Tidak pernah tau bagaimana dunia bisa sejahat itu dengan gadis baik hati ini, dalam genggamannya, tangan itu dingin terasa, tubuh yang bergetar, suhu panas yang kembali tinggi, Freen menggeretakkan giginya kuat, Ia benar-benar marah dengan lelaki tidak tau diri itu, bahkan masih sempat meminta hal gila yang bahkan Ia tidak berhak untuk itu.
Mengalami trauma, luka fisik dan batin, siapa yang akan kuat dengan semua itu, Becky terlalu tangguh atas semua rasa hancur yang Tuhan titipkan padanya.
"Hay...
Ia menangis, bukan untuk yang pertama kali, namun Freen belum terlalu siap dengan hal ini, hatinya terluka, Ia tidak pernah semarah ini dengan siapapun sebelumnya, namun untuk Becky, Ia melakukannya.
"Sakit banget?"
Anggukan Becky menyakitinya, Freen memeluk tubuh bergetar karena tangis itu erat, bagaimana bisa orang sejahat itu, Ayah bukannya adalah tempat pulang untuk anak-anaknya, bahkan seharusnya Ayah adalah cinta pertama untuk anak perempuannya, namun kenapa lelaki itu memilih menjadi neraka untuk keluarganya.
"Freen. "
"Iya?"
"Sakit. "
"Apanya? Tubuhnya?"
Tangan lemah itu membawa tangan Freen ke dadanya, Becky menekan itu kuat di sana, merasakan betapa jantung itu berdebar dengan keras, Freen menangis, Ia juga terluka karenanya.
"Aku sakit Freen. "
Kata-kata yang tidak bisa Freen balas, rasa sakitnya bahkan sama, Ia terlanjur menjatuhkan hatinya kepada Becky, bagaimanapun luka itu juga menjadi miliknya.
"Biarin Aku jadi obat Kamu Bec. "
"Freen. "
"Tolong. "
"Jangan, sama Aku, Kamu akan hancur. "
"Aku bahkan jauh lebih hancur jika gak sama Kamu. "
Becky memejamkan matanya, menekan rasa sakit itu dengan kuat, Ia benar-benar bingung, Freen tidak seharusnya ada di dalam cerita kelamnya, Ia sudah menghancurkan hidup wanita yang terlahir bahagia, Ia terlalu pengecut.
"Bec. "
"Tolong pergi Freen. "
"Gak akan. "
Pelukan itu semakin erat terasa, saling menikmati rasa sakit masing-masing, bagaimana Freen bisa meninggalkan wanita itu jika masalah yang Becky hadapi sebesar ini.
"Aku akan mendonorkan ginjalku pada Ayah. "
"Bec. "
Freen melepaskan pelukannya, menatap tidak percaya gadis yang masih dengan mata basahnya ini, dan semua omong kosong yang harusnya tidak pernah Ia ucapkan.
Tidak ada hal yang harus lagi Becky korbankan, karena kenyataannya, hati nurani itu tidak ada artinya bagi lelaki tanpa empati itu, Freen hanya ingin Becky hidup jauh realistis, memperlakukan orang lain seperti apa Ia diperlakukan juga.
"Ayah berhak hidup dan bertaubat. "
"Siapa yang akan menjamin lelaki itu akan bertaubat? Becky tidak semua orang akan berterimakasih untuk hal kecil sekalipun, sadar Bec. "
"Dia Ayahku, seburuk apapun dirinya, Ia tetap Ayahku Freen. "
Amarahnya menumpu dikepalanya, Freen tidak tau lagi bagaimana harus menyikapi kebodohan Becky kali ini, karena keras kepalanya, tidak akan kalah dengan semua fakta yang ada.
"Setelahnya, kalau Dia menyakitimu, Kau mah apa? diam saja sampai Kau mati? begitu Bec?"
"Kau tidak mengerti Freen, "
KAMU SEDANG MEMBACA
HEAL ME (Freenbecky)
Short Story(GXG⚠️) Sometimes peace comes with a lot of goodbye.
