exchap 4

723 18 0
                                        

Plakk!

Arbi pacarnya itu du tampar langsung oleh zara

" kenapa sih?! Akhir akhir ini lo tuh sering bantuin dia?! Lo suka sama dia iya?! " ucap zara dengan tatapan tajamnya

" ck! Mungkin dia mau ngehomo zar " ucap kinara dengan bersidekap dada menatap sini kedua lelaki itu

" sembarangan lo! Arbi itu pacar gue! Dan lo devan, jangan berani beraninya deketin pacar gue! " ucap zara

Devan yg agak setengah sadar, ia hanya bisa menatap sendu kearah zara

" ck! Berisik banget dah mulut busuk lo itu zar " ucap nika tak kalah sinis

" udahlah ar lo bawa aja devan ke rumah sakit, kasian lemes gitu, ntar biar gue yg telpon om jeno " ucap devi menatap arbi, dan hanya dibalas dengan anggukan lalu pergi meninggalkan mereka.

" lo kenapa diem aja?! Ikut sono, sekalian minta maaf juga kalian berdua, anak orang lo bully lo belum tau bokap sama nyokap nya kayak gimana kalo anaknya udah kena pembullyan " ucap nika

" ck! Bawel lo! " ucap kinara lalu menarik lengan kanannya zara

" iih.. Dasar manusia gak tau sopan santun! Jijik gue liatnya " ucap devi

.....

Di dalam kelas, nika dan devi sibuk nenelpon kedua orangtuanya devan tetapi tetap tak di angkat hanya berdering saja.

Dan hingga akhirnya 12 kali percobaan, yg ke 13 kalinya ini akhirnya di angkat oleh jaemin

" ya?  Ada apa? " ucap jaemin di seberang sana

Devi menjauhkan handphone nya sebentar hendak menanya kepada nika.

" heh! Nika! " ucap devi

" apaan dah? " jawab nika

" ini manggilnya gimana? Gugup gua cok! Manggilnya... Om, tante atau yg lain? " ucao devi bingung

" om aja dah.. Ribet amat " ucao nika, lalu devi hanya mengangguk kembali ke sambungan telepon nya.

" eee.. Maaf mengganggu om, saya devi cuma mau ngasih tau " ucap devi

" iya, ngasih tau apa? "

" jadi gini... Emm devan d-dibawa ke rumah sakit oleh temennya dan—"

" hah? Kok bisa devan di rumah sakit dia di apain emangnya?"

" dia.. Di bully sama zara om.. Karena ya zara nya gak suka kalo devan terus ngedeketin arbi, jadi gitu "

" yaudah.. Om ke rumah sakitnya, kasih alamat rumah sakitnya sekarang oke? "

" ehm, alamatnya di rumah sakit cempaka no 12 jalan melati, itu alamatnya om "

" oke makasih "

Tut

.......


Kembali lagi saat di rumah sakit.

" SUSTER!! TOLONG TEMAN SAYA! " teriak arbi di lorong rumah sakit

Akhirnya para suster dan dokter menghampiri keduanya dan membawa tubuh devan ke atas brankar rumah sakit

" saya harapkan kalo anda tunggu di luar saja, ini sedang berada didalam kondisi darurat jadi.. Pasien akan kami tangani " ucap suster itu lalu di angguki oleh arbi.

Selang beberapa menit kedua orang tua devan datang ke rumah sakit

" devan! Gimana keadaan devan? " tanya jaemin kepada arbi

BELOVED HUSBAND {NOMIN}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang