Hari pernikahan mereka tiba, dengan suasana pagi yang cerah seolah ikut merestui kebahagiaan mereka. Hoseok berdiri di depan cermin besar di kamar hotel yang disiapkan khusus untuknya. Setelan jas putih yang ia kenakan pas di tubuhnya, memberikan kesan anggun namun tetap sederhana-persis seperti kepribadiannya. Ia menghela napas panjang, mencoba menenangkan detak jantungnya yang sejak tadi tidak bisa dia kendalikan.
"Siap, Hoseok?" suara Jimin terdengar dari balik pintu, sahabatnya yang selalu menjadi tempatnya berbagi cerita selama ini.
Hoseok membuka pintu dengan senyum kecil, meskipun rasa gugup masih jelas terlihat di wajahnya. "Aku nggak tahu, Jimin. Rasanya campur aduk."
Jimin menepuk bahu Hoseok sambil tersenyum. "Itu normal, kok. Tapi aku tahu kamu pasti siap. Kamu nggak cuma siap buat hari ini, tapi juga siap buat menghabiskan hidup sama orang yang kamu cintai."
Hoseok hanya mengangguk pelan. Kata-kata Jimin sedikit menenangkannya, meskipun pikirannya tetap dipenuhi berbagai kekhawatiran kecil. Apakah semuanya akan berjalan lancar? Apakah Yoongi akan tetap mencintainya dengan cara yang sama setelah ini?
---
Di sisi lain, Yoongi sudah berada di venue, berdiri di altar dengan setelan jas hitam yang terlihat sempurna. Senyumnya tak pernah hilang sejak pagi. Ia menatap dekorasi yang penuh dengan bunga mawar putih dan lilac, warna kesukaan Hoseok, dan merasa puas. Ini adalah hari yang sudah lama ia tunggu-hari di mana ia bisa menyatakan pada dunia bahwa Hoseok adalah rumahnya.
Ketika musik mulai dimainkan, semua tamu yang hadir berdiri. Yoongi menoleh ke arah pintu utama, dan di sana, Hoseok muncul, berjalan perlahan dengan pandangan malu-malu namun penuh kepercayaan diri. Mata mereka bertemu, dan waktu seakan berhenti. Hanya ada mereka berdua di dunia ini.
Yoongi tidak bisa menahan senyumnya yang semakin lebar. "Dia begitu cantik," gumamnya, hampir tidak menyadari bahwa ia mengatakannya dengan suara keras.
Hoseok berjalan mendekat, dan akhirnya berdiri di samping Yoongi. "Kamu siap?" tanya Yoongi, suaranya penuh kelembutan.
Hoseok mengangguk kecil. "Kalau sama kamu, aku selalu siap."
Upacara berlangsung dengan khidmat. Janji pernikahan mereka diucapkan dengan penuh emosi, hingga beberapa tamu tidak bisa menahan air mata haru. Ketika tiba saatnya untuk saling menyematkan cincin, Yoongi menggenggam tangan Hoseok dengan lembut, seolah ingin memastikan bahwa momen ini benar-benar nyata.
"Mulai sekarang, aku janji untuk selalu ada buat kamu. Dalam suka, duka, bahkan di hari-hari ketika semuanya terasa sulit," kata Yoongi dengan suara yang nyaris bergetar. "Aku cinta kamu, Hoseok."
Hoseok menatap Yoongi, air mata tipis menggenang di matanya. "Aku juga cinta kamu, Yoongi. Dan aku janji untuk terus belajar mencintai kamu, setiap hari, selama aku hidup."
Saat mereka resmi dinyatakan sebagai pasangan suami-suami, riuh tepuk tangan memenuhi ruangan. Yoongi menarik Hoseok ke dalam pelukannya, dan untuk sesaat, semuanya terasa sempurna.
---
Resepsi berjalan hangat dengan banyak tawa dan cerita. Jimin memberikan pidato yang membuat semua orang tertawa sekaligus menangis, sementara Yoongi tidak pernah jauh dari sisi Hoseok. Mereka berbagi dansa pertama sebagai pasangan suami-suami diiringi lagu favorit mereka, dan tidak ada momen yang terasa lebih sempurna daripada ketika mereka berputar bersama di tengah lantai dansa, di bawah sorotan lampu kecil yang menyerupai bintang.
"Jadi, bagaimana rasanya jadi Tuan Min?" bisik Yoongi di telinga Hoseok saat mereka berdansa.
Hoseok tersenyum kecil, pipinya merona. "Aneh, tapi aku suka."
Yoongi tertawa kecil, lalu mengecup kening Hoseok dengan lembut. "Aku janji, mulai sekarang hidup kamu nggak akan pernah kurang dari bahagia."
Malam itu, mereka pulang ke rumah baru mereka-tempat yang akan mereka isi dengan cerita baru, tawa, dan cinta. Meski hari terasa panjang, mereka tahu ini baru awal dari perjalanan panjang bersama.
Hoseok memandang Yoongi, lalu menggenggam tangannya erat. "Terima kasih, Yoongi. Terima kasih udah nggak pernah menyerah sama aku."
Yoongi tersenyum lembut, menatap Hoseok seolah dia adalah hal terindah di dunia. "Harusnya aku yang bilang itu ke kamu. Terima kasih udah kasih aku kesempatan buat mencintai kamu, Hoseok."
Dan di sana, di bawah cahaya bulan yang masuk melalui jendela, mereka memulai babak baru hidup mereka-bersama.
TBC
dorrr, seneng kan lu padaaa, oh ya, aku izin ngga ngasih adegan 🔞🔞 sesuai harapan kalian, karena chapter nya sudah cukup panjanggg, yaaa.
KAMU SEDANG MEMBACA
kau rumah ku (sope)
De TodoMenceritakan tentang kisah anak pertama, yang keluarga nya terlihat cemara dan penuh dengan kebahagiaan diluar, nyatanya di dalamnya seorang anak tidak mendapatkan rumah pertamanya, dan mentalnya di hajar hingga hancur berkeping-keping. Jung hoseok...
