"..tuan kota?" Pria wajah garang itu mengenali Isamu.
Tentu saja. Karna Isamu lah yang sering menceramahi dia. Tapi tetap saja, dia kebal terhadap apapun itu.
"Otsusuki Akeno! Bukankah sudh ku bilang!? Berhenti mengajak orang-orang berkelahi! Apakah kamu tidak bosan dimarahi!?" Teriak Isamu.
Pria berwajah garang-Akeno. Dia mengorek kupingnya dengan wajah acuh. "Yoo tuan kota, bukankah aku yang seharusnya bertanya? Apakah anda tidak bosan memarahi, menceramahi dan menghukum ku? Aku sih bosan, tapi..sepertinya anda yang tidak bosan-bosannya memarahiku."
Isamu, Mieko, dan Sakura tercengang.
Yang lain? Tidak, mereka sudh terbiasa dengan kata-kata hitam menjadi putih, dan putih menjadi hitam. Sungguh kata-kata Akeno sangat kuat memutar balikkan fakta.
"Cukup! Apa-apaan kalimat bodoh ini!? Jangan memutar balikkan fakta! Sekarang-"
"Ah, tuan kota, aku tidak memutar balikkan fakta. Tapi itulah kebenaran nya." Potong Akeno.
"Ohya, siapa gadis dan anak kecil itu? Aku baru melihatnya. Ah! Apakah kalian ingin berduel dengan ku?"
"!! Akeno! Berhenti berkata omong kosong! Dia adalah-"
Sakura mengangkat tangannya. "Kenapa aku harus berduel dengan mu? Apakah ada hadiah yang menguntungkan?"
Akeno mengangkat alisnya. Yoo, menarik. "Apa yang kau inginkan? Uang? Emas? Tanah? Berlian? Permata? Rumah? Aku memiliki semuanya." Ucap songong Akeno.
Isamu dan Meiko memutar bola mata mereka dengan malas. Sombong Amat!. Pikir mereka.
"Kamu seperti nya cukup kaya." Ujar Sakura.
Akeno mengangguk seraya menepuk dadanya bangga. "Tentu saja! Ayah dan ibuku adalah bangsawan. Tentu saja harta kami banyak."
Sakura mengangguk. "Tapi..aku tidak membutuhkan itu semua."
Akeno terdiam. Apa? Dia tidak menginginkannya? Akeno melirik Isamu. Tumben, seseorang yang di samping Isamu berharta. "Lalu, apa yang kamu inginkan?"
Sakura tersenyum manis. "Jika aku menang. Kamu akan melakukan apapun yang kukatakan tampa berat hati. Dan jika aku kalah..apapun keinginan mu."
"!!yang-"
'tenanglah Meiko, Isamu. Dia tidak bisa mengalahkan ku. Bahkan jika ada 10 Akeno.'
Isamu dan Meiko bertukar pandang. Kemudian percaya apa yang di katakan Sakura.
Mereka ingat. Orang di depan mereka bukanlah anak berumur 7 tahun saja. Dia tidak bisa di remehkan. Walau umur masih terbilang muda. Tapi kekuatan..setara dengan elit kerajaan.
Akeno tertawa kecil. "Apa kamu yakin? Aku bisa memberi waktu untukmu berubah taruhan."
"Tidak perlu. Ayo lakukan." Seraya terbang mendekati Akeno. "Meiko, bawa pria yang terluka itu."
Setelah Meiko menjauhkan pria yang terluka itu pergi. Pertarungan pun di mulai.
"Baiklah, melihat dari tinggi badanmu. Sepertinya berumur 9-12 tahun. Jika begitu, akan tidak etis jika aku menggunakan semua kekuatan ku. 15%. Akan ku gunakan kekuatan ku 15% untuk melawanmu. Dengan ini sepertinya adil."
"Tidak perlu menahan kekuatan mu untuk melawanku. Lawan aku semampumu." Ucap Sakura dengan tenang.
"Kamu meremehkanku. Kalau begitu seranglah aku!"
Tampa banyak basa basi Sakura melambaikan tangannya. Angin yang berhembus kencang membentuk bilah-bilah tajam menuju Akeno dengan kecepatan tinggi.
WUSHHHH---
KAMU SEDANG MEMBACA
Otsutsuki Sakura
RandomCerita tentang Otsusuki Sakura yg bakit di tengah perang berlangsung. 🥀🥀🥀 Sakura menutup mata. "Inikah yang ingin kau perlihatkan kepada ku? Alasan kau membangkitkan ku? Ingin aku membantu mereka? Tidak kah kau lihat, akibat perbuatan yang kau la...
