hampir telat." Ucapnyaa seraya menarik pelan tangan Louis untuk segera pergi dari sana.

....

"Baiklah. Silahkan kerjakan soal di papan tulis, Ibu ada sedikit urusan dan akan mengakhiri kelas lebih awal. Tugas dikumpulkan saat jam pelajaran ini berakhir, kumpulkan di meja Ibu di ruang Guru. Apa kalian mengerti?" Guru Fisika berbicara pada murid-murid di dalam kelas.

Dein GiftCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang