39. baby min (END)

339 23 1
                                        

Satu tahun setelah pernikahan mereka, apartemen kecil milik Yoongi dan Hoseok kini dipenuhi dengan persiapan menyambut anggota baru keluarga mereka. Selama sembilan bulan, Hoseok telah melalui perjalanan yang tidak mudah, tetapi kebahagiaan selalu terpancar di wajahnya setiap kali Yoongi berbicara dengan lembut kepada perutnya yang membesar.

Pagi itu, Yoongi tengah sibuk menyiapkan tas keperluan untuk rumah sakit ketika Hoseok memanggilnya dengan suara sedikit panik dari ruang tamu.

"Yoongi... aku rasa... waktunya sudah tiba."

Mata Yoongi melebar, hampir menjatuhkan botol air yang baru saja ia ambil dari meja dapur. "Apa? Sekarang?!" Tanpa pikir panjang, ia segera menghampiri Hoseok yang tengah duduk sambil menahan napas, berusaha mengatur rasa sakit yang mulai terasa semakin sering.

Dengan cekatan, Yoongi membantu Hoseok berdiri dan membawa tas keperluan mereka. "Oke, tenang. Kita sudah latihan, kan? Aku akan membawa kamu ke rumah sakit sekarang," katanya sambil berusaha tetap tenang meskipun jelas terlihat bahwa ia sedikit panik.

Beberapa jam kemudian, di ruang bersalin yang dipenuhi dengan sinar hangat pagi, terdengar tangisan pertama bayi kecil mereka. Hoseok terbaring lelah di tempat tidur, tapi senyumnya tidak pernah hilang. Yoongi berdiri di sampingnya, menggenggam tangan Hoseok erat sambil menatap takjub ke arah bayi mungil cantik yang kini dibungkus selimut hangat.

"Dia sempurna," bisik Yoongi, suaranya nyaris serak karena emosi yang meluap-luap. Matanya berkaca-kaca saat perawat menyerahkan bayi itu ke pelukan Hoseok.

Bayi kecil itu memiliki mata yang sedikit sipit, hidung mungil yang menggemaskan, dan rambut hitam halus di kepalanya. Saat dia membuka matanya yang kecil, Yoongi yakin ia melihat dunia yang baru-dunia yang kini berisi cinta tanpa batas.

"Apa nama yang cocok untuk dia?" tanya Hoseok dengan suara lemah namun penuh harapan.

Yoongi berpikir sejenak, lalu tersenyum lembut. "Min Haru. Haru artinya 'cahaya'. Dia adalah cahayaku, cahaya di hidup kita."

Hoseok menatap bayi kecil itu, air mata mengalir perlahan di pipinya. "Min Haru... aku suka nama itu."

Hari-hari berikutnya dihabiskan dengan penuh kehangatan dan kekacauan manis. Hoseok yang baru saja memulai perjalanan sebagai seorang ayah sering terlihat duduk di sofa dengan Haru tertidur di pelukannya, sementara Yoongi sibuk mengambil foto mereka dengan kamera kecilnya.

"Kamu tahu," kata Yoongi suatu malam saat mereka bertiga berbaring di tempat tidur, Haru tertidur di antara mereka, "aku tidak pernah membayangkan hidupku bisa seindah ini. Kamu dan Haru adalah keajaiban di hidupku."

Hoseok tersenyum kecil, tangannya mengelus pipi bayi mereka dengan lembut. "Aku juga nggak pernah berpikir aku bisa punya keluarga seperti ini. Terima kasih, Yoongi."

Yoongi mengulurkan tangannya, menggenggam tangan Hoseok erat. "Terima kasih juga, Hoseok. Kamu nggak cuma kasih aku cinta, tapi juga Haru. Aku janji, aku akan selalu ada untuk kalian berdua."

Dan di bawah sinar bulan yang masuk melalui jendela kamar mereka, keluarga kecil itu memulai babak baru kehidupan mereka-penuh cinta, harapan, dan kebahagiaan.

Pagi di apartemen Yoongi dan Hoseok tak pernah lagi sepi sejak kehadiran Min Haru. Kini, Haru telah berusia dua tahun-seorang balita yang penuh energi dan keingintahuan, yang menjadikan setiap hari mereka penuh warna.

Haru tengah duduk di lantai ruang tamu, mengotak-atik puzzle bergambar dinosaurus sambil bergumam tak jelas. Hoseok berdiri di dapur, sibuk menyiapkan sarapan, sementara Yoongi bersandar di meja makan dengan secangkir kopi di tangannya, matanya tertuju pada anak mereka.

"Haru, kamu udah selesai dengan puzzlenya?" tanya Yoongi, nada suaranya hangat.

Haru mengangkat kepala, menatap Yoongi dengan mata bulatnya yang penuh semangat. "Belum, daddy! Ini susah banget!" protesnya dengan pipi menggembung.

Yoongi tertawa kecil, lalu mendekati Haru dan jongkok di sampingnya. "Ayo, kita coba sama-sama. Ini yang kepala dinosaurus, kan? Nah, coba dipasangkan di sini."

Haru memiringkan kepalanya, berpikir keras seperti seorang ilmuwan cilik. "Oh iya! Pas!" teriaknya girang, lalu bertepuk tangan. Yoongi dan Hoseok sama-sama tersenyum melihat tingkah laku lucu Haru.

"Yoongi," panggil Hoseok dari dapur sambil membawa piring berisi pancake berbentuk hati, "sarapan udah siap."

Yoongi mengangkat Haru dan menggendongnya ke meja makan. Haru tertawa keras, tangannya memukul-mukul bahu Yoongi. "daddy terbangin aku kayak pesawat!"

Hoseok, yang melihat itu, hanya bisa menggeleng sambil tersenyum. "Jangan terlalu dimanja, nanti dia nggak mau jalan sendiri."

Yoongi mendudukkan Haru di kursinya dan mencubit pipi kecil anak itu dengan gemas. "Dia masih kecil, biarin aja. Kamu juga manja kok waktu dulu sama aku."

Hoseok memutar matanya, tapi pipinya sedikit memerah.

---

Malam hari

Saat malam tiba, Haru sudah terlelap di tempat tidurnya yang dipenuhi boneka dinosaurus dan bantal kecil bergambar kartun favoritnya. Yoongi dan Hoseok duduk di sofa ruang tamu, menikmati waktu berdua setelah Haru tertidur.

"Aku nggak percaya Haru udah dua tahun," kata Hoseok pelan, kepalanya bersandar di bahu Yoongi. "Kayaknya baru kemarin aku ngelahirin dia."

Yoongi mengusap punggung Hoseok dengan lembut. "Iya, aku juga ngerasa waktu berjalan begitu cepat. Tapi setiap hari sama kalian berdua selalu berharga. Aku nggak pernah bosen."

Hoseok menatap Yoongi dengan senyuman kecil. "Kamu tahu nggak, Yoongi? Aku kadang mikir, Haru ini campuran yang sempurna dari kita berdua. Dia punya semangat kamu, tapi juga kelembutan aku."

Yoongi tertawa pelan, lalu memeluk Hoseok lebih erat. "Dan aku nggak sabar nunggu dia tumbuh lebih besar. Aku yakin dia bakal jadi anak yang luar biasa."

Di luar, hujan turun perlahan, memberikan suasana yang hangat di dalam apartemen kecil mereka. Malam itu, mereka menghabiskan waktu berbincang tentang rencana masa depan, tentang bagaimana mereka ingin membesarkan Haru, dan tentang cinta yang terus tumbuh di antara mereka bertiga.

Haru mungkin sedang tidur di kamar, tapi kehadirannya terasa begitu dekat di hati mereka-sebuah pengingat betapa indahnya perjalanan cinta yang telah mereka lalui bersama.

END

gemasnya haru kecilll.

kau rumah ku (sope) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang