"kakak. Tenanglah."
Syura melihat di sekitar ruangan dengan dingin. Kemudian menarik kembali tekanan yang di keluarkan nya.
Membuat semua orang menghela napas lega.
Shisiya berjalan menuju Sakura. "Keponakan terkasih, berdirilah. Lantainya dingin. Kita bicarakan semuanya dengan baik dan jelas."
"Terimakasih bibi."
Shisiya tersenyum tipis. Kemudian berkata. "Sebenarnya obat apa yang akan kamu cari di Jurang Kematian yg penuh dengan bahaya itu?dan apakah kmu yakin obat itu bisa menyelamatkan nenekmu?"
"Bibi, obat yang akan ku cari adalah Daun 7 Nyawa. Dikatakan selembar daun bisa menyelamatkan nyawa walaupun yg hanya tertinggal tiga napas saja."
"Dari mana kamu mengetahui nya?" Kali ini Syura angkat bicara. Tak lagi diam.
"Ayah, tidak penting dari mana aku mengetahuinya, tapi informasi ini benar adanya."
Wajah Syura jelek. "Benar atau tidaknya, itu hal lain. Kamu benar-benar tidak di izinkan untuk pergi."
"Ayah!/Yang Mulia!"
Dua suara datang bersamaan. Atensi semua orang menuju pintu. Seorang utusan dari Istana Shireya datang dengan tergesa-gesa. "Yang mulia!"
"Apa yang kmu lakukan. Etika tidak di pakai? Kenapa begitu tergesa-gesa. Bicaralah dengan baik." Ucap salah satu Mentri.
"Ini..bawahan yg rendah melihat yang mula!"
"Katakanlah. Ada apa?"
Wajah Utusan itu menjadi panik lagi. "Yang mulia, keadaan Yang mulia agung memburuk. Dan dalam keadaan kritis!"
"APA!?" Semua orang kaget. "Pengadilan berakhir." Kemudian pergi dengan cepat dari sana. Di susul oleh keluarga inti.
"Ini..Bagaimana mungkin yang mulia agung menjadi kritis. Bukankah sebelumnya hanya keadaan tidak sadar saja?"
Itusan itu menggeleng. "Ketika Putri Sakiya baru masuk ruangan. Dia berteriak memerintahkan memanggil tabib. Keadaan yang mulia agung memburuk."
Para Mentri saling melihat. Ada konspirasi disini.
Bagaimana bisa begitu kebetulan ketika Putri ketiga ingin mencari obat di jurang kematian. Tentu yang mulia tidak mengizinkan nya. Tapi sekarang...dengan kondisi yang mulia agung yg memburuk..bukan tidak mungkin.
Para Mentri menghela napas sayang. Intrik kerajaan begitu mengerikan ketika menyangkut tahta.
Di Istananya Shireya.
"Bagaimana dengan keadaan ibu?" Tanya Syura pada Inari yg berdiri di depan pintu kamar Shireya.
"Buruk. Tabib sedang meresepkan obat dengan Sakiya di ruang obat. Sedangkan beberapa tabib lainnya di dalam sedang menyetabilkan tubuh ibu."
"Bagaimana bisa ini terjadi? Bukankah semalam masih baik-baik saja?"
Inari berkata tidak tau. Dan semuanya diam. Menunggu tabib datang/keluar dari dalam ruangan.
Beberapa saat kemudian-
"Ayah, ibu, semuanya, kalian disini." Sakiya datang dengan beberapa tabib di belakang nya yg membawa beberapa mangkuk obat.
"Kakak.."
Sakiya menoleh. "..Kamu kembali." Kemudian melirik ke arah Shisiya.
"Apa yng terjadi sebelumnya. Bagaimana nenek mu bisa dalam keadaan kritis." Tanya Inari.
"Bu, akan ku jelaskan nanti, sekarang nenek harus meminum obatnya dahulu. Tunggu aku di aula depan. Setelah selesai aku akan kesana menjelaskannya."
______
KAMU SEDANG MEMBACA
Otsutsuki Sakura
OverigCerita tentang Otsusuki Sakura yg bakit di tengah perang berlangsung. 🥀🥀🥀 Sakura menutup mata. "Inikah yang ingin kau perlihatkan kepada ku? Alasan kau membangkitkan ku? Ingin aku membantu mereka? Tidak kah kau lihat, akibat perbuatan yang kau la...
