8. Klan Otsusuki

473 32 3
                                        

"Aku bisa membuka dimensi, dimana api teratai biru itu berada. Namun..."

Sakura menatap mereka semua. "Seperti pohon dewa itu, yg di jaga oleh Nenek, salah satu klan Otsusuki. Api teratai Biru juga ada yg menjaganya."

"Apakah kalian sanggup?"

"Hah! Hanya di jaga oleh satu orang Otsusuki, kita pasti bisa mengambil api-"

"Siapa bilang itu hanya di jaga oleh satu orang? Hm." Sela Sakura.

"Na-nani? Maksudmu, Sakura-chan, itu tidak hanya di jaga oleh satu orng?"

Sakura mengangguk.

"Apakah 2 orng?"

Sakura menggeleng.

"3?"

Sakura menggeleng lagi.

"Apakah itu!? 4 orng!??" Kaget Naruto.

"Tidak." Sakura menggeleng. "Puluhan, bahkan ratusan orng. Bisa di bilang...1 klan yg menjaganya."

"NANI!????" Mereka semua pingsan <( ̄︶ ̄)> ya pingsan.

Sakura "...." Menoleh ke satu orng yg Masi stay cool berdiri di sampingnya. "Kamu tidak pingsan juga?"

"Tidak, hanya sedikit kaget."

"Mental mu cukup kuat, ku kira kmu akan pingsan seperti yg lainnya ketika mendengar 1 klan yg menjaga nya."

Sasuke menggeleng sedikit. "Ketika mendengar pertarungan antara
Dua saudari keturunan langsung, aku sedikit menebak. Bahwa api itu milik sebuah klan. Tidak aneh bahwa yg menjaganya satu klan. Hanya saja klan yg menjaganya.." Sasuke tidak melanjutkan ucapannya. Dia hanya menatap Sakura.

"Otsusuki. Ya. Sebuah klan misterius dari dimensi lain. Namun terhubung ke dunia ini." Sakura menghela nafas panjang. "Haaa, ne Sasuke. Apakah kamu mampu memerangi satu klan yg memiliki kekuatan besar melebihi Nenek, atau yg sering kalian sebut Dewi kelinci, Otsusuki Kaguya. Demi memusnahkan Zetsu yg tidak sebanding dengan kekuatan Otsusuki? Bukan kah itu tidak sebanding?"

"Demi melindungi seseorang yg ku cintai. Itu sebanding."

Sakura tersentak mendengar jawaban tak terduga dari Sasuke. Ku kira ia tidak...

'Aku tidak mencintai seseorang yg sempurna, tapi aku melihat kesempurnaan pada orang yg aku cintai.'

Sakura kaget karna tiba-tiba kalimat itu terlintas di pikiran nya. "Begitu," kemudian membuang mukanya kesamping. Apakah kamu masih di sana?

Tidak ada jawaban. Sakura mengerutkan keningnya. Kemudian menatap Sasuke yg juga sedang menatapnya.

"...." Canggung.

Suasan canggung. Tak tahan dengan suasana ini. Akhirnya Sakura melambaikan tangan nya sedikit. Cahaya seperti kunang-kunang berterbangan menuju Naruto dkk yg pingsan dan masuk ke kening mereka.

Seketika mereka tersadar dari pingsannya. Dan satu persatu bangun.

"Ughh, apa yg terjadi?" Lee memegang kepalanya.

"Oke, Jan pingsan lagi. Jadi, apa pilihan kalian? Pergi atau tidak." Kata Sakura dengan tegas.

Dengan semangat tinggi Naruto dan Lee berkata "Tentu saja pergi!"

Yg lain saling memandang. Dengan pemahaman diam-diam mereka mengangguk. "Kami akan pergi."

"Kenapa kalian gigih ingin pergi? Padahal sudh tau itu resiko yg besar, bahkan mengancam nyawa."

Naruto menatap Sakura. "Demi melindungi orang-orang yg tidak bersalah di luar sana. Sakura-chan, mereka mati tampa tau apa kesalahan mereka. Itu tidak adil."

Otsutsuki SakuraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang