Hoseok sudah seminggu lebih menghilang dari kantor, batang hidungpun tak terlihat sama sekali.
Yoongi sudah mencari hoseok kerumahnya, namun nihil, setiap dia kerumah hoseok, yang membukakan pintunya selalu adik bungsunya.
Hari ini yoongi mau mencoba kerumah hoseok lagi, ia kerumah hoseok siang hari karena jadwal dia yang hanya free disiang hari saja.
Yoongi sampai didepan rumah hoseok, dengan motor besar, jaket kulit hitam, helm full face, dan juga kacamata hitam yang melengkapi, itu penampilan Yoongi saat ini.
Yoongi melepaskan helm nya, meletakkan di spion motornya, lalu membenarkan rambutnya dan menaiki kacamata keatas.
Yoongi turun dari motor, lalu berjalan kearah pintu rumah hoseok, tanpa ragu, Yoongi mengetuk pintunya.
Tak butuh waktu lama, sudah ada orang yang keluar, namun tidak sesuai harapan yoongi, yang keluar lagi lagi bukan hoseok.
"Kamu lagi? Kak hoseok ga ada dirumah, maaf ya," Ucap kai, anak bungsu dari keluarga jung yang hendak menutup pintu kembali.
Namun saat pintu akan tertutup, yoongi menahannya dengan tangannya, lalu membuka pintunya sedikit.
"Tolong, tolong kasih tau aku dimana hoseok, aku gabisa kalo dia hilang tanpa kabar sama sekali," Ucap yoongi dengan nada memohon.
"Maaf ya, aku ga tau kak hoseok dimana, aku udah nyari juga, tapi ga nemu lokasi kak hoseok saat ini," Ucap kai.
"Aku permisi ya, kak? Aku harus lanjut mengerjakan tugasku," Ucap kai lagi, kali ini dibalas helaan nafas oleh yoongi dan anggukan pelan dari lawan bicaranya.
Kai tersenyum, lalu menutup pintu rumahnya, ia berjalan kearah jendela lalu menatap yoongi dari jendela.
Saat sudah dipastikan yoongi pergi, ia berjalan kearah meja makan dan mengambil nampan yang berisi satu piring makan dan gelas berisi air putih.
Kai berjalan pelan kearah kamar hoseok, lalu membuka pintu kamar hoseok secara pelan, agar tidak menimbulkan suara kencang.
"Kak, aku bawain makanan lagi, pasti kakak lapar ya?" Ucap kai, ia masuk ke dalam kamar sang kakak, lalu pintu kamar nya ia tutup lagi, namun dengan lembut.
Dia berjalan kearah kasur hoseok, meletakkan nampan dinakas, lalu menggenggam tangan sang kakak yang terbaring lemah dikasur.
"Kak, maaf ya ayah jahat banget sama kakak, kakak sampe harus ngerasa sakit gini," Ucap kai, hoseok hanya menatap kai dengan tatapan sendu dan wajah pucatnya.
"Gapapa, aku bisa wajari, kok," Ucap hoseok lirih.
Flashback.
"Kamu bisa ga si jadi anak berguna dikit? Jangan apa apa nyusahin."
Plak
Plak
Plak
Tiga pukulan ikat pinggang mendarat di tubuh hoseok lagi, ntah pukulan yang ke berapa kali, namun hoseok sekarang sudah menangis memohon ampun pada ayahnya.
"Sakit, yah..ampun..jangan hukum hoseok, yah, sakit..." Lirih hoseok dengan air mata yang terus mengalir dengan deras nya.
"Mati aja kamu, saya ga butuh anak kayak kamu, ga berguna sama sekali, nyesal saya tidak menggugurkan kamu saat itu," Ucap sang ayah, sukses membuat hati hoseok teriris yang ke sekian kalinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
kau rumah ku (sope)
عشوائيMenceritakan tentang kisah anak pertama, yang keluarga nya terlihat cemara dan penuh dengan kebahagiaan diluar, nyatanya di dalamnya seorang anak tidak mendapatkan rumah pertamanya, dan mentalnya di hajar hingga hancur berkeping-keping. Jung hoseok...
