Dua puluh dua

5.4K 506 18
                                        

40⁰C, wajah yang tadinya tak berkutik karena pusing yang Ia rasakan, Becky tidak berani membangunkan Freen yang sudah terlelap di sebelahnya, panas di tubuhnya membuatnya merasakan tidak nyaman, berulang kali Ia meringis karena sakitnya.

Ini sudah jam 10 pagi, namun tidak satupun gerakan Freen yang menandakan gadis itu terbangun, tidurnya terlalu lelap.

"Nona...

Suara dan hawa nafas panas itu menerpa kulitnya, Freen terusik, melihat wajah Becky yang memerah dengan bibir yang sangat amat pucat, Ia terbangun seketika, meletakan punggung tangannya di kening dan di leher Becky, seketika terkejut panas itu menyengat tangannya.

"Astaga Bec, Kamu demam?"

Suaranya lemah terdengar, matanya sayu, tak lagi mampu melihat objek apapun yang ada di hadapannya.

Tidak mengatakan apapun, Freen menggendong tubuh lemah Becky dengan cepat, Ia tidak ingin gadis itu kehilangan kesadarannya karena rasa panas yang membakar tubuhnya.

Pelukannya erat, dalam panasnya Ia menggigil, tidak lagi menyadari apapun yang terjadi, Ia hanya mendengar sayup-sayup seseorang menyuruhnya bertahan.

Ia memaki siapapun, jalanan yang macet dan tidak mampu terurai, Freen menangis, Ia meraung dan marah, badan yang Ia pegang mulai sangat amat panas di kulit, berulang kali Freen melihat ke arah belakang, tempat di mana Becky Ia tidurkan, darah mulai keluar dari hidungnya, Freen bingung harus bagaimana.

"Pak tolong. "

Laki-laki dengan seragam kepolisian itu mendekat, mengambil alih kemudi saat Freen menjelaskan apapun yang terjadi, beruntung Mereka memiliki hati nurani, memudahkan Freen untuk membawa Becky ke IGD.

Ia mulai berpikir untuk perasaan yang dirinya ragukan selama ini, Freen jatuh cinta, Ia bahkan jatuh sejatuh jatuhnya kepada Becky, Ia mulai dilingkupi rasa takut untuk sebuah kehilangan, Ia menginginkan Becky selamanya, tidak peduli jika dirinya tidak diinginkan.

"Dokter tolong. "

Petugas IGD berlarian dengan brankar pasien, semuanya bekerja dengan cepat, kondisi Becky sudah sangat panas, bisa saja Ia akan mengalami kejang setelah ini.

Freen merangkum tangannya, Ia berdoa, dalam rasa takutnya, Ia hanya ingin satu hal, Becky baik-baik saja.

"Kami permisi Nona. "

"Terima kasih Pak. "

Para petugas itu menjauh dan menghilang dalam pandangannya, Ia kembali diam dan berharap, cemas menunggu penjelasan apa yang akan Mereka katakan.

10 menit berlalu, Freen melihat bagaimana Mereka mengurus tubuh malang itu, sekilas senyuman itu mampu membuatnya tenang.

"Wali Nona Becky?"

"Iya, Saya Kakaknya. "

"Demamnya tinggi, harus dilakukan pengecekan lanjutan, kemungkinan ada terserang bakteri atau hanya demam saja, karena ditemukan ruam-ruam di tubuhnya, seperti pernah mendapatkan pukulan,  "

"Rawat inap saja dokter, kalau diperlukan visum, lakukan saja. "

Freen juga penasaran dengan luka lebam itu, bahkan jika Dia di dalam nafsu yang tinggi terhadap Becky pun, Freen tidak meninggalkan jejak luka dalam apapun untuk gadis itu, Ia malah menjaga tubuh itu, memperlakukan dengan lembut.

"Kakak. "

Lelaki tinggi itu masuk begitu saja menerobos semua orang, termasuk Freen di sana, Ia terkejut dengan perlakuan lelaki itu yang bahkan membangunkan Becky dengan kuat, Freen tau suara itu, seperti pekik laki-laki yang pernah memakinya di telepon.

"Biarkan Dia istirahat, Kau gila. "

"Siapa Kau?"

"Aku Freen, Aku... Aku sahabatnya. "

Hatinya sakit ketika mengatakan hal itu, ini sebuah kebenaran, namun rasanya mengenaskan untuk menjelaskannya.

"Aku Kaffa, adiknya, Kau yang membawanya? terimakasih. "

Tidak seburuk yang Ia pikirkan, laki-laki itu berhati baik, dirinya terlihat begitu mencintai Becky, senyumnya mengembang, setidaknya Ia tau jika Becky tidak sekesepian itu.

"Nama anda siapa Nona? dan kenapa Kakak bisa bersama Anda?"

"Freen, kemarin malam Aku menemukannya di depan hotel, Ia menangis, dan Aku menghampirinya, sialnya Kami kehujanan ketika itu, mungkin karena itu Becky menjadi tidak sehat. "

Kaffa tidak menemukan niat jahat dari seseorang yang ada di hadapannya ini, dan malah sebaliknya, wanita yang berpenampilan layaknya seorang yang kaya raya ini benar-benar membuatnya merasakan Kakaknya akan aman jika bersama wanita itu.

"Kamu kenapa ada di sini?"

"Ayah juga sakit. "

Berempati? Mungkin, tapi sungguh Ia tidak terlalu ingin tau tentang laki-laki yang Kaffa panggil Ayah ini, Ia kembali fokus kedengan gerak tangan Becky, dan mata yang mulai mampu untuk terbuka, walaupun terlihat sayu, namun Freen bersyukur setidaknya Becky masih bersamanya.

"Kak, ini Kaffa. "

Ia melihat betapa lembutnya senyuman itu, membuat Freen sekali lagi jatuh kepadanya, dengan semua hal yang ada pada gadis itu, Freen terpesona.
C
"Kenapa Kamu di sini Kaf?"

"Papa sakit. "

Rasa panik itu kentara terlihat, namun tubuhnya terlalu lemah untuk bereaksi.

"Papa harus mendapatkan penanganan lanjutan, besok akan dilakukan pengecekan kesehatan secara keseluruhan, diduga dari bengkak yang timbul pada tubuh Ayah, dokter mengatakan jika Ayah mengalami gagal ginjal.

Becky memejamkan matanya, Ia tidak tau harus berespon apa saat ini, namun perasaannya sangat khawatir, jika nantinya akan ada lagi yang Ia korbankan untuk sang Ayah.

"Apa Kakak boleh ketemu Ayah?"

"Kak...

"Kakak gak mungkin diem aja kan Kaf?"

"Kakak seharusnya pergi, kalau Ayah nemuin Kakak, Kakak pasti bakalan diserahin ke laki-laki rentenir itu. "

"Kakak khawatir. "

Freen menatap wanita malang itu dengan bingung, betapa besar rasa ikhlas yang ada di hatinya sampai Ia masih bisa memikirkan orang yang bahkan sudah menghancurkan hidupnya selama ini?, masih sangat besar empati yang ada padanya, sampai lupa bagaimana rasa sakit yang mencekiknya hampir mati.

"Ayah pasti kesusahan kan Kaf, Kamu tungguin Ayah dulu ya, sampai Kakak sembuh, nanti Kakak ke sana, jagain Ayah. "

"Kak, " lelaki itu berteriak protes.

"Jangan keras-keras Kaf, ini IGD. "

"Pikirin diri Kakak sendiri, gak usah mikirin orang yang bahkan gak anggap Kakak ada. "

"Gak bisa Kaf, sejahat apapun Dia, Beliau tetap Ayah Kakak. "

 "

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HEAL ME (Freenbecky)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang