38. Flashback 21

73 7 0
                                        

Banyak persiapan yg di lakukan untuk keperluan Sakura dan yg ikut dengannya menuju Jurang Kematian.

Banyak obat yg di bawa rata-rata untuk menyelamatkan hidup, dan obat luka. Hingga 2 hari kemudian. Saatnya pergi ke Jurang Kematian.

Di gerbang masuk tanah Barat.

Banyak yg mengirim kepergian Sakura di gerbang. Kec. Sakuya. Dia kembali berlatih tertutup.

"Ingatlah untuk memperhatikan keselamatan."

"Jangan lupa untuk kembali dengan selamat."

"Apapun yg kmu temukan, jika di rasa bukan tandingannya lebih baik mundur, utamakan keselamatan."

"Kalian harus melindungi putriku dengan nyawa kalian." Tentu saja, elit yg pergi bersama Sakura adalah elit yg bersedia mati.

"Jangan khawatir, kami pasti akan kembali dengan selamat. Tunggu kami kembali! Membawa kemenangan!"

Seseorang tertegun.

"Jangan khawatir, aku pasti akan pulang membawa kemenangan. Tunggu aku kembali..."

"Yang mulia, anda baik-baik saja?" Bisik pelayan yg berada di samping Shisiya.

Shisiya yg memegang keningnya karna sakit menggelengkan sedikit kepalanya. "Tidak apa-apa." Kemudian menatap keluarga yg baik di depannya. Cahaya gelap melintas di matanya.

Heh, tunggulah sebagaimana aku menunggu dahulu.

____

Jurang kematian --

"Apakah ini jurang kematian itu?" Tanya Sakura.

Salah satu elit menjawab. "Tidak salah lagi yang mulia."

Sakura mengangguk. Menatap pusaran hitam yg menutupi jurang. "Aku bertanya sekali lagi. Apakah kalian takut?"

"Tidak! Hidup dan mati untuk klan! Tidak ada rasa takut dan penyesalan di dalamnya!" Ucap mereka dengan serentak.

Melihat tekad itu, Sakura semakin bertekad untuk melindungi mereka semua. "Kalau begitu, ayo pergi! Dan pulang dengan membawa kemenangan! Cetak rekor pertama bahwa kita adalah yg pertama keluar hidup-hidup dari sini!"

"Ya!!!"

Kemudian dengan gagah berani mereka melompat dalam pusaran.

Di dalam Jurang Kematian--

Ternyata seperti melewati dunia lain.

Aura disini begitu kaya, namun juga suram di saat bersamaan.

Sakura melihat sekeliling. Hutan kayu yg penuh dengan kabut hijau tua. "Ini racun."

Author bilek : bukan kentut ya gess😂

"Beruntung, Putri pertama telah menyiapkan pil anti racun." Mereka menelan pil itu, kemudian maju masuk ke dalam hutan tampa rasa takut.

Setelah semakin dalam masuk ke dalam hutan, kabut semakin tebal. Mereka menemukan bahwa akar pohon itu menjerat orang. Jadi beberapa dari elit terluka tapi tidak ada korban di sana.

Setelah melewati hutan racun. Mereka menemukan rawa yg luas Tampa melihat ujungnya. "Rawa ini sangat luas." Di angguki oleh yg lainnya.

"Biarkan aku melihat terlebih dahulu." Seorang elit terbang dan mencoba melewati rawa. Namun belum sampai dia melewati satu langkah dari rawa, dia sudah jatuh di rawa tersebut. "Tidak bisa terbang! Kekuatan terkunci!"

Kemudian mereka berusaha mengeluarkan nya dengan susah payah. Dan akhirnya berhasil.

"Yg mulia, bagaimana ini? Rasanya sulit melewati rawa ini. Kekuatan terkunci, seperti orang biasa. Dan melihat luasnya rawa ini, kita tidak tau bahaya apa yg tersembunyi disana."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 11, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Otsutsuki SakuraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang