mau fast up? vote lah, jangan mau enaknya aja.
*****
Pukul setengah tujuh pagi, hoseok masih setia menutup matanya dengan selimut yang menutupi tubuhnya dan hanya menyisakan kepalanya yang terlihat.
Saat sedang pulas dengan tidurnya, ponsel hoseok berdering, menandakan alarm yang sudah dia pasang menyala.
Hoseok sedikit menaiki selimut nya, enggan untuk bangun, tapi ia harus segera berkerja.
Hoseok sedikit membuka matanya, namun ia tutup lagi, dia benar benar hanya ingin tidur saja.
Mau tak mau, hoseok harus mau untuk bangkit dari kasur nya dan bergegas untuk mandi.
"Eunggg." lenguhan panjang hoseok, kemudian hoseok menyeimbangkan cahaya yang masuk agar mata nya bisa terbuka sempurna.
Hoseok mendudukkan dirinya, lalu melihat ke sekitar kamarnya.
"Dimana kai?" gumam hoseok.
Hoseok bangkit dari tempat tidur nya dan berjalan kearah pintu kamarnya, membuka pintunya secara perlahan, dan mencondongkan tubuhnya ke depan sedikit, untuk melihat keadaan rumah.
Sepi, itu yang hoseok lihat, seperti tinggal sendiri dirumah, padahal tidak.
Hoseok menghela nafas, kemudian menutup pintu kamar nya lagi, lalu, berjalan ke arah jendela kamarnya, setelah itu, hoseok membuka tirai nya, agar cahaya masuk ke dalam kamarnya.
Hoseok menatap keluar, diluar ramai kendaraan, orang berjalan kaki, tidak seperti rumahnya yang seperti kuburan.
Hoseok bergegas menuju kamar mandi, agar tidak telat masuk kerja, dia baru saja masuk beberapa hari, tidak mungkin kan telat?
Setelah selesai mandi dan siap siap, hoseok langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar, melihat sekeliling, setelah itu, menuruni anak tangga satu persatu.
Hoseok mengambil sepatu kesayangan nya di rak yang sudah tersedia di rumahnya, lalu ia memakai sepatunya, mengikat tali sepatunya dengan rapi, dan tentunya dengan aman agar tidak lepas saat dia sedang terburu-buru.
Saat semuanya sudah dipastikan aman, hoseok langsung mengambil kunci mobil yang terletak dimeja.
Hoseok menutup pintu rumahnya, kemudian mengunci pintunya kembali, dan meletakkan kuncinya dibawah vas bunga, memang sengaja tidak dia bawa, karena terkadang dia tidak pulang kerumahnya.
Hoseok memasuki mobilnya, merapikan pakaian nya di dalam mobil, memakai seatbelt, setelah itu membenarkan spion mobil.
Jika semuanya sudah aman untuk berkendara, Hoseok langsung menginjak gas sembari mendengarkan lagu kesukaan nya, untuk menemani ia dijalan.
Sesampainya hoseok di kantor, hoseok langsung berjalan dengan langkah yang sedikit cepat agar tidak terlambat masuk.
Hoseok kerja dibagian seni, maka dari itu, hoseok masuk ke ruangan khusus devisinya.
Hoseok duduk di meja yang sudah di sediakan untuk nya disana, lalu ia mulai merapikan mejanya.
Saat sedang merapikan meja, hoseok merasa bahwa pundak nya di pegang oleh seseorang, hoseok menoleh kemudian membulatkan matanya.
"K-kak yoon?" ucap hoseok gugup.
Yoongi hanya mengangguk, kemudian menarik kursi kosong ke arah meja hoseok dan duduk disana.
"Baru sampai, seok?" tanya Yoongi, hoseok hanya mengangguk pelan sebagai jawaban.
"Sudah sarapan kau?" tanya Yoongi lagi, hoseok menjawab dengan gelengan pelan.
"Yuk sarapan bareng! di kantin ada menu baru, kamu harus nyobain, soalnya itu enak banget" ucap yoongi excited.
"E-eh, beneran kak yoon?" ragu hoseok.
"Benar lah, masa bohong?" jawab yoongi, hoseok hanya tertawa kaku, lalu menerima ajakan yoongi.
Ada keheningan diantara mereka yang sedang menunggu makanan nya datang satu sama lain.
"Udah ada yang bikin kesal belum selama kerja disini, seok?" ucap yoongi memecahkan keheningan, hoseok yang sedang melamun langsung tersentak kaget dan tersenyum tipis.
"Sejauh ini belum si kak, aku harap kedepannya juga begitu." jawab hoseok dengan nada lembut, yoongi hanya mengangguk pelan.
"Seok, kenapa memilih masuk ke bagian seni dari banyaknya devisi lain di perusahaan ayahku ini?" tanya yoongi lagi, yoongi benar benar mencari topik saat ini.
"Aku suka seni dari kelas 5 SD, kayak ngegambar, mewarnai, dan membuat karya-karya, dulu juga sempat dapat ranking." jelas hoseok, yoongi hanya mengangguk tanda paham apa yang hoseok jelaskan.
"Keren juga kamu seok, betah betah ya di perusahaan ini, aku gamau kehilangan orang seperti mu dari kantorku soalnya." ucap yoongi, hoseok lagi lagi membulatkan matanya, agak sedikit terkejut dengan ucapan yoongi, tapi setelah itu ia tersenyum ramah.
"Kau tunggal juga, seok?" tanya yoongi, hoseok hanya menggeleng.
"Aku anak pertama dari 4 bersaudara, cowok semua" jawab hoseok "how about you?" tanyanya.
"Aku anak tunggal, makanya aku sering merasa kesepian, mau berinteraksi sama orang juga kayak susah, karena menurutku, bergaul dan berbicara itu melelahkan." jawab yoongi.
"Menurutku justru bergaul dan berbicara dengan orang-orang itu asik dan menyenangkan." ucap hoseok, terlihat perbedaan mereka, ya?
"Menurut mu, keluarga mu itu gimana, seok?" tanya yoongi, berhasil membuat hoseok mematung.
"Seok? Apakah pertanyaan ku salah?" ucap yoongi ragu pada pertanyaan nya.
"E-eh, tidak kok, tapi mungkin itu akan aku jawab nanti, hehe" jawab hoseok dengan senyuman tipis.
"Aku jadi tidak enak, maaf ya." ucap yoongi.
"Gapapa kok, santai aja, kak!" ucap hoseok dengan senyuman dan ia memberikan wink pada yoongi, sukses membuat pipi yoongi memerah seperti memakai blush on.
"Oke oke, ganti topik aja." ucap yoongi, kemudian hoseok mengangguk.
Mereka mengobrol bersama, banyak sekali obrolan yang mereka bahas, tapi belajar dari kesalahan, yoongi tidak membahas keluarga, atau masa lalu hoseok.
Mereka lebih memilih bahas hal random, seperti hal hal yang sedang trend di sosial media sekarang, favorit musik, dan pertanyaan pertanyaan random yang tak masuk akal.
Mereka juga tertawa bersama karena candaan yang hoseok atau yoongi buat, memang terlihat freak bagi orang, tapi mereka seperti merasa bahagia ketika melakukan itu.
Hoseok adalah orang pertama yang berhasil membuat yoongi tertawa lepas, membuat yoongi banyak bicara seperti tidak ada rem dimulutnya, dan berhasil membuat yoongi merasa nyaman dan bahagia ketika disisi hoseok, maka dari itu, tidak ada yang berani mengusik aktivitas mengobrol mereka, walaupun jam kerja sudah dimulai sekalipun.
TBC
Tolong hargai karya ku ya para reader, vote dari kalian jadi mood ku tersendiri buat melanjutkan cerita ini lagi, fast atau slow up tergantung vote dari kalian😉
KAMU SEDANG MEMBACA
kau rumah ku (sope)
RandomMenceritakan tentang kisah anak pertama, yang keluarga nya terlihat cemara dan penuh dengan kebahagiaan diluar, nyatanya di dalamnya seorang anak tidak mendapatkan rumah pertamanya, dan mentalnya di hajar hingga hancur berkeping-keping. Jung hoseok...
