40. pacar haru (extra part)

210 16 3
                                        

Apartemen keluarga kecil Yoongi dan Hoseok kini lebih sering sepi. Haru sudah menginjak usia 18 tahun dan tengah menikmati masa mudanya yang penuh warna. Meski begitu, Yoongi dan Hoseok tetap menjadi tempat pulang bagi putri mereka yang kini tumbuh menjadi gadis cantik, manis, dan penuh percaya diri.

---

Yoongi tengah duduk di sofa, membaca buku tentang investasi yang baru saja ia beli, sementara Hoseok sibuk memindahkan pot kecil berisi tanaman dari rak ke meja ruang tamu.

“Harusnya ini lebih cocok di sini,” gumam Hoseok sambil menatap pot itu dengan ekspresi serius.

Yoongi menatap Hoseok sekilas lalu kembali pada bukunya. “Kamu bener-bener nggak bisa diem ya? Udah berapa kali kamu mindahin pot itu hari ini?”

Belum sempat Hoseok menjawab, suara pintu apartemen terbuka. Haru muncul dengan sweater oversized dan celana jeans robek-robek favoritnya. Rambutnya yang panjang tergerai, wajahnya berseri-seri seperti biasanya.

“Appa, Daddy, aku pulang!” serunya ceria.

Hoseok langsung tersenyum lebar, meninggalkan potnya untuk memeluk Haru. “Haru! Gimana hari ini? capek nggak?”

“Nggak kok, appa.” Haru tersenyum dan mencium pipi Hoseok, lalu mendekati Yoongi untuk melakukan hal yang sama. Yoongi, meskipun terkesan cuek, menyimpan senyuman kecil di sudut bibirnya.

“Kenapa senyum-senyum sendiri?” tanya Yoongi sambil melirik Haru.

“Eh? Nggak kok,” jawab Haru, tapi rona merah mulai muncul di pipinya.

Hoseok dan Yoongi langsung saling pandang. Keduanya tahu betul ada sesuatu yang disembunyikan oleh putri mereka. Hoseok, yang lebih lembut, memilih mendekati Haru dengan pelan.

“Haru,” Hoseok memulai dengan nada lembut, “ada apa? Kalau kamu punya sesuatu yang mau diceritain, Daddy sama Appa siap dengerin.”

Haru terdiam sejenak, menundukkan kepala. Kemudian dia mengangkat wajahnya dengan senyuman canggung. “Aku… aku punya pacar.”

Hoseok melongo sementara Yoongi langsung meletakkan bukunya ke meja, menatap Haru dengan mata membulat. “Apa?! Pacar?”

Haru mengangguk pelan, menunggu reaksi selanjutnya dari kedua orang tuanya. Hoseok tampak berusaha mencerna, sementara Yoongi, seperti biasa, langsung melontarkan serangan pertanyaan.

“Siapa dia? Umurnya berapa? Apa dia anak baik-baik? Kerjanya apa? Kamu yakin dia nggak bakal nyakitin kamu?” tanya Yoongi bertubi-tubi.

“Daddy!” Haru mengeluh sambil tertawa kecil, “Aku belum selesai cerita.”

“Kalau gitu cerita dulu yang jelas,” potong Yoongi, matanya tajam seperti detektif yang tengah menyelidiki kasus besar.

Haru menghela napas panjang sebelum akhirnya mulai bercerita. “Namanya Jian. Dia teman kuliahku, satu jurusan, dan dia… baik banget. Dia selalu ngajak aku belajar bareng, nggak pernah kasar, dan—“

“Berapa nilainya di kampus?” potong Yoongi lagi.

“Daddy, please,” Haru merajuk. “Nilainya bagus! Dan aku tahu dia tulus sama aku.”

Hoseok yang sedari tadi mendengar dengan tenang akhirnya berbicara. “Kamu yakin dia bisa jaga kamu, Haru?”

Haru menatap Hoseok dengan senyuman lembut. “Iya, appa. Aku yakin. Tapi kalau dia nggak baik, aku janji bakal langsung cerita ke Daddy sama Appa.”

Yoongi masih terlihat kurang puas. “Daddy mau ketemu dia,” katanya tegas.

Haru tertawa kecil sambil mengangguk. “Iya, iya. Aku bakal ajak dia ke sini minggu depan.”

kau rumah ku (sope) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang