35 Flashback 18

92 7 2
                                        

Di akhir perjamuan. Keputusan di umumkan oleh Tetua ke tujuh.

"Keputusan tentang masalah pengadilan pagi telah selesai. Kami telah menggelar rapat dengan pihak-pihak tertentu. Dan telah menghasilkan satu putusan."

Sakura gugup. Wajahnya tenang, tapi tangannya berkeringat dingin.

"Putri Sakura, memenangkan pertandingan kepemimpinan wilayah, seperti yang kita ketahui. Kepemimpinan nya membuat wilayah yang sangat sulit maju menjadi makmur dalam waktu yang singkat di umur yang begitu muda.

Kemudian, tentang pertandingan arena. Dikarenakan usianya yang masih begitu muda. Putri Sakura tidak bisa bertanding di arena. Namun, dikarenakan bakatnya kita tidak bisa menyia-nyiakannya. Dan harus memberikan kesempatan pada setiap putri untuk bertanding, menunjukan kekuatan nya secara adil dan resmi.

Jadi keputusan nya adalah. Pertandingan arena di tunda sampai usia Putri Sakura memenuhi syarat yang di tentukan! Putusan selesai!-"

Sakura tercengang.

Dan banyak juga yang kaget. Mereka kita hanya ada 2 keputusan. 1 putri Sakura resmi menjadi pewaris. 2 dia di gugurkan dikarenakan usianya.

Tidak di sangka, akan ada penundaan. Namun, ini hasil yang baik untuk semua orang.

Perjamuan berakhir.

"Ayah!"

Syura berhenti. Kemudian melambaikan tangan pada bawahannya untuk mundur. Menyisakan Dia dan putrinya.

Syura berjongkok, mengimbangi tinggi Sakura. "Apa kamu puas dengan putusannya?" Seraya mengelus rambut halus putrinya.

Sakura mengangguk, kemudian menggeleng. "Ayah, putusan yang bagus. Tapi..ketika aku mencapai usia itu.." mata Sakura rumit.

Syura tersenyum. "Saat itu tiba. Mereka tidak bisa berkata-kata. Karna ketika saat itu tiba ayah akan membungkam mereka. Jadi, Sakura jangan khawatirkan apa yang tidak menjadi kewajiban mu oke? Serahkan pada ayah. Sakura hanya tinggal menjalani hidupnya dengan senang."

Mata Sakura menjadi bercahaya. "Ayah, ayah yang terbaik!" Seraya memeluk Syura. Dia percaya sepenuhnya pada ayahnya.

Di dalam hatinya. Ayahnya adalah yang terhebat!

Setelah ini..kakak nya tidak akan membencinya lagi kan?

_____

"Bibi.."

Shisiya melirik Sakuya. "Jangan membuang-buang waktu ini. Tingkatkan kekuatan mu, agar bisa mengalahkan adikmu. Ingatlah, kehidupan adikmu penuh dengan keberuntungan. Jadi jangan remehkan kekuatannya."

Sakuya mengangguk. Kemudian melihat kepergian bibinya. Tepatnya..rambut putih bibinya..

Dia mengingat ketika mencari bibinya tadi siang. Dia..tidak sengaja masuk keruangan yang salah. Dan..menemukan sesuatu yang mengejutkan.

Dia tidak sengaja melihat potret bibinya semasa remaja. Dan yang mengejutkan nya adalah..

Rambut bibinya.. sebenarnya sama dengan miliknya!

Sakuya kaget. Dia telah belajar, rambut Otsusuki tidak akan berubah sejak kelahirannya. Jika putih maka akan putih. Jika itu pink, itu akan pink selamanya. Tidak akan berubah walaupun kematian datang.

Jadi.. bagaimana bisa rambut bibinya.. menjadi putih? Dan yang lebih anehnya. Di potret itu bibinya tidak sendiri. Ada pria tampan dengan rambut putih dan mata bernetra hijau.

Seingatnya..tidak ada anggota inti dengan wajah dan ciri seperti itu di sejarah.

Ia ingin bertanya dengan bibinya, tapi..dia tidak berani.

Otsutsuki SakuraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang