29 Flashback 12

77 8 0
                                        

Tangan Sakiya gemetar. Dia..menampar adiknya..

"Kamu menamparku!?" Teriak Sakuya marah dan tak percaya.

Sakiya menutup matanya dengan erat. Lalu menghela napas lelah.

"Kamu sudh keterlaluan Sakuya." Sakiya menatap neneknya, lalu menoleh ke arah para tetua agung. "Nenek, ataupun para tetua agung, tidak mungkin melakukan itu. Karna, mereka sudh bersumpah terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan ini. Jadi, omong kosong mu itu, sangat tidak masuk akal."

Sakuya ingin berdebat kembali. Namun terhenti ketika mendengar suara Bibinya.

"Berhenti berdebat, atau kamu yang akan tersingkir kan oleh mereka."

"Tapi bibi, mereka sudah-"

"Diam. Serahkan sisanya pada ku."

Shisiya berdiri dari tempat duduknya. Dan berkata sambil tersenyum. "Ya, Sakuya memang salah karna mempertanyakan keputusan yang di buat oleh para tetua agung. Tapi..apakah Sakura benar-benar bisa memimpin sebuah wilayah di umurnya yang masih sangat muda ini? Jika sesuatu hal yang tidak di inginkan terjadi.. bagaimana? Apakah kalian sudh memikirkan nya?"

Bisik-bisik terdengar lagi. Sebagain setuju dengan apa yang di katakan oleh Shisiya, dan sebagiannya lagi percaya pada keputusan yang di ambil oleh para tetua agung.

Salah satu tetua agung berdiri. "Keputusan yang kami buat, sudh kami pikirkan dengan matang. Sebab dan akibat, kami sudh sangat memikirkannya.

Umur Putri Sakura, memang masih terbilang muda. Namun, kita tidak bisa mengabaikan kekuatan nya."

Tetua yang lainnya juga angkat bicara seraya melihat tanduk Sakura. "Tidak bisa kita pungkiri. Tanduk milik Putri Sakura, adalah tanduk yang paling indah, kuat dan kokoh. Seperti yang kita tau, tanduk adalah lambang dari kekuasaan, kekuatan dan kepribadian seseorang."

"Walaupun umurnya masih kecil, Putri Sakura memiliki kekuatan yang besar. Tidak hanya itu, dia juga bijak." Tetua yang lainnya juga bicara.

"Dan waktu kekuasaan yang di pegang oleh Yang Mulia Syura akan berakhir. Putri pertama dan kedua juga sudh mencapai umur dua puluhan. Dimana kekuatan Otsusuki akan stabil. Sedangkan Putri Sakura, kekuatan nya tidak perlu di pertanyakan lagi. Jika menunggu, umur Putri Sakura 18/20 han, itu tidak akan sempat.

Seperti yang kita tau, akhir-akhir ini, banyak Otsusuki yang memberontak. Yang sangat terobsesi dengan keabadian. Jika ujian ini diadakan beberapa tahun kedepan. Maka.. situasi nya akan di luar kendali. Dan klan kita akan kacau."

Tetua agung yang paling tua juga bicara. "Oleh karna itu, saat inilah yang paling tepat untuk melaksanakan ujian kepemimpinan wilayah. Jika Putri Sakura tidak mengikuti ujian ini.. kapan lagi dia akan mengikutinya? 1000 tahun kemudian? Itu sangat tidak adil baginya. Kekuatan yang dimiliki olehnya adalah yang paling murni. Oleh karna itu, terlepas dari umurnya. Putri Sakura berhak mengikuti ujian ini."

Semua orang mengangguk mengerti.

Itu sangat benar. Sangat di sayangkan jika Sakura tidak mengikuti ujian ini. Di lihat dari kekuatan yang dimiliki olehnya, itu sangat penting untuk klan Otsusuki. Jadi, keputusan yang di ambil oleh para tetua agung itu sudh benar.

Lagi pula, wilayah yang di berikan pada Sakura, adalah wilayah Utara. Wilayah yang selama ini sangat sulit berkembang, dan populasi Otsusuki yang sangat sedikit. Jadi, keputusan ini sudh baik.

Semua orang berpikir seperti itu. Jadi tidak berkata apa-apa lagi.

Sakuya mengepalkan tangannya dengan erat. Kenapa!? Dia sangat merasa tersaingi jika melawan adiknya Sakura. Di lihat dari tanduk saja..dia sudh kalah jauh! Dia tidak bisa menerima ini!

Otsutsuki SakuraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang