"tunggu. Dimana sepupuku, Shira?" Tanya Origami pada salah satu pelayan yang lewat di depannya.
"Nona tertua sedang berlatih di ruang pelatihan. Nona."
"Berlatih apa? Juga dengan siapa?"
Pelayan itu menunduk. "Nona tertua sedang berlatih membuka dimensi sendirian."
Origami tersenyum. "Oke, lanjutkan pekerjaan kalian."
Setelah itu Origami meneruskan perjalanannya menuju ruang berlatih khusus.
Tampa basa basi. Origami membuka pintu dengan keras.
Brak!
Mendengar itu Shira yang sedang berlatih pun kaget. Dan pusaran kecil di depannya menghilang begitu saja.
"...." Kerja kerasnya! Selama 2 jam!
Menatap pelaku nya dengan wajah marah. "Apa yang kamu lakukan!? Apakah kamu tau? Kamu baru saja merusak kerja keras ku selama 2 jam penuh!"
Origami menutup telinganya. Sangat berisik. "Oke, jangan marah. Aku hanya ingin melihat latihan mu. Serta ingin mengajari mu membuka dimensi dengan benar."
Shira memincingkan matanya curiga. "Kenapa kamu begitu baik padaku?"
Melihat itu, Origami jengkel. "Kenapa!? Aku tidak bisa baik padamu? Hah?"
Shira mengangkat bahunya acuh. "Kamu selalu jahat padaku. Jadi..perbuatan baik yang tiba-tiba ini membuatku harus waspada dengan mu."
"Hei, kamu selalu curiga dengan ku. Kali ini aku benar-benar ingin mengajari mu. Tentu saja di paksa oleh ayahku."
Mendengar pamannya di sebut. Kecurigaan Shira mereda. Jika sudh pamannya yang memerintah Origami, maka, origami pasti tidak akan melakukan sesuatu yang merugikan nya. "Kalau begitu kemari. Ajari aku."
Origami memutar bola matanya dengan malas. Mendekat ke arah Shira, dan mulai mengajarinya dengan serius.
Setelah berkata beberapa patah kata. Shira mempraktekkannya. Sementara Origami, dia melihat sekeliling. Kosong. Tapi, ada satu yang hijau menarik perhatiannya. Itu dia!
Ketika akan mendekati pohon itu. Pintu yang tertutup terbuka.
Membuat Origami dan Shira serentak menatap pintu.
"Bibi!/bibi?"
Satu yang bersemangat, sementara yang lain bingung. Kenapa bibinya ada disini? Sial, apakah rencananya akan hancur?
Kaguya mengelus rambut Shira. "Bibi dengar kamu mulai berlatih membuka dimensi. Apakah berhasil?"
Shira menggeleng. "Belum! Tapi sebentar lagi aku akan menguasainya! Origami membantuku."
Mendengar itu, Kaguya menatap Origami. "Bagus. Begitulah seharusnya saudari."
Origami tersenyum tak sampai matanya. Hanya tersenyum sopan.
"Kalau begitu, biar bibi yang mengajarimu." Setelah berkata itu Kaguya masuk. Dan melirik Origami.
"Aku akan melihat. Sambil belajar, siapa tau aku bisa meluaskan dimensi yang bisa ku buka." Ujar Origami dengan terus terang.
Kaguya tidak banyak bicara. Dan mulai mengajari Shira. Sementara Origami, dia di pinggir sambil melihat, apakah ada kesempatan.
Dan.. kesempatan itu cepat datang.
Shira menggunakan byakugannya. Dengan serius sampai krigat bercucuran di dahinya.
Sebuah pusaran hitam tiba muncul didepan mereka. Shira tersenyum. Berhasil!
KAMU SEDANG MEMBACA
Otsutsuki Sakura
RandomCerita tentang Otsusuki Sakura yg bakit di tengah perang berlangsung. 🥀🥀🥀 Sakura menutup mata. "Inikah yang ingin kau perlihatkan kepada ku? Alasan kau membangkitkan ku? Ingin aku membantu mereka? Tidak kah kau lihat, akibat perbuatan yang kau la...
